Webinar Nasional Milenial...
1/2
Dewan Pengurus Pusat Milenial Indonesia menggelar Webinar Nasional bertema Menyelamatkan Indonesia Dari Jerat Krisis Energi Global. Webinar ini dihadiri ratusan generasi Milenial dari beragam Provinsi.
Webinar Nasional Milenial...
2/2
Rangkaian diskusi ini telah berlangsung memantik diskusi sebelumnya mengenai kenaikan BBM dan Ancaman Inflasi.
Webinar Nasional Milenial...
Webinar Nasional Milenial...

Webinar Nasional Milenial Indonesia Bahas Jerat Krisis Energi Global

Rabu, 07 September 2022 - 20:04 WIB
A A A
JAKARTA-- Dewan Pengurus Pusat Milenial Indonesia menggelar Webinar Nasional bertema Menyelamatkan Indonesia Dari Jerat Krisis Energi Global. Webinar ini dihadiri ratusan generasi Milenial dari beragam Provinsi. Rangkaian diskusi ini telah berlangsung memantik diskusi sebelumnya mengenai kenaikan BBM dan Ancaman Inflasi.

Dalam sambutannya, Sureza Sulaiman menyebutkan Indonesia disinyalir negara yang rentan terhadap krisis energi disebabkan cadangan energi yang berkisar 9-10 tahun lagi. Konsumsi BBM negara kita masih bergantung pada impor, sehingga perkembangan geopolitik menyebabkan banyak efek domino kepada isu energi di dalam negeri.

‘’Agenda webinar ini dimaksudkan sebagai wadah menjawab tantangan tersebut. Dengan menggunakan segala daya upaya diharapkan Indonesia bisa bertahan di tengah situasi yang sulit ini," kata Sureza selaku Ketua Umum Milenial Indonesia, Rabu (7/9).

Webinar ini dipandu oleh Yusuf Salam, Sekretaris Umum Milenial Indonesia. Sementara itu Dede Abdul Basyir dan Hanifa Sutrisna menjadi pembicara.

‘’Peristiwa pandemi Covid-19 merubah segala realitas termasuk isu energi dan perdagangan internasional. Sebelum pandemi, pemerintah Indonesia sedang bergerak ke arah energi terbarukan (Green energi) atau energi bersih, sayangnya terhambat karena peristiwa covid 19 melanda seluruh dunia,’’ ujar Dede Abdul Basyir.

Selanjutnya, Dede Abdul Basyir menjelaskan beberapa peluang terkait energi akibat adanya perubahan musim di belahan Eropa. "Peluang baru terkait batu bara di Indonesia akibat adanya musim dingin di Eropa. Kebutuhan penghangat badan di masyarakat Eropa membuat pemerintah setempat menghidupkan Kembali PLTU yang sempat ditinggalkan," ungkap.

Di sisi lain, Hanifa Sutrisna sebagai pengamat energi menyampaikan keprihatinannya melihat kondisi pulau Kalimantan. "Kalimantan menjadi salah satu pulau sumber energi terbesar di negeri kita. Sayangnya, di lumbung energi sendiri terjadi ketimpangan energi dan penguasaan korporasi tunggal yang menjual kepada asing.’’

Optimalisasi kekayaan energi seperti gas alam, panas bumi dan angin sebagai basis terbaru untuk ketahanan energi sangat diperlukan. Selain itu, Hanifa menyarankan masyarakat menghindari kendaraan pribadi yang sifatnya tidak perlu, mengajak masyarakat mulai naik transportasi umum sekalipun masih adanya ketimpangan pemerataan transportasi di negeri kita.

Pemaparan dilanjutkan oleh Dr. Kapitra Ampera sebagai pengamat politik, menurutnya ada sepuluh penyebab krisis energi yang terjadi.

‘’Konsumsi berlebihan pada sumber daya alam, over populasi manusia, pemborosan energi, kurangnya memanfaatkan energi terbarukan, maraknya pembangunan infrastruktur, sistem distribusi yang buruk, bencana alam dan yang terakhir terjadi peperangan.’’

Terakhir, Mamit Setiawan menyebutkan beberapa masalah energi yang berkembang. “Adapun permasalahan energi dewasa ini belum adanya pengelolan berkelanjutan, infrastruktur terbatas, akses masyarakat mendapatkan energi masih belum maksimal, harga EBT masih terbilang mahal, net importir masih tergantung kondisi pasar.’
(sra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Anda punya koleksi foto jalan-jalan yang keren, liburan tak terlupakan, atau foto indah penuh makna?
Kirim foto-foto Anda untuk tampil di Galerimu Unggah Foto
Foto Terkait
Partai Perindo Gelar...
Partai Perindo Gelar Webinar Bertajuk Capres Pilihan Milenial
Webinar Skytalk 2021:...
Webinar Skytalk 2021: RK Ajak Milenial Menjadi Generasi Kompetitif
Kartini Milenial Pengawal...
Kartini Milenial Pengawal Kedaulatan Migas Nasional
Webinar Partai Perindo...
Webinar Partai Perindo : Menebak Arah Suara Milenial pada Pemilu 2024
Siap wujudkan Indonesia...
Siap wujudkan Indonesia Emas 2045, GMKI Gelar Webinar Nasional Kepemiluan
FSPPB Komitmen Jaga...
FSPPB Komitmen Jaga Kedaulatan Energi Nasional
Foto Terkini
Sudaryono Tiba di Kantor...
Sudaryono Tiba di Kantor BGN usai Dilantik Presiden Prabowo
5 jam yang lalu
PPLI dan DESI Perkuat...
PPLI dan DESI Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan
5 jam yang lalu
Potret Kebersamaan Satgas...
Potret Kebersamaan Satgas TMMD Bersama Warga Desa Watuduwur
16 jam yang lalu
Safrizal ZA: Gerakan...
Safrizal ZA: Gerakan Indonesia ASRI Harus Menjadi Budaya, Dimulai dari Aksi Nyata Menjaga Lingkungan
16 jam yang lalu
KPK Tahan Bupati Lombok...
KPK Tahan Bupati Lombok Barat Terkait Dugaan Suap dan Gratifikasi
20 jam yang lalu
Evaluasi Program MBG,...
Evaluasi Program MBG, BGN Ganti Lima Pejabat
20 jam yang lalu
Foto Terpopuler
Perusahaan Tiongkok...
Perusahaan Tiongkok Perkuat SDM Jaga Investasi di Indonesia
Rapat Pleno KPU Tetapkan...
Rapat Pleno KPU Tetapkan 214,35 Juta Pemilih pada PDPB Semester I 2026
Komisi XI DPR dan Pemerintah...
Komisi XI DPR dan Pemerintah Sepakati RUU PFII Dibawa ke Paripurna
Penjualan Elektronik...
Penjualan Elektronik Melemah di Tengah Kenaikan Harga
Perjuangan Warga Cilegon...
Perjuangan Warga Cilegon Jalan 1 Km ke Hutan Mencari Air Bersih
Tokopedia dan TikTok...
Tokopedia dan TikTok Shop bersama Kementerian UMKM Bantu Pengusaha Mikro Yogyakarta #JualanNyaman