Tampil Perdana di ARCH:ID,...
1/6
(Ki-ka) Lighting Design Director Pavilion95, Agust Danang Ismoyo, General Manager Marketing in-Lite, Fransiska Darmawan, Co-Founder Insignio Studio, Adianto Salim, dan Architect mensanaDANteman, Alvar Mensana sedang berbincang mengenai pencahayaan sebagai komponen esensial arsitektur pada sesi in-Lite Talk bertajuk Beyond Illumination: Lighting Through Space & Structure di Jakarta, pada Sabtu (10/5/2025). Mengusung konsep A Glowing Light Box, in-Lite Pavilion berhasil menarik perhatian para pengunjung dan juri, menjadikannya sebagai salah satu pemenang Best Booth di ARCH:ID 2025.
Tampil Perdana di ARCH:ID,...
2/6
(Ki-ka) General Manager Marketing in-Lite, Fransiska Darmawan, Lighting Design Director Pavilion95, Agust Danang Ismoyo, Co-Founder Insignio Studio, Adianto Salim, dan Architect mensanaDANteman, Alvar Mensana sedang berfoto bersama pada sesi in-Lite Talk bertajuk Beyond Illumination: Lighting Through Space & Structure di Jakarta, pada Sabtu (10/5/2025). Pada acara ini, para narasumber berbagi inspirasi bahwa pencahayaan bukan lagi sekadar pertimbangan akhir, melainkan berperan dalam membentuk narasi desain, dari konsepsi hingga realisasi.
Tampil Perdana di ARCH:ID,...
3/6
(Ki-ka) Lighting Design Director Pavilion95, Agust Danang Ismoyo, General Manager Marketing in-Lite, Fransiska Darmawan, Co-Founder Insignio Studio, Adianto Salim berfoto bersama di in-Lite Pavilion bertajuk A Glowing Light Box, yang dirancang secara eksklusif oleh Pavilion95 dan Insignio Studio. Terletak di Hall 6 No. 079 area Jembatan Khatulistiwa, in-Lite Pavilion ini menempati salah satu titik strategis dalam ajang tersebut serta terkoneksi langsung dengan jembatan. Pengunjung dapat merasakan peran cahaya terhadap ruang secara langsung melalui lima bagian imersif: The Chandeliers, The Void, The Room, The Corridor, dan The Garden.
Tampil Perdana di ARCH:ID,...
4/6
Pada acara tersebut, in-Lite bersama Pavilion95 dan Insignio Studio, yang merupakan konseptor dan desainer dari in-Lite Pavilion bertajuk A Glowing Light Box, serta mensanaDANteman sebagai perwakilan para arsitek yang menciptakan konsep Performative Archipelago dan mewujudkan Jembatan Khatulistiwa, instalasi terbesar di perhelatan ARCH:ID 2025, membagikan bagaimana mereka mengeksplorasi pencahayaan dalam mengoptimalkan ruang dan mempertegas struktur bangunan.
Tampil Perdana di ARCH:ID,...
5/6
Pada acara tersebut, in-Lite bersama Pavilion95 dan Insignio Studio, yang merupakan konseptor dan desainer dari in-Lite Pavilion bertajuk A Glowing Light Box, serta mensanaDANteman sebagai perwakilan para arsitek yang menciptakan konsep Performative Archipelago dan mewujudkan Jembatan Khatulistiwa, instalasi terbesar di perhelatan ARCH:ID 2025, membagikan bagaimana mereka mengeksplorasi pencahayaan dalam mengoptimalkan ruang dan mempertegas struktur bangunan.
Tampil Perdana di ARCH:ID,...
6/6
Pada acara tersebut, in-Lite bersama Pavilion95 dan Insignio Studio, yang merupakan konseptor dan desainer dari in-Lite Pavilion bertajuk A Glowing Light Box, serta mensanaDANteman sebagai perwakilan para arsitek yang menciptakan konsep Performative Archipelago dan mewujudkan Jembatan Khatulistiwa, instalasi terbesar di perhelatan ARCH:ID 2025, membagikan bagaimana mereka mengeksplorasi pencahayaan dalam mengoptimalkan ruang dan mempertegas struktur bangunan.
Tampil Perdana di ARCH:ID,...
Tampil Perdana di ARCH:ID,...
Tampil Perdana di ARCH:ID,...
Tampil Perdana di ARCH:ID,...
Tampil Perdana di ARCH:ID,...
Tampil Perdana di ARCH:ID,...

Tampil Perdana di ARCH:ID, in-Lite Bersama Para Ahli Mengeksplor Pencahayaan dalam Mengoptimalkan Ruang dan Struktur

Minggu, 11 Mei 2025 - 07:06 WIB
A A A

Jakarta, 11 Mei 2025 – Desain interior yang memikat tidak hanya bergantung pada elemen dekoratif yang cantik, tetapi juga pada pencahayaan yang tepat. Penataan furnitur maupun pemilihan dekorasi yang cermat bisa terkesan biasa saja dalam ruangan yang kurang penerangan. Setiap elemen desain membutuhkan cahaya yang tepat untuk mengungkapkan keindahan sejatinya. Kini, pencahayaan bukan lagi sekadar pertimbangan akhir, melainkan komponen arsitektur yang esensial, membentuk narasi desain dari konsepsi hingga realisasi.

