Marsha Damita: SDM Pekerja...
1/3
Menuju Indonesia emas pada tahun 2045, pemerintah menurut caleg PSI untuk daerah pemilihan DKI Jakarta 2 nomor urut 4 Marsha Damita Siagian masih harus banyak berbenah, salah satunya adalah peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) pada para pekerja migran.
Marsha Damita: SDM Pekerja...
2/3
Menurut Marsha yang sempat tinggal selama 12 tahun diluar negeri untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi, persoalan sosialisasi dan edukasi bagi para pekerja migran atau WNI yang akan bekerja diluar negeri sangatlah penting untuk ditempuh, dimana hal tersebut harus difasilitasi oleh negara.
Marsha Damita: SDM Pekerja...
3/3
Marsha yang tengah mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI menambahkan bahwa jika dirinya terpilih sebagai anggota dewan maka persoalan sosialisasi dan edukasi bagi para pekerja migran akan terus ditingkatkan agar mereka bisa mempersiapkan diri secara lebih maksimal di tanah air sebelum diberangkatkan ke luar negeri.
Marsha Damita: SDM Pekerja...
Marsha Damita: SDM Pekerja...
Marsha Damita: SDM Pekerja...

Marsha Damita: SDM Pekerja Migran Harus Dibenahi

Sabtu, 10 Februari 2024 - 15:20 WIB
A A A
Jakarta - Menuju Indonesia emas pada tahun 2045, pemerintah menurut caleg PSI untuk daerah pemilihan DKI Jakarta 2 nomor urut 4 Marsha Damita Siagian masih harus banyak berbenah, salah satunya adalah peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) pada para pekerja migran.

Menurut Marsha yang sempat tinggal selama 12 tahun diluar negeri untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi, persoalan sosialisasi dan edukasi bagi para pekerja migran atau WNI yang akan bekerja diluar negeri sangatlah penting untuk ditempuh, dimana hal tersebut harus difasilitasi oleh negara.

"Saya sering mendengar Tenaga kerja Indonesia (TKI) diluar negeri kesulitan untuk datang tepat waktu ke tempat kerja terutama pada saat musim dingin tiba. Persoalan medis seperti kurangnya vitamin D imbas dari datangnya musim dingin adalah persoalan tersendiri yang dihadapi pekerja migran akibat minimnya sosialisasi," tandas Marsha disela-sela kampanyanya di kawasan Tanah Abang Jakarta pada Jumat (9/2).

Marsha yang tengah mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI menambahkan bahwa jika dirinya terpilih sebagai anggota dewan maka persoalan sosialisasi dan edukasi bagi para pekerja migran akan terus ditingkatkan agar mereka bisa mempersiapkan diri secara lebih maksimal di tanah air sebelum diberangkatkan ke luar negeri.

Penyuluhan-penyuluhan untuk beradaptasi agar bisa lebih disiplin ketika bekerja di negara orang tandas Marsha juga perlu ditingkatkan. Begitu juga persoalan penguasaan bahasa asing terutama bahasa Inggris, dianggap Marsha masih dirasa kurang terutama ketika pekerja migran memperoleh kesempatan untuk mendapatkan promosi jabatan yang lebih tinggi.

"Kemampuan berbahasa asing tidak diperoleh secara instan dan harus dilatih bertahun-tahun, untuk itu peran kementerian pendidikan untuk melatih bahasa asing bagi pekerja migran perlu diperluas. Pekerja migran harus bisa berkomunikasi dengan baik dengan bahasa internasional. Hal seperti ini simpel tetapi pelatihan berbahasa asing sering terabaikan sehingga pekerja migran kurang mengetahui akan hak-haknya ketika berada disebuah negara," jelas Marsha yang menyelesaikan gelar doktornya di London College of Fashion.

