KAPPI Perkuat Kapasitas...
1/4
Yayasan Pendidikan Pengembangan Perkopian Indonesia (KAPPI) memperkuat peran perempuan dalam rantai nilai kopi melalui pelatihan bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) di Wonosobo. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan kapasitas produksi, diversifikasi produk, serta akses pasar di tingkat komunitas.
KAPPI Perkuat Kapasitas...
2/4
Yayasan Pendidikan Pengembangan Perkopian Indonesia (KAPPI) memperkuat peran perempuan dalam rantai nilai kopi melalui pelatihan bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) di Wonosobo. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan kapasitas produksi, diversifikasi produk, serta akses pasar di tingkat komunitas.
KAPPI Perkuat Kapasitas...
3/4
Yayasan Pendidikan Pengembangan Perkopian Indonesia (KAPPI) memperkuat peran perempuan dalam rantai nilai kopi melalui pelatihan bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) di Wonosobo. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan kapasitas produksi, diversifikasi produk, serta akses pasar di tingkat komunitas.
KAPPI Perkuat Kapasitas...
4/4
Yayasan Pendidikan Pengembangan Perkopian Indonesia (KAPPI) memperkuat peran perempuan dalam rantai nilai kopi melalui pelatihan bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) di Wonosobo. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan kapasitas produksi, diversifikasi produk, serta akses pasar di tingkat komunitas.
KAPPI Perkuat Kapasitas...
KAPPI Perkuat Kapasitas...
KAPPI Perkuat Kapasitas...
KAPPI Perkuat Kapasitas...

KAPPI Perkuat Kapasitas Perempuan di Rantai Nilai Kopi melalui Pelatihan KWT di Wonosobo

Jum'at, 24 April 2026 - 21:32 WIB
A A A
Wonosobo, Jawa Tengah, 22 April 2026 — Yayasan Pendidikan Pengembangan Perkopian Indonesia (KAPPI) memperkuat peran perempuan dalam rantai nilai kopi melalui pelatihan bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) di Wonosobo. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan kapasitas produksi, diversifikasi produk, serta akses pasar di tingkat komunitas.

Pelatihan yang berlangsung pada 6–7 April 2026 di Resto Anjani tersebut melibatkan sekitar 30 peserta dari KWT Mawar Putih dan Maju Mukti. Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan penguatan keterampilan praktis sekaligus membuka peluang ekonomi berbasis potensi lokal.

Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pendampingan mulai dari pengolahan bahan baku menjadi produk bernilai tambah, teknik penyajian (plating), hingga pengemasan (packaging) yang lebih kompetitif di pasar. Sejumlah produk olahan yang dikembangkan mencakup makanan dan minuman berbasis bahan lokal, termasuk pemanfaatan kopi sebagai bagian dari inovasi produk turunan.

Selain penguatan di sisi produksi, pelatihan juga mencakup aspek pemasaran, termasuk pengenalan strategi digital marketing. Peserta dibekali kemampuan memotret produk menggunakan perangkat sederhana, mengolah visual konten, serta memanfaatkan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung promosi secara mandiri.

Roby Wibisono, mewakili KAPPI (Yayasan Pendidikan Pengembangan Perkopian Indonesia), menyampaikan bahwa penguatan kapasitas di tingkat komunitas, khususnya perempuan, merupakan elemen penting dalam menjaga keberlanjutan sektor kopi nasional.

“Rantai nilai kopi tidak hanya berhenti di produksi biji, tetapi juga pada bagaimana nilai tambah diciptakan di tingkat komunitas. Perempuan memiliki peran strategis dalam proses ini, terutama dalam pengolahan dan pengembangan produk turunan. Karena itu, penguatan kapasitas menjadi kunci agar mereka dapat masuk ke aktivitas ekonomi yang lebih produktif,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan yang dilakukan KAPPI menitikberatkan pada keterampilan yang aplikatif dan relevan dengan kondisi lokal, sehingga memiliki potensi untuk langsung diadopsi dan dikembangkan oleh peserta.

“Kami melihat bahwa potensi ekonomi berbasis kopi di tingkat komunitas masih sangat besar. Dengan dukungan pengetahuan yang tepat—mulai dari produksi hingga pemasaran—komunitas dapat meningkatkan daya saing sekaligus memperluas sumber pendapatan,” tambahnya.

