Lokakarya Komunikasi...
1/3
Food Industry Asia (FIA) dan Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) bersama-sama menyelenggarakan Scientific Communication Workshop : Empowering Evidence-Based Policies, Reformulation & Public Health Collaboration di Jakarta. Workshop ini mempertemukan para wakil pemerintah, akademisi dan pemimpin industri, dengan tujuan memperkuat landasan pengambilan kebijakan berbasis sains di Indonesia, khususnya melalui strategi reformulasi pangan untuk secara efektif menghadapi tantangan kesehatan masyarakat, terutama yang disebabkan oleh Penyakit Tidak Menular (PTM).
Lokakarya Komunikasi...
2/3
Food Industry Asia (FIA) dan Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) bersama-sama menyelenggarakan Scientific Communication Workshop : Empowering Evidence-Based Policies, Reformulation & Public Health Collaboration di Jakarta. Workshop ini mempertemukan para wakil pemerintah, akademisi dan pemimpin industri, dengan tujuan memperkuat landasan pengambilan kebijakan berbasis sains di Indonesia, khususnya melalui strategi reformulasi pangan untuk secara efektif menghadapi tantangan kesehatan masyarakat, terutama yang disebabkan oleh Penyakit Tidak Menular (PTM).
Lokakarya Komunikasi...
3/3
Para peserta mempelajari praktik terbaik global dalam reformulasi pangan, metodologi penilaian risiko dan bahaya dari lembaga internasional, serta mendiskusikan bagaimana pendekatan-pendekatan tersebut dapat menginformasikan kebijakan pangan Indonesia ke depan. Kolaborasi dan kemitraan antara sektor publik dan swasta, disorot sebagai elemen penting untuk mendorong inovasi, memperkuat kepercayaan konsumen dan mencapai hasil kesehatan yang berkelanjutan.
Lokakarya Komunikasi...
Lokakarya Komunikasi...
Lokakarya Komunikasi...

Lokakarya Komunikasi Ilmiah Pamerkan Strategi Berbasis Bukti untuk Kebijakan Reformulasi Pangan dan Kesehatan Masyarakat di Indonesia

Rabu, 30 April 2025 - 14:57 WIB
A A A
Jakarta - Food Industry Asia (FIA) dan Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) bersama-sama menyelenggarakan Scientific Communication Workshop : Empowering Evidence-Based Policies, Reformulation & Public Health Collaboration di Jakarta. Workshop ini mempertemukan para wakil pemerintah, akademisi dan pemimpin industri, dengan tujuan memperkuat landasan pengambilan kebijakan berbasis sains di Indonesia, khususnya melalui strategi reformulasi pangan untuk secara efektif menghadapi tantangan kesehatan masyarakat, terutama yang disebabkan oleh Penyakit Tidak Menular (PTM).

Inisiatif ini dilaksanakan pada saat yang sangat krusial, dimana Indonesia menghadapi beban PTM yang semakin meningkat dan menyumbang lebih dari 73% kematian nasional. Sejalan dengan diberlakukannya Peraturan Pemerintah (PP) No. 28 Tahun 2024 tentang Kesehatan yang menekankan pengendalian konsumsi gula, garam dan lemak tidak sehat secara berlebihan, workshop ini menjadi wadah penguatan kapasitas.

Para peserta mempelajari praktik terbaik global dalam reformulasi pangan, metodologi penilaian risiko dan bahaya dari lembaga internasional, serta mendiskusikan bagaimana pendekatan-pendekatan tersebut dapat menginformasikan kebijakan pangan Indonesia ke depan. Kolaborasi dan kemitraan antara sektor publik dan swasta, disorot sebagai elemen penting untuk mendorong inovasi, memperkuat kepercayaan konsumen dan mencapai hasil kesehatan yang berkelanjutan.

Prof. Asnawi Abdullah, PhD, Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, membuka sesi dengan menegaskan kembali komitmen pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Prof. Asnawi juga menekankan pentingnya penanggulangan peningkatan prevalensi PTM sebagai komponen utama dari misi tersebut.

“Reformulasi pangan sangat krusial, karena sebanyak 73% kematian di Indonesia terkait dengan PTM,” ujar Prof. Asnawi.

Dengan mengurangi kandungan gula, garam, dan lemak dalam produk makanan serta menerapkan pelabelan gizi yang jelas dan sistem peringkat gizi, kita dapat memberdayakan konsumen untuk membuat pilihan yang lebih sehat. Inisiatif ini tidak hanya mengurangi risiko PTM, tetapi juga memungkinkan industri menyediakan pilihan yang lebih baik, memberi manfaat bagi masyarakat maupun pelaku usaha.

Prof. Asnawi juga menekankan pentingnya kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan pelaku industri untuk mendorong reformasi penting ini. “Kita harus bekerja sama menciptakan lingkungan di mana pilihan makanan yang lebih sehat dapat diakses dan diminati oleh masyarakat,” tutup Prof. Asnawi sambil menegaskan pentingnya kemitraan dalam upaya ini.

