Aksi Bersih Ciliwung: PPLI dan Relawan Tanam Pohon dan Serukan Peduli Lingkungan
Kamis, 19 Juni 2025 - 17:05 WIB
A
A
A
Sejumlah relawan terlibat dalam aksi bersih-bersih sampah di Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung, Condet, Jakarta Timur, dalam rangka memperingati Bulan Lingkungan Hidup Sedunia. Kegiatan ini diinisiasi oleh PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) yang juga menanam 40 pohon buah di kawasan tersebut.
Aksi lingkungan ini dilakukan secara kolaboratif bersama berbagai mitra, antara lain Indonesia CARE, AJPLI, PBI, Human Initiative, dan Komunitas Baca Ciliwung (KBC). Selain penanaman pohon, kegiatan turut diisi dengan diskusi bertajuk Ngopling (Ngobrol Peduli Lingkungan), yang melibatkan puluhan relawan, wartawan, dan karyawan PPLI.
Technical Support Manager PPLI, Muhammad Yusuf Firdaus, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari aksi serupa yang sebelumnya dilakukan di Telaga Saat, Bogor. “Kami ingin berkontribusi dalam upaya pencegahan banjir dan pelestarian lingkungan, khususnya di wilayah Jabodetabek,” ujarnya.
Selama lebih dari 30 tahun, PPLI konsisten menjalankan program-program pelestarian lingkungan, mulai dari konservasi mangrove, pelepasan satwa langka, hingga bersih-bersih sungai. Dalam kesempatan ini, PPLI juga menyerahkan satu unit perahu karet LCR kepada Indonesia CARE sebagai bentuk dukungan untuk kegiatan pelestarian sungai dan penanganan banjir.
Ketua Squad PBI, Subur Rojinawi, menekankan pentingnya menjaga jarak aman dari bibir sungai dan mengubah cara pandang masyarakat terhadap sungai. “Bayangkan jika sungai menjadi teras rumah kita—tentu kita tidak akan membuang sampah di sana,” katanya.
Sementara itu, perwakilan dari KBC, Nanda, menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga lingkungan. “Sinergi antara media, komunitas, pemerintah, akademisi, dan dunia usaha (pentahelix) sangat diperlukan untuk menyelamatkan Sungai Ciliwung,” ujarnya.
Camat Kramat Jati, Mujiono, bersama Lurah Balekambang, turut hadir dalam kegiatan tersebut dan menyampaikan dukungannya. Pemerintah, kata Mujiono, siap berperan sebagai fasilitator dalam setiap upaya pelestarian lingkungan.
Aksi lingkungan ini dilakukan secara kolaboratif bersama berbagai mitra, antara lain Indonesia CARE, AJPLI, PBI, Human Initiative, dan Komunitas Baca Ciliwung (KBC). Selain penanaman pohon, kegiatan turut diisi dengan diskusi bertajuk Ngopling (Ngobrol Peduli Lingkungan), yang melibatkan puluhan relawan, wartawan, dan karyawan PPLI.
Technical Support Manager PPLI, Muhammad Yusuf Firdaus, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari aksi serupa yang sebelumnya dilakukan di Telaga Saat, Bogor. “Kami ingin berkontribusi dalam upaya pencegahan banjir dan pelestarian lingkungan, khususnya di wilayah Jabodetabek,” ujarnya.
Selama lebih dari 30 tahun, PPLI konsisten menjalankan program-program pelestarian lingkungan, mulai dari konservasi mangrove, pelepasan satwa langka, hingga bersih-bersih sungai. Dalam kesempatan ini, PPLI juga menyerahkan satu unit perahu karet LCR kepada Indonesia CARE sebagai bentuk dukungan untuk kegiatan pelestarian sungai dan penanganan banjir.
Ketua Squad PBI, Subur Rojinawi, menekankan pentingnya menjaga jarak aman dari bibir sungai dan mengubah cara pandang masyarakat terhadap sungai. “Bayangkan jika sungai menjadi teras rumah kita—tentu kita tidak akan membuang sampah di sana,” katanya.
Sementara itu, perwakilan dari KBC, Nanda, menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga lingkungan. “Sinergi antara media, komunitas, pemerintah, akademisi, dan dunia usaha (pentahelix) sangat diperlukan untuk menyelamatkan Sungai Ciliwung,” ujarnya.
Camat Kramat Jati, Mujiono, bersama Lurah Balekambang, turut hadir dalam kegiatan tersebut dan menyampaikan dukungannya. Pemerintah, kata Mujiono, siap berperan sebagai fasilitator dalam setiap upaya pelestarian lingkungan.
(sra)