Minimnya kemampuan berbahasa asing lanjut Marsha juga bisa berdampak kepada penyalahgunaan visa dan berimbas kepada tindak kejahatan perdagangan orang. Jika pekerja migran tidak menguasai bahasa internasional maka efek dominonya saat berada diluar negeri ungkap Marsha memang sangat banyak.

Saat ini menurut Marsha masih banyak agen nakal yang mengirim pekerja migran dengan visa yang salah dan mengakibatkan para TKI sering terlantar di negara orang karena minimnya informasi di tanah air. Dari sini jelas Marsha pemerintah harus banyak belajar dari kesalahan-kesalahan dimasa lalu dan terus memperbaiki mekanisme pengiriman pekerja migran.

"Intinya persoalan-persoalan seperti menekan agen yang nakal, edukasi tentang hak dan kewajiban pekerja migran serta iSmunisasi calon pekerja perlu lebih disosialisasikan. Infomasi seputar paspor tanpa visa dan sejenisnya serta cara meminta perlindungan di luar negeri juga perlu lebih diinformasikan," ucap Marsha.

Sejauh ini sepengetahuan Marsa, negara-negara seperti Malaysia, Arab Saudi, Singapura serta Hongkong masih mendominasi negara tujuan pekerja migran dan sebaiknya pemerintah juga terus mensosialisasikan kultur dan budaya di negara tersebut sehingga calon TKI kian banyak memperoleh informasi dari negara yang akan dikunjungi.
(sra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Anda punya koleksi foto jalan-jalan yang keren, liburan tak terlupakan, atau foto indah penuh makna?
Kirim foto-foto Anda untuk tampil di Galerimu Unggah Foto
Foto Terkait
Kerjasama pengiriman...
Kerjasama pengiriman Pekerja Migran Indonesia
Malaysia Deportasi Pekerja...
Malaysia Deportasi Pekerja Migran Indonesia Bermasalah
485 Pekerja Migran di...
485 Pekerja Migran di Pamekasan Dikarantina
Aksi Solidaritas Perjuangan...
Aksi Solidaritas Perjuangan Pekerja Migran Indonesia
BPJamsostek Serahkan...
BPJamsostek Serahkan Bantuan Untuk Pekerja Migran Indonesia
Malaysia Deportasi 157...
Malaysia Deportasi 157 Pekerja Migran Indonesia Bermasalah
Foto Terkini
Aksi Perenang Bersaing...
Aksi Perenang Bersaing di Opening Indonesia Short Course Emerging Series 2026
26 menit yang lalu
Saiful Mujani Penuhi...
Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya
15 jam yang lalu
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
15 jam yang lalu
Suaraga 2026 Hadir di...
Suaraga 2026 Hadir di Solo, Padukan Musik, Wellness, dan Budaya dalam Satu Festival
16 jam yang lalu
Rebranding, Asuransi...
Rebranding, Asuransi Inhealth Pastikan Layanan Tetap Optimal di Mitra Provider
18 jam yang lalu
Skuad Garuda Jalani...
Skuad Garuda Jalani Latihan Resmi Jelang Laga Kontra Oman di GBK
20 jam yang lalu
Foto Terpopuler
Begini Tampang Lesu...
Begini Tampang Lesu Eks Kepala BGN Diborgol dan Pakai Baju Tahanan Kejagung
Nadiem Makarim Bacakan...
Nadiem Makarim Bacakan Pleidoi atas Tuntutan 18 Tahun Penjara di Kasus Chromebook
Wamen Imipas Silmy Karim...
Wamen Imipas Silmy Karim Menyerahkan Diri ke KPK
Momen Nadiem Kenakan...
Momen Nadiem Kenakan Jaket Ojol Jelang Sidang Pleidoi
SPTO Bagikan Dividen...
SPTO Bagikan Dividen Rp189 Miliar dari Laba 2025
Inflasi Mei 2026 Naik...
Inflasi Mei 2026 Naik 0,28 Persen, Cabai Merah Jadi Pemicu Utama