Sementara itu Matt Kovac, CEO Food Industry Asia, menekankan pentingnya kemitraan publik-swasta dalam menghadirkan solusi yang praktis dan dapat diperluas untuk meningkatkan gizi dan mengurangi beban PTM. Matt menyampaikan harapannya agar workshop ini menjadi awal dari kolaborasi jangka panjang yang sejalan dengan prioritas nasional Indonesia dalam bidang kesehatan dan gizi, serta menegaskan kembali komitmen FIA untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam mencapai tujuan bersama untuk masyarakat yang lebih sehat.

Hal senada juga dikatakan Adhi S. Lukman selaku Ketua Umum GAPMMI yang menekankan perlunya mengembangkan kebijakan pangan yang seimbang dan efektif yang memprioritaskan kesehatan masyarakat dan sekaligus mendorong inovasi, daya saing serta keberlanjutan ekonomi sektor pangan. "Indonesia terus membuat kemajuan yang stabil dalam mengatur sektor makanan dan minuman, yang memerlukan kolaborasi dari pemerintah, akademisi dan industri untuk menciptakan kebijakan berbasis bukti," jelas Adhi S. Lukman.

Satu fokus penting adalah reformulasi pangan secara bertahap seperti mengurangi gula, garam dan lemak untuk membantu mencegah penyakit tidak menular.

Kita juga harus melihat bagaimana negara lain mengatur hal ini, mengadaptasi praktik terbaik global sesuai dengan kebutuhan lokal kita, dengan target berbasis ilmu pengetahuan, dukungan pemerintah dan inovasi industri. GAPMMI berkomitmen untuk membantu pemerintah menciptakan peta jalan yang praktis, bertahap, dan terikat waktu untuk mencapai tujuan-tujuan ini.” tambah Adhi S. Lukman.

Workshop ditutup dengan seruan kuat untuk meningkatkan kolaborasi lintas sektor dan penerapan pendekatan berbasis bukti dalam perumusan kebijakan. Para peserta sepakat bahwa reformulasi, yang didukung oleh penelitian ilmiah dan kemitraan lintas sektor, merupakan kunci untuk mencapai peningkatan kesehatan masyarakat yang berkelanjutan, sembari memastikan inovasi industri terus berkembang.
(sra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Anda punya koleksi foto jalan-jalan yang keren, liburan tak terlupakan, atau foto indah penuh makna?
Kirim foto-foto Anda untuk tampil di Galerimu Unggah Foto
Foto Terkait
Danone SN Indonesia...
Danone SN Indonesia Hasilkan 50 Publikasi Ilmiah Internasional dan Nasional, Dorong Solusi Nutrisi dan Kesehatan Berbasis Data untuk Indonesia
Menjaga Kesehatan Masyarakat...
Menjaga Kesehatan Masyarakat Indonesia
Konsisten Berkontribusi...
Konsisten Berkontribusi untuk Kesehatan Masyarakat
KPK Pamerkan Barang...
KPK Pamerkan Barang Bukti Logam Mulia dan Uang Tunai Suap Lampung Tengah
ResepGerak.ID Diluncurkan,...
ResepGerak.ID Diluncurkan, Platform Resep Latihan Berbasis Bukti Ilmiah Pertama di Indonesia
Food Policy Fellowship...
Food Policy Fellowship Dorong Penyelarasan Kebijakan GGL dan Reformulasi Pangan Nasional
Foto Terkini
Dengan Senyuman, Dokter...
Dengan Senyuman, Dokter Tifa Hadapi Sidang Perdana Kasus Dugaan Ijazah Jokowi
33 menit yang lalu
Pelatihan Membatik di...
Pelatihan Membatik di Jakarta Pusat Dukung Pelestarian Budaya
43 menit yang lalu
Pemerintah Resmi Berlakukan...
Pemerintah Resmi Berlakukan Registrasi Biometrik untuk Nomor Seluler Baru
50 menit yang lalu
Kapoksi Komisi III Fraksi...
Kapoksi Komisi III Fraksi Gerindra Apresiasi BNN Bongkar 3,37 Ton Ganja Asal Thailand
3 jam yang lalu
KPK Tahan Bupati Kuantan...
KPK Tahan Bupati Kuantan Singingi dalam Kasus Dugaan Suap Jual Beli Jabatan
13 jam yang lalu
Ekspor Mobil Indonesia...
Ekspor Mobil Indonesia Melaju, Pengiriman CBU Naik 31,4 Persen
1 hari yang lalu
Foto Terpopuler
Ketua Umum Pemuda Pancasila...
Ketua Umum Pemuda Pancasila Diperiksa KPK Terkait Kasus Rita Widyasari
Nadiem Makarim Divonis...
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara
Dito Ariotedjo Jalani...
Dito Ariotedjo Jalani Pemeriksaan KPK Terkait Kasus Kuota Haji
Kemnaker-Sampoerna Dorong...
Kemnaker-Sampoerna Dorong Praktik Baik Hubungan Industrial Pancasila di Dunia Kerja
Ekspor Mobil Indonesia...
Ekspor Mobil Indonesia Melaju, Pengiriman CBU Naik 31,4 Persen
Nadiem Makarim Jalani...
Nadiem Makarim Jalani Sidang Putusan