Mengenal Titi, Seni...
1/9
Suku Mentawai adalah suku asli yang menetap di Kepulauan Mentawai, Pulau Siberut, Sumatera Barat.
Mengenal Titi, Seni...
2/9
Suku Mentawai berada di pedalaman. Suku Mentawai merupakan salah satu suku tertua di Indonesia.
Mengenal Titi, Seni...
3/9
Banyak kalangan yang datang ke wilayah ini untuk melakukan penelitian, terutama untuk memahami pola hidup maupun interaksi suku yang terdapat di bagian barat Indonesia.
Mengenal Titi, Seni...
4/9
Suku ini dikenal sebagai peramu dan ketika pertama kali dipelajari belum mengenal bercocok tanam.
Mengenal Titi, Seni...
5/9
Tradisi yang khas adalah penggunaan tato di sekujur tubuh, yang terkait dengan peran dan status sosial penggunanya.
Mengenal Titi, Seni...
6/9
Kebudayaan tato Mentawai, yang dikenal dengan nama titi disebutkan hampir punah. Titi masih dilestarikan di Pulau Siberut meski di beberapa pulau yang ada di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, sudah jarang dijumpai.
Mengenal Titi, Seni...
7/9
Kelompok masyarakat yang mendiami Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat ini memang punya tradisi mentato tubuhnya. Tradisi tersebut sudah ada sejak zaman nenek moyangnya.
Mengenal Titi, Seni...
8/9
Masyarakat Mentawai menganggap tato sebagai busana abadi. Tak hanya itu, tato ini juga sebagai simbol yang mencerminkan keselarasan antara manusia dan alam sekitarnya.
Mengenal Titi, Seni...
9/9
Di Mentawai tato disebut titi. Tradisi tato di etnis Mentawai sudah ada sejak 1500-500 Sebelum Masehi atau zaman Logam, sehingga tato Mentawai ini dinobatkan sebagai tato tertua di dunia.
Mengenal Titi, Seni...
Mengenal Titi, Seni...
Mengenal Titi, Seni...
Mengenal Titi, Seni...
Mengenal Titi, Seni...
Mengenal Titi, Seni...
Mengenal Titi, Seni...
Mengenal Titi, Seni...
Mengenal Titi, Seni...

Mengenal Titi, Seni Tato Tertua di Dunia yang Dimiliki Suku Mentawai

Senin, 25 Desember 2023 - 18:58 WIB
A A A
Suku Mentawai adalah suku asli yang menetap di Kepulauan Mentawai, Pulau Siberut, Sumatera Barat. Suku Mentawai berada di pedalaman. Suku Mentawai merupakan salah satu suku tertua di Indonesia. Banyak kalangan yang datang ke wilayah ini untuk melakukan penelitian, terutama untuk memahami pola hidup maupun interaksi suku yang terdapat di bagian barat Indonesia.

Mentawai (juga dikenal sebagai Mentawei dan Mentawi) adalah penduduk asli Kepulauan Mentawai, sekitar 100 mil dari provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Mereka menjalani gaya hidup pemburu-pengumpul semi-nomaden di lingkungan pesisir dan hutan hujan di pulau-pulau tersebut.

Suku ini dikenal sebagai peramu dan ketika pertama kali dipelajari belum mengenal bercocok tanam. Tradisi yang khas adalah penggunaan tato di sekujur tubuh, yang terkait dengan peran dan status sosial penggunanya. Kebudayaan tato Mentawai, yang dikenal dengan nama titi disebutkan hampir punah. Titi masih dilestarikan di Pulau Siberut meski di beberapa pulau yang ada di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, sudah jarang dijumpai.

terkenal dengan tatonya. Kelompok masyarakat yang mendiami Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat ini memang punya tradisi mentato tubuhnya. Tradisi tersebut sudah ada sejak zaman nenek moyangnya.

Masyarakat Mentawai menganggap tato sebagai busana abadi. Tak hanya itu, tato ini juga sebagai simbol yang mencerminkan keselarasan antara manusia dan alam sekitarnya.

Di Mentawai tato disebut ‘titi’. Tradisi tato di etnis Mentawai sudah ada sejak 1500-500 Sebelum Masehi atau zaman Logam, sehingga tato Mentawai ini dinobatkan sebagai tato tertua di dunia.

Dikutip dari Sindonews, Dosen STKIP Abdi Pendidikan Payakumbuh Fikrul Hanif Sufyan mengatakan bahwa orang Mentawai sudah menato tubuh sejak kedatangan mereka ke pantai barat Sumatera.

Suku Mentawai dikenal sebagai bangsa Proto Melayu yang datang dari daratan Asia (Indocina) pada zaman Logam. Dari situ, bisa disimpulkan bahwa tato Mentawai merupakan yang tertua di dunia, bukan tato Mesir yang baru dikenal pada 1300 SM.