Tampil perdana di ARCH:ID, General Manager Marketing in-Lite, Fransiska Darmawan, mengungkapkan, “Kami melihat pencahayaan sebagai elemen fundamental desain, bukan hanya kebutuhan fungsional. Pencahayaan memiliki kekuatan untuk membentuk ruang, menciptakan tekstur, menonjolkan warna, dan mengarahkan fokus visual. Memahami bagaimana memanfaatkan pencahayaan ini adalah kunci untuk menciptakan desain yang benar-benar eksepsional.” Fransiska menyampaikan hal ini dalam acara in-Lite Talk bertajuk ‘Beyond Illumination: Lighting Through Space & Structure’, pada Jumat (10/5) di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD.

Pada acara tersebut, in-Lite bersama Pavilion95 dan Insignio Studio, yang merupakan konseptor dan desainer dari in-Lite Pavilion bertajuk ‘A Glowing Light Box’, serta mensanaDANteman sebagai perwakilan para arsitek yang menciptakan konsep Performative Archipelago dan mewujudkan Jembatan Khatulistiwa, instalasi terbesar di perhelatan ARCH:ID 2025, membagikan bagaimana mereka mengeksplorasi pencahayaan dalam mengoptimalkan ruang dan mempertegas struktur bangunan.

Pencahayaan memiliki pengaruh yang kuat terhadap mood dan atmosfer suatu ruang. Warna cahaya, intensitas, dan distribusinya dapat membangkitkan berbagai emosi dan menciptakan suasana yang berbeda. Lighting Design Director Pavilion95, Agust Danang Ismoyo, mengungkapkan, “Pencahayaan adalah bahasa yang subtle namun kuat, mempengaruhi emosi, dan mengarahkan persepsi ruang. Melalui warna, intensitas, dan arah cahaya, seorang desainer dapat menciptakan rasa nyaman, membangkitkan energi, atau menghadirkan keheningan yang menenangkan. Lebih dari sekadar elemen teknis, cahaya adalah alat kurasi pengalaman yang menyentuh indera sekaligus jiwa.”

“In-Lite Pavilion mengajak pengunjung merasakan langsung peran cahaya dalam membentuk persepsi, gerak, dan emosi melalui lima narasi ruang imersif: The Chandeliers, The Room, The Void, The Corridor, dan The Garden. Setiap ruang dirancang untuk menampilkan bagaimana cahaya—melalui perpaduan terang dan bayangan—membentuk persepsi, gerak, dan emosi,” jelas Danang.

Menggali lebih dalam tentang tujuan desain, gaya yang dipilih, tema yang diangkat, dan pesan yang ingin disampaikan menjadi bagian penting dalam menciptakan ruang sesuai kebutuhan dan karakter pemilik. “Desain pencahayaan yang efektif berakar pada pemahaman mendalam tentang visi dan konsep dari arsitek atau desainer. Kami menyukai desain yang eksklusif, bermain dengan warna, beragam material, dan visual. Cahaya bukan sekadar penerang, melainkan elemen yang membentuk narasi visual dalam ruang. Jadi, bagi kami, pencahayaan bukanlah sekadar tambahan, melainkan bagian integral yang harus direncanakan sejak awal untuk memperkuat narasi desain,” kata Co-Founder Insignio Studio, Adianto Salim.

Desain pencahayaan efektif yang dapat mengintegrasikan cahaya adalah sebuah seni dengan sendirinya. Kolaborasi antara in-Lite, Pavilion95, dan Insignio Studio melahirkan in-Lite Pavilion, sebuah kotak cahaya semi-transparan yang diciptakan dengan semangat ‘Beyond Illumination’ untuk menekankan bahwa pencahayaan tidak hanya berfungsi sebagai penerangan, tetapi juga mampu menghidupkan ruang, membentuk struktur, serta menciptakan cerita.

Keunikan konsep ini juga berhasil menarik perhatian para pengunjung dan juri, menjadikan in-Lite Pavilion terpilih sebagai salah satu pemenang Best Booth di ARCH:ID 2025—sebuah pencapaian yang menegaskan pentingnya pencahayaan sebagai elemen utama dalam arsitektur dan desain interior. In-Lite juga turut terlibat dalam proses pembuatan Jembatan Khatulistiwa dengan menyediakan semua lampu guna menerangi area jembatan, sekaligus mengoptimalkan estetika daya tarik utama ARCH:ID 2025 tersebut.