Salah satu peserta pelatihan, Marlianingsih, mengungkapkan bahwa kegiatan ini membuka wawasan baru terkait pengolahan bahan baku lokal menjadi produk bernilai jual.

“Selama ini kami hanya melihat dari media sosial, tetapi melalui pelatihan ini kami bisa langsung praktik. Saya jadi lebih percaya diri untuk mencoba mengembangkan produk sendiri, termasuk rencana membuat snack box untuk menambah penghasilan,” ujarnya.

Selain peningkatan kapasitas individu, pelatihan ini juga mendorong penguatan kolaborasi antar anggota komunitas. Hal tersebut tercermin dari keterlibatan aktif peserta dalam seluruh rangkaian kegiatan, termasuk dalam penyediaan konsumsi yang berasal dari hasil olahan mereka sendiri.

Sebagai bagian dari dukungan keberlanjutan program, KAPPI juga menyerahkan bantuan peralatan kepada kelompok peserta pada akhir kegiatan. Dukungan ini diharapkan dapat mempercepat implementasi hasil pelatihan ke dalam kegiatan ekonomi produktif.

Melalui program ini, KAPPI menegaskan komitmennya dalam mendorong pemberdayaan berbasis komunitas sebagai bagian dari strategi penguatan sektor kopi nasional. Upaya ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperluas basis ekonomi berbasis kopi di tingkat lokal.
(sra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Anda punya koleksi foto jalan-jalan yang keren, liburan tak terlupakan, atau foto indah penuh makna?
Kirim foto-foto Anda untuk tampil di Galerimu Unggah Foto
Foto Terkait
Diplomasi Kopi Indonesia...
Diplomasi Kopi Indonesia di World Expo 2025: KAPPI Perkuat Jejak Kopi Nusantara di Jepang
Perkuat Kapasitas, KLH/BPLH...
Perkuat Kapasitas, KLH/BPLH Gelar Pelatihan tentang Pengelolaan PCBs
Dari Tokyo ke Osaka:...
Dari Tokyo ke Osaka: KAPPI Tegaskan Komitmen Global untuk Kopi Indonesia di Jepang
Sampoerna Perkuat Komitmen...
Sampoerna Perkuat Komitmen Investasi untuk Penciptaan Nilai Berkelanjutan di Indonesia
Yayasan Astra dan Kemenperin...
Yayasan Astra dan Kemenperin Perkuat Rantai Pasok Serai Wangi di Lebak, Banten
Menhub dan Menko PMK...
Menhub dan Menko PMK Cicip Kopi Peserta Pelatihan Barista di Masjid Ash Shomad
Foto Terkini
Mall Anggota APPBI DKI...
Mall Anggota APPBI DKI Jakarta Gelar Pawai Defile di CFD Sambut HUT ke-499 Jakarta
5 jam yang lalu
Antrean Panjang Pengunjung...
Antrean Panjang Pengunjung di Pintu Masuk Jakarta Fair 2026
23 jam yang lalu
Liga Aspal U-13 Hadirkan...
Liga Aspal U-13 Hadirkan Semangat Sepak Bola di Tengah Keterbatasan Ruang Bermain
23 jam yang lalu
Pameran Menyibak Kabut...
Pameran Menyibak Kabut Angkat 100 Tahun Kelahiran Pelukis Zaini
23 jam yang lalu
Rumah Sahabat BCA Syariah...
Rumah Sahabat BCA Syariah Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah
1 hari yang lalu
Mahasiswa Trisakti dan...
Mahasiswa Trisakti dan Esa Unggul Gaungkan Kembali Tritura di Depan DPR RI
1 hari yang lalu
Foto Terpopuler
Abhiseka Manggala Majapahit,...
Abhiseka Manggala Majapahit, Pelepasan Siswa KB-TK Labschool Jakarta Penuh Pesona Budaya
Kolaborasi Tokopedia,...
Kolaborasi Tokopedia, TikTok Shop, dan Kementerian UMKM Perkuat Daya Saing UMKM Balikpapan
Jalur Kereta Sumbar,...
Jalur Kereta Sumbar, Penghubung Sejarah, Wisata, dan Kehidupan
CoZi LASIK, Inovasi...
CoZi LASIK, Inovasi Terbaru JEC Menteng untuk Penglihatan Lebih Baik
Unjuk Rasa di DPR, Massa...
Unjuk Rasa di DPR, Massa HMI Bawa Boneka Jelangkung
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik