Dibangun Pada Masa Kolonial...
1/12
Warga yang tinggal dekat jembatan gantung Ujung Gading memikul dagangan jagung rebus.
Dibangun Pada Masa Kolonial...
2/12
Besi penyangga jembatan gantung berkarat dan tidak terawat. Kondisi tersebut sewaktu-waktu bisa membahayakan.
Dibangun Pada Masa Kolonial...
3/12
Besi penyangga jembatan gantung berkarat dan tidak terawat. Kondisi tersebut sewaktu-waktu bisa membahayakan.
Dibangun Pada Masa Kolonial...
4/12
Besi penyangga jembatan gantung berkarat dan tidak terawat. Kondisi tersebut sewaktu-waktu bisa membahayakan.
Dibangun Pada Masa Kolonial...
5/12
Seorang anak bermain di tiang besi penyangga jembatan.
Dibangun Pada Masa Kolonial...
6/12
Warga berfoto di tengah jembatan yang menjadi kebabanggawan warga pada masanya di era 1970-an. Foto dok pribadi
Dibangun Pada Masa Kolonial...
7/12
Warga berfoto dengan latar belakang jembatan gantung yang berdiri kokoh dan megah pada masanya. Foto dok pribadi
Dibangun Pada Masa Kolonial...
8/12
Kondisi jembatan gantung yang terbengkalai akibat kurangnya perhatian pemerintah daerah setempat.
Dibangun Pada Masa Kolonial...
9/12
Kondisi jembatan gantung yang terbengkalai akibat kurangnya perhatian pemerintah daerah setempat.
Dibangun Pada Masa Kolonial...
10/12
Siluet Jembatan Gantung Ujung Gading yang dibangun pada masa Kolonial Belanda pada tahun 1929.
Dibangun Pada Masa Kolonial...
11/12
Sejumlah pelajar sekolah dasar (SD) bermain di jembatan gantung yang rusak dan tidak terawat. Tidak adanya larangan dan himbawan bagi warga untuk tidak memasuki kawasan jembatan kuno ini bisa membahayakan keselamatan.
Dibangun Pada Masa Kolonial...
12/12
Tiga orang siswa sekolah dasar (SD) meniti besi-besi tua jembatan gantung yang tidak memiliki lantai setelah puluhan tahun terbengkalai di Ujung Gading, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. Jembatan gantung yang dibangun pada masa kolonial Belanda pada tahun 1929 tersebut saat ini kusam dan tak terawat.
Dibangun Pada Masa Kolonial...
Dibangun Pada Masa Kolonial...
Dibangun Pada Masa Kolonial...
Dibangun Pada Masa Kolonial...
Dibangun Pada Masa Kolonial...
Dibangun Pada Masa Kolonial...
Dibangun Pada Masa Kolonial...
Dibangun Pada Masa Kolonial...
Dibangun Pada Masa Kolonial...
Dibangun Pada Masa Kolonial...
Dibangun Pada Masa Kolonial...
Dibangun Pada Masa Kolonial...

Dibangun Pada Masa Kolonial Belanda, Jembatan Gantung Ujung Gading Kini Kusam dan Tak Terawat

Kamis, 02 Desember 2021 - 09:33 WIB
A A A
Pagi itu, saat jam istirahat sekolah, tiga pelajar sekolah dasar (SD) yang masih mengenakan seragam berlari menuju jembatan gantung kuno yang kondisinya sangat memprihatinkan. Tiga pelajar itu terus berlari dan meniti besi-besi tua hingga berada di tengah-tengah jembatan gantung yang tidak memiliki lantai setelah puluhan tahun terbengkalai.

Mungkin pembangunan jembatan baru di sebelahnya membuat jembatan yang dulu sangat penting ini pantas terabaikan. Kayu-kayu kokoh yang dulunya menjadi lantai dari jembatan gantung ini satu per satu menghilang. Hingga sampai pada titik yang paling memprihatinkan: saat ini tidak ada satu pun kayu balok yang menjadi lantai jembatan ini. Menurut warga sekitar balok-balok yang jadi lantai jembatan ini diambil dan dijadikan jembatan untuk melintasi sungai-sungai kecil menuju area perkebunan warga, dan sebagian lagi menghilang entah ke mana.

Jembatan gantung dengan total panjang bentang utama 120 meter ini dulu berdiri kokoh di atas Sungai Batang Sikerbau, Ujung Gading, Pasaman Barat, Sumatera Barat. Ia merupakan jembatan bersejarah dan menjadi kebanggaan warga karena pada masanya jembatan ini berdiri megah di sebuah negeri yang jauh dari pusat kota. Jembatan gantung ini dibangun pada masa kolonial Belanda, 1929, dan menjadi jalur transportasi utama untuk mengakut rempah-rempah menuju pantai barat Sumatera, daerah Air Bangis, sebelum dibawa keluar menggunakan jalur laut.