“Jembatan Khatulistiwa adalah instalasi terbesar yang pernah dibangun dalam sejarah ARCH:ID. Ini menjadi bukti nyata bahwa hal luar biasa dapat tercapai dengan dedikasi dan tujuan bersama. Instalasi ini juga mengingatkan kita, bahwa arsitektur performatif bukan hanya tentang tampilan atau fungsi, tetapi tidak terlepas dari proses pembuatannya yang melalui kolaborasi serta saling menghargai untuk meningkatkan standar desain arsitektur di Indonesia. Oleh karena itu, saya ingin mengungkapkan apresiasi kepada in-Lite yang menjadi bagian dari proses ini,” ungkap Architect mensanaDANteman, Alvar Mensana.

“Kami sangat bangga dapat berkolaborasi di ARCH:ID bersama arsitek, desainer, dan para mitra dalam mewujudkan in-Lite Pavilion dan mendukung Jembatan Khatulistiwa. Tentu, pencahayaan memiliki peran penting dan terintegrasi sebagai bagian dari karya yang mengagumkan ini. Kami juga merasa sangat beruntung karena in-Lite Pavilion terletak di tengah-tengah Jembatan Khatulistiwa, sehingga memiliki akses yang strategis bagi pengunjung,” kata Fransiska Darmawan.

Fransiska menambahkan, “Partisipasi in-Lite di ARCH:ID 2025 merupakan wujud nyata konsep ‘Beyond Illumination’, di mana kami terus ingin membuktikan bahwa cahaya bukan hanya sekadar penerangan, seiring dengan komitmen kami untuk terus #TerangIndonesia.”

In-Lite Pavilion di ARCH:ID mendapat dukungan dari berbagai mitra, termasuk Artisan Rug, Shema Lab, TACO, Sono Living, Mao You Timber, Growandgrow.id, dan Armonia Paint. Dengan produk-produk yang mudah diakses oleh masyarakat, kolaborasi ini membuktikan bahwa keindahan dan kualitas tidak selalu diperoleh dengan harga tinggi, melainkan bisa diraih melalui produk-produk yang mudah diakses masyarakat dan value for money. Partisipasi ini juga menegaskan komitmen in-Lite untuk terus berinovasi dan berkolaborasi dengan para pelaku industri kreatif dalam menciptakan ruang yang lebih baik melalui pencahayaan.

(sra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Anda punya koleksi foto jalan-jalan yang keren, liburan tak terlupakan, atau foto indah penuh makna?
Kirim foto-foto Anda untuk tampil di Galerimu Unggah Foto
Foto Terkait
98 Karya Maestro Affandi...
98 Karya Maestro Affandi Tampil dalam Pameran Imersif Alam, Ruang, Manusia
Kemenhub Fasilitasi...
Kemenhub Fasilitasi Musisi Jalanan Tampil di Ruang Publik
Paviliun Cahya in-Lite:...
Paviliun Cahya in-Lite: Eksplorasi Sintesa Cahaya, Ruang, dan Arsitektur Nusantara di ARCH:ID 2026
Tampil Sederhana dan...
Tampil Sederhana dan Bersahaja, Iriana Berfoto dengan Ibu Negara Para Pemimpin Dunia
Hadiri Sidang Cerai...
Hadiri Sidang Cerai Perdana, Olla Ramlan dan Aufar Tampil Mesra
Lebih dari 140 Karya...
Lebih dari 140 Karya Picasso Tampil Perdana di Makau
Foto Terkini
Gubernur Pramono Anung...
Gubernur Pramono Anung Resmikan Jakarta Fair Kemayoran 2026
2 jam yang lalu
Potret Transportasi...
Potret Transportasi Tradisional untuk Menyeberangi Sungai Cisadane
13 jam yang lalu
Jalan-Jalan Naik Bajaj...
Jalan-Jalan Naik Bajaj Menikmati Destinasi Semarang
13 jam yang lalu
Diskusi Alergi Susu...
Diskusi Alergi Susu Sapi pada Anak, Sarihusada Dorong Edukasi dan Skrining Dini
14 jam yang lalu
Transformasi Rejuve...
Transformasi Rejuve Dorong Kebiasaan Hidup Sehat
15 jam yang lalu
Raffi Ahmad Bantah Terlibat...
Raffi Ahmad Bantah Terlibat Kasus Impor Blueray Cargo
16 jam yang lalu
Foto Terpopuler
Suasana SPBU di Jakarta...
Suasana SPBU di Jakarta Usai Harga Pertamax Meroket menjadi Rp16.250 Per Liter
Diskon Hingga 50 Persen...
Diskon Hingga 50 Persen dan Hadiah Langsung! United Bike dan United E-Motor Meriahkan Jakarta Fair 2026
Indonesia Taklukkan...
Indonesia Taklukkan Mozambik Lewat Gol Tunggal Ole Romeny
Suasana Pom Bensin Usai...
Suasana Pom Bensin Usai Kenaikan Harga Pertamax Nyaris Rp4.000 per Liter
Kenakan Rompi Tahanan,...
Kenakan Rompi Tahanan, Bupati Muara Enim Edison Resmi Ditahan KPK
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Warga Beralih ke Pertalite