Mengutip dari kebudayaan.kemdikbud.go.id, tato Mentawai merupakan bagian dari tradisi dan budaya yang berfungsi sebagai simbol, tanda pengenal, atau hiasan berupa suatu sistem penandaan yang merupakan prinsip hidup.

Bagi Masyarakat Mentawai, budaya tato dilakukan pada saat usia 7 tahun yang dilakukan oleh sipatiti, seniman tato.

Sebelum penatoan, dilakukan punen enegat atau upacara inisiasi di puturukat (galeri miliki sipatiti). Upacara ini dipimpin oleh sikerei dan harus menyembelih satu ekor babi untuk sekali tato.

Proses tato tidak menggunakan bius, sehingga tato tidak bisa dilakukan sekaligus karena sangat beresiko dan sakit. Oleh karena itu, masyarakat Mentawai memiliki waktu jeda sebulan, atau hingga bagian tato sembuh dan dinilai bagus.

Jika tato belum sembuh, maka mereka akan mengulangi proses tato dan kembali menyelenggarakan upacara dengan memotong babi.

Pewarna tato Mentawai terbuat dari campuran arang dan air tebu yang dipanaskan dengan tempurung kelapa. Teknik pembuatan tato dilakukan dengan mengetok-ngetok menggunakan jarum.

Setelah penatoan selesai, bagian tubuh yang ditato diolesi digosokkan daun kukuet (sejenis daun lengkuas) untuk mencegah infeksi dan bengkak.

Orang yang sudah ditato dilarang mengkonsumsi makanan berminyak. Hal ini dikarenakan cairan minyak menyerap di kulit, sehingga tato tidak terbentuk.

Foto Kontributor Galerimu/Adek Firdaus
(sra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Anda punya koleksi foto jalan-jalan yang keren, liburan tak terlupakan, atau foto indah penuh makna?
Kirim foto-foto Anda untuk tampil di Galerimu Unggah Foto
Foto Terkait
Mengenal Olahraga Pilates...
Mengenal Olahraga Pilates yang Dapat Perbaiki Postur Tubuh
Program Hapus Tato Gratis...
Program Hapus Tato Gratis di Bandung
Mengenal Sosok AKBP...
Mengenal Sosok AKBP Untung Sangaji, Pahlawan Bom Sarinah yang Kini Mengabdi di Tanah Papua
Potret Hapus Tato Gratis...
Potret Hapus Tato Gratis di Jakarta
Mengintip Dunia Kopi...
Mengintip Dunia Kopi yang Tersembunyi di Pasar Santa
Wanita yang Dibakar...
Wanita yang Dibakar Warga di Sorong Meninggal Dunia
Foto Terkini
EcoFlow Perluas Akses...
EcoFlow Perluas Akses Solusi Energi Pintar, Dukung Ketahanan Energi di Era Transisi Energi
1 hari yang lalu
Pemerintah Turunkan...
Pemerintah Turunkan Pajak Royalti Penulis Menjadi 1,5 Persen
1 hari yang lalu
Prudential Indonesia...
Prudential Indonesia Raih Indonesia Top Insurance Companies Awards 2026
1 hari yang lalu
IHSG Akhir Pekan Ditutup...
IHSG Akhir Pekan Ditutup Menguat 2,28 Persen
1 hari yang lalu
Pelajar Indonesia Berjaya...
Pelajar Indonesia Berjaya di Ajang Olimpiade Bahasa Inggris Internasional di Bali
1 hari yang lalu
Sakola Ngawarung Dorong...
Sakola Ngawarung Dorong Warung Kelontong dan UMKM Garut Naik Kelas
1 hari yang lalu
Foto Terpopuler
Dengan Senyuman, Dokter...
Dengan Senyuman, Dokter Tifa Hadapi Sidang Perdana Kasus Dugaan Ijazah Jokowi
Kemendukbangga/BKKBN...
Kemendukbangga/BKKBN Inisiasi Komite Kebijakan Ketenagakerjaan dan Pendidikan untuk Optimalkan Bonus Demografi Menuju Indonesia Maju
Tingkat Polusi Jakarta...
Tingkat Polusi Jakarta Tertinggi di Dunia
Bisnis Indonesia Awards...
Bisnis Indonesia Awards 2026: MSIN Dinobatkan sebagai Perusahaan Terbaik Sektor Media dan Hiburan
Pemerintah Resmi Berlakukan...
Pemerintah Resmi Berlakukan Registrasi Biometrik untuk Nomor Seluler Baru
Bank DBS Indonesia Perkuat...
Bank DBS Indonesia Perkuat Komitmen Bangun Masa Depan Inklusif melalui Program People of Purpose untuk Lansia