Pada masa kolonial itu rupanya ada sejumlah jembatan yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia. Di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, misalnya terdapat tiga jembatan gantung yang dibuat pada masa penjajahan Belanda, yakni Jembatan Gantung Kamasan, Jembatan Gantung Mambalan dan Jembatan Gantng Dodokan. Jembatan-jembatan itu tersebut masih berdiri dan berfungsi dengan baik. Selain bisa dilewati untuk pejalan kaki juga dijadikan sebagai objek wisata karena kenangan masa lalu dan nilai sejarah.

Infrastruktur penyeberangan kuno lainnya ialah Jembatan Titi Gantung di Medan, Sumatera Utara, yang dijadikan landmark kota kosmopolit ini dan masih berfungsi dengan baik. Jembatan lain yang menjadi peninggalan sejarah adalah Jembatan Kota Intan di Kota Tua, Jakarta Utara, jembatan bersejarah ini masih terawat dengan baik dan dijadikan monumen serta terbuka untuk umum.

Keberadaan jembatan bersejarah yang ada di Indonesia merupakan peninggalan masa lalu untuk mempermudah membawa hasil bumi. Jembatan Gantung Ujung Gading merupakan jembatan peninggalan kolonial yang keberadaannya tidak kalah megah dari sejumlah jembatan kuno lain yang ada di Indonesia. Sayang, saat ini kondisinya sudah sangat memprihatinkan, bahkan bisa berbahaya jika sewaktu-waktu jembatan tersebut runtuh akibat termakan usia.

Kurangnya perhatian pemerintah daerah serta tidak adanya tanda larangan bagi warga atau anak-anak yang meniti jembatan tua tersebut bisa saja suatu saat akan membahayakan keselamatan mereka. Besi-besi penyangga yang menjadi penopang utama sudah berkarat dan terkikis akibat terpaan panas dan hujan.

Foto dan Teks : KORAN SINDO/ASTRA BONARDO
(sra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Anda punya koleksi foto jalan-jalan yang keren, liburan tak terlupakan, atau foto indah penuh makna?
Kirim foto-foto Anda untuk tampil di Galerimu Unggah Foto
Foto Terkait
Kondisi Jembatan Gantung...
Kondisi Jembatan Gantung Bambon Srengseng Sawah Tidak Terawat
Melihat Jembatan Besi...
Melihat Jembatan Besi Peninggalan Kolonial Belanda di Kudus
Jembatan Permanen Penghubung...
Jembatan Permanen Penghubung Desa yang Tak Kunjung Dibangun
Penemuan Artefak dan...
Penemuan Artefak dan Bata Peninggalan Kolonial Belanda di Proyek MRT CP203 Bundaran HI-Kota
Waspada, Jembatan Penghubung...
Waspada, Jembatan Penghubung Depok-Jakarta Kini Rusak dan Berlubang
Perjalanan Kereta Jarak...
Perjalanan Kereta Jarak Jauh Kini Tak Perlu Hasil Negatif Antigen dan PCR
Foto Terkini
Lesbumi PBNU Serahkan...
Lesbumi PBNU Serahkan Petisi Penolakan Aturan Turunan PP 28/2024 kepada Kementerian Kesehatan
20 jam yang lalu
Perkuat Sinergi Bilateral,...
Perkuat Sinergi Bilateral, KADIN DKI Jakarta Sukses Perluas Pasar UMKM ke Jepang Jilid Kedua
1 hari yang lalu
TCL Tampilkan Inovasi...
TCL Tampilkan Inovasi Teknologi Rumah Tangga dan Hiburan di Jakarta Fair 2026
1 hari yang lalu
OJK Sita Aset Rp113,97...
OJK Sita Aset Rp113,97 Miliar Terkait Kasus Asuransi Prolife Indonesia
2 hari yang lalu
Teater Koma Pentaskan...
Teater Koma Pentaskan Kembali 'Rumah Sakit Jiwa'
2 hari yang lalu
Diduga Terima Gratifikasi...
Diduga Terima Gratifikasi Rp17 Miliar, Mantan Sekjen MPR Ditahan KPK
2 hari yang lalu
Foto Terpopuler
Teater Koma Pentaskan...
Teater Koma Pentaskan Kembali 'Rumah Sakit Jiwa'
Diduga Terima Gratifikasi...
Diduga Terima Gratifikasi Rp17 Miliar, Mantan Sekjen MPR Ditahan KPK
Kapoksi Gerindra Muhammad...
Kapoksi Gerindra Muhammad Rahul Dukung Pengusutan Korupsi Batu Bara
Masuki Hari ke-10, Kebakaran...
Masuki Hari ke-10, Kebakaran TPA Jatiwaringin Tinggal Sisakan Bara Api
Weplay Universe Resmi...
Weplay Universe Resmi Hadir di Jakarta, Ruang K-Entertainment Pertama di Indonesia
OJK Sita Aset Rp113,97...
OJK Sita Aset Rp113,97 Miliar Terkait Kasus Asuransi Prolife Indonesia