Pemuda-Mahasiswa Umat...
1/2
Organisasi kepemudaan dan mahasiswa Buddha yang terdiri dari PP Hikmahbudhi, DPP Gemabudhi, DPP Patria dan DPP Dharmapala Nusantara dalam konferensi pers di Vihara Tao Se Bio, Glodok, Jakarta. Kamis (9/6).
Pemuda-Mahasiswa Umat...
2/2
Organisasi kepemudaan dan mahasiswa Buddha yang terdiri dari PP Hikmahbudhi, DPP Gemabudhi, DPP Patria dan DPP Dharmapala Nusantara dalam konferensi pers di Vihara Tao Se Bio, Glodok, Jakarta. Kamis (9/6).
Pemuda-Mahasiswa Umat...
Pemuda-Mahasiswa Umat...

Pemuda-Mahasiswa Umat Buddha Minta Dilibatkan Dalam Pengelolaan Candi Borobudur

Kamis, 09 Juni 2022 - 21:20 WIB
A A A
JAKARTA-- Pemerintah berencana menaikkan tarif tiket naik ke Candi Borobudur seharga Rp750 ribu untuk wisatawan lokal. Belakangan rencana itu dikaji ulang, lantaran menuai penolakan di masyarakat.

Organisasi kepemudaan dan mahasiswa Buddha turut menanggapi polemik tersebut. Menurut mereka yang terdiri dari PP Hikmahbudhi, DPP Gemabudhi, DPP Patria dan DPP Dharmapala Nusantara, menaikkan harga harga tiket naik ke Candi Borobudur dengan alasan konservasi tak bisa diterima.

"Sebab ancaman konservasi itu ada pada perilaku dan jumlah pengunjung ketika naik ke atas struktur bangunan candi, situs yang berusia lebih dari 1000 tahun umurnya tentu membutuhkan perlindungan," kata Ketua Umum PP Hikmahbudhi, Wiryawan, Kamis (9/6), dalam konferensi pers di Vihara Tao Se Bio, Glodok, Jakarta.

Menurut dia jika memang alasan konservasi, apalagi menjaga kesucian lokasi yang juga tempat ibadah umat Buddha tersebut, pengunjung seharusnya sama sekali tidak diperbolehkan naik ke atas.

"Kecuali tamu khusus yang diizinkan pemerintah dan umat Buddha yang beribadah karena candi Borobudur merupakan tempat suci umat Buddha maka aturan mengunjungi tempat suci harus ditegakkan seperti situs suci atau tempat ibadah agama-agama yang ada di Indonesia," ujarnya.

Wiryawan mengungkapkan kurangnya pendekatan keagamaan dan minimnya pelibatan komunitas umat Buddha dalam perumusan dan penetapan kebijakan pengelolaan Candi Borobudur sebagai fungsi tempat peribadatan. Hal ini menunjukan adanya upaya komodofikasi, industrialisasi budaya dan komersialisasi Candi Borobudur, menjadi sebuah obyek bisnis wisata belaka.

"Tanpa memperhatikan hak-hak umat Buddha yang menjadikan Candi Borobudur sebagai tempat beribadah, aspek kebutuhan spiritual umat Buddha dalam hal ini tidak mendapat perhatian penuh," ungkap Wiryawan.

Menurut mereka, Candi Borobudur takkan seketika sunyi begitu tarif tinggi berlaku bagi turis. Namun semangat menjaga kelestarian dan nilai kesakralan Candi Borobudur lah yang harus dikedepankan. Sehingga solusi dari persoalan candi tersebut bisa didapat.

"Berapa pun harga yang dipatok pemerintah untuk naik ke atas candi tidak sebanding dengan potensi kerusakan dan nilai kesakralan Candi Borobudur. Sehingga pembatasan pengunjung, dan regulasi kebijakan yang tepat bisa diterima oleh semua kalangan terutama umat Buddha sangatlah diperlukan," Kata Ketua Umum PATRIA Tedy Wijaya.

Lebih lanjut, mereka pun menuntut agar pemerintah memberikan kejelasan atas SKB empat menteri dan kepala daerah, tentang pengembalian situs Candi Borobudur sebagai tempat ibadah umat Buddha Indonesia dan dunia. Mereka juga mendesak pemerintah untuk mengkaji serta menghentikan segala bentuk komodofikasi, indutrialisasi budaya dan komersialisasi Candi Borobudur yang mengancam kelestarian, kesakralan candi Borobudur sebagai tempat ibadah umat Buddha.

"Meminta pemerintah untuk melibatkan semua unsur komunitas umat, Buddha seperti organisasi kemasyarakatan, kepemudaan serta mahasiswa, dalam perumusan, dan penetapan kebijakan pengelolaan Candi Borobudur," papar Tedy.

