Sakola Ngawarung Dorong Warung Kelontong dan UMKM Garut Naik Kelas
Jum'at, 03 Juli 2026 - 21:22 WIB
A
A
A
Yayasan Senyum Untuk Negeri, bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Garut, menyelenggarakan kegiatan Sakola Ngawarung di Gedung Pendopo Kabupaten Garut, Rabu (1/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari Program C-LIVE (Community-Led Initiative for Versatile and Empowerment) yang bertujuan memperkuat kapasitas pelaku usaha mikro, meningkatkan daya saing warung kelontong, serta memperluas peluang pemasaran produk UMKM lokal.
Sebanyak 200 pelaku usaha mengikuti kegiatan ini, yang terdiri atas 175 pemilik warung kelontong dan 25 pelaku UMKM Wirahebat binaan Pemerintah Kabupaten Garut. Program yang turut didukung oleh Sampoerna Enterpreneurship Training Center dan Sampoerna Retail Community (SRC) di bawah Payung Program Keberlanjutan “Sampoerna untuk Indonesia” ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi pelaku usaha agar mampu mengelola usahanya secara lebih profesional sekaligus memperkuat kolaborasi antara warung kelontong dengan produk-produk unggulan UMKM lokal.
Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan pelatihan mengenai manajemen toko dan manajemen keuangan. Materi yang diberikan meliputi strategi penataan barang, strategi inventori toko, pencatatan keluar-masuk uang (kas harian), serta perhitungan break even point (BEP).
Selain sesi pelatihan, kegiatan juga menghadirkan produk UMKM Wirahebat sebagai sarana promosi produk unggulan Kabupaten Garut. Produk-produk tersebut akan melalui proses kurasi untuk selanjutnya berpeluang ditempatkan pada Pojok Lokal di Warung Mitra SRC sebagai upaya memperluas akses pasar bagi UMKM lokal.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kabupaten Garut Luthfianisa Putri Karlinamenyampaikan apresiasi kepada Yayasan Senyum Untuk Negeri serta Program Keberlanjutan ”Sampoerna untuk Indonesia’’ atas komitmennya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penyelenggaraan Program Sakola Ngawarung.
"Terima kasih telah menghadirkan program pemberdayaan yang secara langsung menyentuh kebutuhan masyarakat dan pelaku UMKM. Program ini menjadi contoh nyata kolaborasi antara dunia usaha, lembaga pengembangan masyarakat, dan pemerintah, dalam memperkuat ekonomi kerakyatan yang dapat menjadi kebanggaan Kabupaten Garut," ujar Luthfianisa.
Beliau juga berharap Program Sakola Ngawarung mampu memberikan dampak yang berkelanjutan bagi perkembangan usaha para peserta.
"Kami berharap program ini tidak berhenti sebagai kegiatan pelatihan semata, tetapi menjadi langkah awal lahirnya UMKM yang semakin tangguh, inovatif, dan memiliki daya saing. Selain itu, diharapkan pula terbentuk jejaring antarpelaku usaha yang dapat saling mendukung dan bertumbuh bersama.
Kepada seluruh peserta, kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, serta mengembangkan usaha secara berkelanjutan sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi perekonomian Kabupaten Garut," tambahnya.
Ke depan, sinergi ini diharapkan terus diperkuat agar semakin banyak warung kelontong yang berkembang menjadi usaha yang lebih profesional serta semakin banyak produk UMKM lokal yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Dengan semangat kolaborasi tersebut, Sakola Ngawarung diharapkan menjadi salah satu langkah nyata dalam mewujudkan warung yang naik kelas, UMKM yang semakin berkembang, serta ekonomi Kabupaten Garut yang semakin maju dan berdaya saing.
Sebanyak 200 pelaku usaha mengikuti kegiatan ini, yang terdiri atas 175 pemilik warung kelontong dan 25 pelaku UMKM Wirahebat binaan Pemerintah Kabupaten Garut. Program yang turut didukung oleh Sampoerna Enterpreneurship Training Center dan Sampoerna Retail Community (SRC) di bawah Payung Program Keberlanjutan “Sampoerna untuk Indonesia” ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi pelaku usaha agar mampu mengelola usahanya secara lebih profesional sekaligus memperkuat kolaborasi antara warung kelontong dengan produk-produk unggulan UMKM lokal.
Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan pelatihan mengenai manajemen toko dan manajemen keuangan. Materi yang diberikan meliputi strategi penataan barang, strategi inventori toko, pencatatan keluar-masuk uang (kas harian), serta perhitungan break even point (BEP).
Selain sesi pelatihan, kegiatan juga menghadirkan produk UMKM Wirahebat sebagai sarana promosi produk unggulan Kabupaten Garut. Produk-produk tersebut akan melalui proses kurasi untuk selanjutnya berpeluang ditempatkan pada Pojok Lokal di Warung Mitra SRC sebagai upaya memperluas akses pasar bagi UMKM lokal.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kabupaten Garut Luthfianisa Putri Karlinamenyampaikan apresiasi kepada Yayasan Senyum Untuk Negeri serta Program Keberlanjutan ”Sampoerna untuk Indonesia’’ atas komitmennya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penyelenggaraan Program Sakola Ngawarung.
"Terima kasih telah menghadirkan program pemberdayaan yang secara langsung menyentuh kebutuhan masyarakat dan pelaku UMKM. Program ini menjadi contoh nyata kolaborasi antara dunia usaha, lembaga pengembangan masyarakat, dan pemerintah, dalam memperkuat ekonomi kerakyatan yang dapat menjadi kebanggaan Kabupaten Garut," ujar Luthfianisa.
Beliau juga berharap Program Sakola Ngawarung mampu memberikan dampak yang berkelanjutan bagi perkembangan usaha para peserta.
"Kami berharap program ini tidak berhenti sebagai kegiatan pelatihan semata, tetapi menjadi langkah awal lahirnya UMKM yang semakin tangguh, inovatif, dan memiliki daya saing. Selain itu, diharapkan pula terbentuk jejaring antarpelaku usaha yang dapat saling mendukung dan bertumbuh bersama.
Kepada seluruh peserta, kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, serta mengembangkan usaha secara berkelanjutan sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi perekonomian Kabupaten Garut," tambahnya.
Ke depan, sinergi ini diharapkan terus diperkuat agar semakin banyak warung kelontong yang berkembang menjadi usaha yang lebih profesional serta semakin banyak produk UMKM lokal yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Dengan semangat kolaborasi tersebut, Sakola Ngawarung diharapkan menjadi salah satu langkah nyata dalam mewujudkan warung yang naik kelas, UMKM yang semakin berkembang, serta ekonomi Kabupaten Garut yang semakin maju dan berdaya saing.
(sra)