Perkuat Kapasitas, KLH/BPLH...
1/4
Senyawa Polychlorinated Biphenyls (PCBs) merupakan salah satu jenis senyawa pencemar organik yang persisten (Persistent Organics Pollutant/POPs) yang ditargetkan untuk phase-out pada tahun 2028 mendatang.
Perkuat Kapasitas, KLH/BPLH...
2/4
Senyawa Polychlorinated Biphenyls (PCBs) merupakan salah satu jenis senyawa pencemar organik yang persisten (Persistent Organics Pollutant/POPs) yang ditargetkan untuk phase-out pada tahun 2028 mendatang.
Perkuat Kapasitas, KLH/BPLH...
3/4
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/Badan Pengendalian LIngkungan Hidup (BPLH) terus menggaungkan Indonesia Bebas PCBs Tahun 2028) melalui berbagai kegiatan sosialisasi dan peningkatan kapasitas, baik daring maupun luring, kepada masyarakat, khususnya dunia industri, untuk membangun kesadaran terhadap bahaya PCBs bagi Kesehatan dan lingkungan hidup.
Perkuat Kapasitas, KLH/BPLH...
4/4
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/Badan Pengendalian LIngkungan Hidup (BPLH) terus menggaungkan Indonesia Bebas PCBs Tahun 2028) melalui berbagai kegiatan sosialisasi dan peningkatan kapasitas, baik daring maupun luring, kepada masyarakat, khususnya dunia industri, untuk membangun kesadaran terhadap bahaya PCBs bagi Kesehatan dan lingkungan hidup.
Perkuat Kapasitas, KLH/BPLH...
Perkuat Kapasitas, KLH/BPLH...
Perkuat Kapasitas, KLH/BPLH...
Perkuat Kapasitas, KLH/BPLH...

Perkuat Kapasitas, KLH/BPLH Gelar Pelatihan tentang Pengelolaan PCBs

Jum'at, 18 April 2025 - 07:48 WIB
A A A
Senyawa Polychlorinated Biphenyls (PCBs) merupakan salah satu jenis senyawa pencemar organik yang persisten (Persistent Organics Pollutant/POPs) yang ditargetkan untuk phase-out pada tahun 2028 mendatang. Senyawa ini banyak ditemukan pada industri yang menggunakan trafo Listrik.

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/Badan Pengendalian LIngkungan Hidup (BPLH) terus menggaungkan “Indonesia Bebas PCBs Tahun 2028) melalui berbagai kegiatan sosialisasi dan peningkatan kapasitas, baik daring maupun luring, kepada masyarakat, khususnya dunia industri, untuk membangun kesadaran terhadap bahaya PCBs bagi Kesehatan dan lingkungan hidup.

Demikian disampaikan Direktur Pengelolaan B3 KLHBPLH, DR. Ir. Haruki Agustina, M.Sc disela-sela kegiatan Technical Meeting bertema Enhancing Understanding of PCBs Management in Preparation for PCB Project Phase 2 di Jakarta, hari Rabu (16/4) kemarin.

Kegiatan technical meeting kali ini ditujukan khusus bagi para ASN di lingkungan Direktorat Pengelolaan B3 KLH/BPLH. Harapannya, melalui forum ini dapat mengedukasi dan meningkatkan pemahaman para ASN yang nantinya akan terjun langsung ke lapangan saat kegiatan penghapusan PCBs dilaksanakan.

"Harapan saya, melalui forum ini bisa memperkaya dan mengedukasi seluruh peserta yang hadir. sehingga kita punya persepsi yang sama tentang apa itu PCBs, bagaimana kebijakannya, bagaimana pengelolaannya, termasuk regulasinya," ujar Haruki.

Disinggung mengenai target penghapusan PCBs dari bumi Nusantara pada tahun 2028, Direktur Pengelolaan B3 menyampaikan optimismenya, sebab saat ini, pasca pelaksanaan PCB Project Phase 1 yang berakhir tahun2023 lalu, Indonesia di mata dunia telah dinilai cukup berhasil dalam pengelolaan PCBs, karena memiliki regulasi yang mengatur tentang pengelolaan PCBs, data hasil inventori, serta fasilitas pengelolaan PCBs di dalam negeri.

"Data itu cukup, tinggal dielaborasi, diperluas lagi. Di samping itu, PCBs ini kan kita tuangkan dalam Permen 29 Tahun 2020, di mana ada aturan tata kelolanya. Ditambah lagi, kita punya fasilitas pengolahannya, itu kelebihan kita dari banyak negara lain. Kita harus optimalisasikan untuk pemanfaatan pemusnahan PCBs hingga 2028," katanya.

Menambahkan penjelasan Haruki, salahsatu narasumber yang merupakan pakar PCBs Management Expert Rio Deswandi menyebutkan dalam melihat PCBs, hal yang dilakukan terlebih dahulu adalah inventarisasi. "Dari inventarisasi ini akan mencatat sumber-sumber PCBs base on form yang di provide oleh UNEP (United Nation Enviroment Program). Nanti Kementerian bisa melihat yang suspect PCBs, prosesnya nanti baru uji visual kemudian (diperoleh) mana yang harus GC-ECD (diuji laboratorium). Dari situ baru kita punya data yang lengkap dan identifikasi yang tepat serta rekomendasi lebih lanjutnya," bebernya.