Organisasi kepemudaan dan mahasiswa Buddha pun meminta pemerintah dalam hal ini Kemendikbudristek, Kementerian Peristiwa dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Agama, dan pemerintah daerah untuk lebih memperhatikan dan banyak menyerap SDM dari umat Buddha dalam pengelolaan Candi Borobudur.

"Meminta pemerintah untuk melakukan evaluasi serta reformasi strukural, TWC dengan banyak memasukan SDM dari umat Buddha," ujar ketua umum DPP Dharmapala Nusantara Kevin Wu.

Mereka turut mendesak pengelola Candi Borobudur untuk memperbaiki sistem dan manajemen pelayanan Candi Borobudur sebagai fungsi wisata sejarah, edukasi dan fungsi ritual keagamaan, sehingga ada perbedaan dalam pelayanan maupun penetapan aturan/kebijakan.

Pihaknya, kata Pandu yang merupakan Sekjen DPP Gemabudhi, ingin pemerintah untuk fokus membuat kebijakan yang memperkuat sisi sprititual, kelestarian Candi Borobudur serta memberikan prioritas dan fasilitas khusus bagi pelajar maupun umat Buddha yang akan masuk/beribadah di candi Borobudur tanpa harus membayar atau gratis. "Jangan sampai umat Buddha diberlakukan seperti tamu di rumah ibadah sendiri," jelasnya.

Mereka pun menolak segala bentuk peraturan/kebijakan yang menyulitkan umat Buddha untuk beribadah di Candi Borobudur. Pihaknya juga merekomendasikan kepada pemerintah untuk membuat kebijakan menutup bagian atas Candi Borobudur bagi wisatawan umum, terkecuali untuk alasan tamu khusus/negara yang diizinkan pemerintah, dengan alasan konservasi, edukasi, serta ritual ibadah umat Buddha.

"Mengimbau kepada seluruh komunitas Buddhis, organisasi Buddhis, sekolah sekolah tinggi agama Buddha yang ada di Indonesia untuk bersama terlibat aktif dalam menyuarakan kepentingan umat Buddha kepada pemerintah serta berkontribusi dalam menyumbangkan SDM untuk masuk dalam struktural pengelolaan Candi Borobudur," papar Pandu.

"Kami mahasiswa dan pemuda Buddhis tidak ingin isu terkait Candi Borobudur dipolitisasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," tandasnya.
(sra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Anda punya koleksi foto jalan-jalan yang keren, liburan tak terlupakan, atau foto indah penuh makna?
Kirim foto-foto Anda untuk tampil di Galerimu Unggah Foto
Foto Terkait
Perawatan Rutin Candi...
Perawatan Rutin Candi Borobudur
Aksi Reresik Candi Borobudur
Aksi Reresik Candi Borobudur
Umat Buddha Ikuti Tradisi...
Umat Buddha Ikuti Tradisi Pindapatta
Pindapata Umat Buddha...
Pindapata Umat Buddha di Bekasi
Melihat Kerusakan Struktur...
Melihat Kerusakan Struktur Candi Borobudur
Doa Bersama di Candi...
Doa Bersama di Candi Borobudur
Foto Terkini
Potret Kebersamaan Satgas...
Potret Kebersamaan Satgas TMMD Bersama Warga Desa Watuduwur
3 jam yang lalu
Safrizal ZA: Gerakan...
Safrizal ZA: Gerakan Indonesia ASRI Harus Menjadi Budaya, Dimulai dari Aksi Nyata Menjaga Lingkungan
3 jam yang lalu
KPK Tahan Bupati Lombok...
KPK Tahan Bupati Lombok Barat Terkait Dugaan Suap dan Gratifikasi
7 jam yang lalu
Evaluasi Program MBG,...
Evaluasi Program MBG, BGN Ganti Lima Pejabat
7 jam yang lalu
Hari Anak Nasional 2026,...
Hari Anak Nasional 2026, Menteri PPPA Ajak Perkuat Perlindungan Anak
7 jam yang lalu
Paripurna DPR Bahas...
Paripurna DPR Bahas dan Setujui RUU Pusat Finansial Internasional Indonesia
7 jam yang lalu
Foto Terpopuler
Mengunjungi Pameran...
Mengunjungi Pameran Jakarta Provoke 2026 di Taman Menteng
Potret Aksi Dukung Pemkot...
Potret Aksi Dukung Pemkot Palembang Tolak LGBT
Parade Kebaya Pecahkan...
Parade Kebaya Pecahkan Rekor MURI
Smile Ministry Hadir...
Smile Ministry Hadir di PIK 2 dengan Teknologi Digital Modern
Perusahaan Tiongkok...
Perusahaan Tiongkok Perkuat SDM Jaga Investasi di Indonesia
Rapat Pleno KPU Tetapkan...
Rapat Pleno KPU Tetapkan 214,35 Juta Pemilih pada PDPB Semester I 2026