Di tempat yang sama, Direktur Technical dan SHEQ PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) sebagai perusahaan pengelolaan limbah terintegrasi di Indonesia menyatakan siap menampung dan mengolah limbah PCBs dari industri. "Kalau dari project PCBs ini, sejak 2021 ada sekitar 120 sampai 130 ton limbah PCBs yang sudah diterima atau dikelola PPLI," ungkapnya.

Jumlah tersebut, lanjut Elpido dihasilkan dari kurang lebih 10 perusahaan. "Biasanya limbah kita jemput. Karena memang sebagai penghasil mereka tidak punya armada untuk mengangkut. Jadi, kita memberikan jasa juga untuk pengangkutan limbah ini dari klien sampai ke PPLI," imbuhnya.

Bicara kapasitas dan fasilitas Elpido mengungkapkan saat ini satu hari PPLI mampu mengolah sekitar 10 ton.

Dalam kesempatan tersebut Elpido juga menjelaskan bahaya limbah PCBs sendiri, Pertama, bagi manusia bisa menyebabkan kanker atau yang sifatnya karsinogenik. "Kedua dampak bagi lingkungan hidup karena ini tidak terurai di lingkungan berarti bertahan cukup lama sehingga dampaknya sangat mungkin sampai ke manusia dan makhluk hidup lainnya.

Secara progres dan tahapan yang sudah berjalan, PPLI yakin Pemerintah dalam hal ini KLH atau DLH, kemudian perusahaan-perusahaan sendiri, sepertinya berprogres. "Insya Allah kita bisa mencapai target ini (bebas PCBs) di 2028. Apalagi ke depan rencananya pemerintah akan memasukkan PCBs ini sebagai salah satu penilaian kriteria di proper. Sehingga kita harapkan gaungnya makin luas dan makin banyak industri yang paham tentang PCBs serta bagaimana mengelolanya," tutupnya.

Kegiatan Technical Meeting sendiri menghadirkan narasumber diantaranya Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Madya KLH/BPLH, Grace Juanita R. Siregar, dan Penyuluh Lingkungan Hidup Ahli Madya KLH/BPLH,RenoArif.
(sra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Anda punya koleksi foto jalan-jalan yang keren, liburan tak terlupakan, atau foto indah penuh makna?
Kirim foto-foto Anda untuk tampil di Galerimu Unggah Foto
Foto Terkait
KAPPI Perkuat Kapasitas...
KAPPI Perkuat Kapasitas Perempuan di Rantai Nilai Kopi melalui Pelatihan KWT di Wonosobo
Kolaborasi Perkuat Solusi...
Kolaborasi Perkuat Solusi Pengelolaan Investasi bagi Nasabah
Pelatihan Pengelolaan...
Pelatihan Pengelolaan Sampah dan Bantuan Bibit Pohon Buah di Hutan Cempaka
Pelatihan Pengelolaan...
Pelatihan Pengelolaan Zero Waste dan Tanam Bibit di Desa Wisata Edelweiss
Basarnas Semarang Gelar...
Basarnas Semarang Gelar Pelatihan Pemurnian Air
Kemitraan Pertamina...
Kemitraan Pertamina Patra Niaga dan PT PPLI Perkuat Pengelolaan Limbah Berkelanjutan
Foto Terkini
Suasana SPBU di Jakarta...
Suasana SPBU di Jakarta Usai Harga Pertamax Meroket menjadi Rp16.250 Per Liter
15 jam yang lalu
Diskon Hingga 50 Persen...
Diskon Hingga 50 Persen dan Hadiah Langsung! United Bike dan United E-Motor Meriahkan Jakarta Fair 2026
15 jam yang lalu
Suasana Pom Bensin Usai...
Suasana Pom Bensin Usai Kenaikan Harga Pertamax Nyaris Rp4.000 per Liter
16 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Warga Beralih ke Pertalite
16 jam yang lalu
SwipeRx Sukses Gelar...
SwipeRx Sukses Gelar IPEC 2026 ke-IV, Satukan Lebih dari 1.500 Apoteker dalam Ajang Farmasi Terbesar di Indonesia
16 jam yang lalu
Allianz Indonesia Perkuat...
Allianz Indonesia Perkuat Komitmen Waste Management Lewat Program Upscaling Eco Enzyme 2026
17 jam yang lalu
Foto Terpopuler
Raih Guinness World...
Raih Guinness World Records, Layanan Umrah Indonesia Tembus Standar Global
Rupiah Tembus Rp18.000,...
Rupiah Tembus Rp18.000, Ukuran Tahu di Depok Berkurang 2 Sentimeter
Komisi VIII DPR dan...
Komisi VIII DPR dan Menteri Agama Bahas Pengawasan Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren
Raker Komisi IX DPR,...
Raker Komisi IX DPR, Menkes Paparkan Ancaman Krisis Dokter di Indonesia
Latihan Timnas Indonesia...
Latihan Timnas Indonesia Jelang Hadapi Mozambik
Shin Tae-yong Resmi...
Shin Tae-yong Resmi Nahkodai Persija Jakarta