Teknologi AI Bantu Cek Gizi Anak, Inisiatif Grab-OVO & Pelita Bangsa
Kamis, 03 Juli 2025 - 14:34 WIB
A
A
A
Grab dan OVO memperkenalkan Command Center MBG kepada Yayasan Inklusi Pelita Bangsa (YIPB) sebagai mitra strategis dalam program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), melalui kunjungan ke Grab Support Office di Poins Square, Jakarta Selatan, pada Kamis, 22 Mei 2025.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Pembina YIPB Maya Miranda Ambarsari, Ketua Pelaksana Harian YIPB Cahaya Manthovani, Pembina YIPB Andreas Reza, Country Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi, serta Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang telah memberi manfaat kepada lebih dari 1.100 siswa dan 200 guru di 11 Sekolah Khusus di wilayah Tangerang Raya, serta melibatkan delapan UMKM lokal sebagai mitra penyedia makanan bergizi.
Command Center yang dikembangkan oleh Grab dan OVO berfungsi sebagai pusat pemantauan operasional berbasis teknologi. Sistem ini memungkinkan pengawasan real-time terhadap proses penyediaan makanan sehat oleh mitra UMKM, guna memastikan standar keamanan pangan dan kebersihan tetap terpenuhi.
Teknologi Artificial Intelligence (AI) menjadi fondasi utama sistem ini. Dengan pendekatan berbasis data dan otomatisasi, AI memperkuat proses pemantauan, memungkinkan deteksi dini, respon cepat, dan peningkatan berkelanjutan.
Reda Manthovani, Tokoh Penggerak Disabilitas Nasional, menyampaikan apresiasinya:
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif Grab dan OVO dalam menghadirkan Command Center MBG yang tidak hanya memperkuat transparansi dan akuntabilitas, tetapi juga menjadi terobosan penting dalam tata kelola bantuan sosial. Inisiatif ini bisa menjadi model yang layak direplikasi untuk program-program sosial lainnya di Indonesia.”
Country Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menegaskan bahwa Command Center MBG merupakan hasil dari berbagai uji coba demi menemukan pendekatan terbaik dalam menjaga keamanan makanan bagi anak-anak.
“Program ini bukan sekadar inisiatif sosial, melainkan komitmen jangka panjang kami untuk masa depan yang lebih sehat bagi anak-anak Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Radhi Juniantino, Director of Trust & Safety and Grab Support Indonesia, menambahkan:
“Dengan AI sebagai tulang punggung, sistem ini menghadirkan pengawasan gizi yang lebih cepat, cermat, dan adaptif. Kami terus menyempurnakan teknologi Command Center ini agar makin mudah diterapkan secara luas.”
Dampak Nyata Program MBG
Program CSR Makan Bergizi Gratis telah berjalan sejak April 2025 di wilayah Tangerang Raya, dengan dukungan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan di Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Tangerang Selatan. Kolaborasi ini mencakup:
Edukasi gizi bagi UMKM
Inspeksi kesehatan lingkungan
Penggunaan dashboard digital untuk pelaporan dan pemantauan transparan
Program ini sebelumnya juga telah menjangkau ribuan siswa dan guru di Kulon Progo (DIY), Kebumen (Jawa Tengah), dan Minahasa (Sulawesi Utara). Selain meningkatkan asupan gizi bagi anak-anak prasejahtera dan berkebutuhan khusus, inisiatif ini juga membantu meningkatkan pendapatan mitra UMKM lokal serta membuka peluang ekonomi bagi mitra pengemudi yang terlibat dalam distribusi makanan.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Pembina YIPB Maya Miranda Ambarsari, Ketua Pelaksana Harian YIPB Cahaya Manthovani, Pembina YIPB Andreas Reza, Country Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi, serta Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang telah memberi manfaat kepada lebih dari 1.100 siswa dan 200 guru di 11 Sekolah Khusus di wilayah Tangerang Raya, serta melibatkan delapan UMKM lokal sebagai mitra penyedia makanan bergizi.
Command Center yang dikembangkan oleh Grab dan OVO berfungsi sebagai pusat pemantauan operasional berbasis teknologi. Sistem ini memungkinkan pengawasan real-time terhadap proses penyediaan makanan sehat oleh mitra UMKM, guna memastikan standar keamanan pangan dan kebersihan tetap terpenuhi.
Teknologi Artificial Intelligence (AI) menjadi fondasi utama sistem ini. Dengan pendekatan berbasis data dan otomatisasi, AI memperkuat proses pemantauan, memungkinkan deteksi dini, respon cepat, dan peningkatan berkelanjutan.
Reda Manthovani, Tokoh Penggerak Disabilitas Nasional, menyampaikan apresiasinya:
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif Grab dan OVO dalam menghadirkan Command Center MBG yang tidak hanya memperkuat transparansi dan akuntabilitas, tetapi juga menjadi terobosan penting dalam tata kelola bantuan sosial. Inisiatif ini bisa menjadi model yang layak direplikasi untuk program-program sosial lainnya di Indonesia.”
Country Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menegaskan bahwa Command Center MBG merupakan hasil dari berbagai uji coba demi menemukan pendekatan terbaik dalam menjaga keamanan makanan bagi anak-anak.
“Program ini bukan sekadar inisiatif sosial, melainkan komitmen jangka panjang kami untuk masa depan yang lebih sehat bagi anak-anak Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Radhi Juniantino, Director of Trust & Safety and Grab Support Indonesia, menambahkan:
“Dengan AI sebagai tulang punggung, sistem ini menghadirkan pengawasan gizi yang lebih cepat, cermat, dan adaptif. Kami terus menyempurnakan teknologi Command Center ini agar makin mudah diterapkan secara luas.”
Dampak Nyata Program MBG
Program CSR Makan Bergizi Gratis telah berjalan sejak April 2025 di wilayah Tangerang Raya, dengan dukungan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan di Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Tangerang Selatan. Kolaborasi ini mencakup:
Edukasi gizi bagi UMKM
Inspeksi kesehatan lingkungan
Penggunaan dashboard digital untuk pelaporan dan pemantauan transparan
Program ini sebelumnya juga telah menjangkau ribuan siswa dan guru di Kulon Progo (DIY), Kebumen (Jawa Tengah), dan Minahasa (Sulawesi Utara). Selain meningkatkan asupan gizi bagi anak-anak prasejahtera dan berkebutuhan khusus, inisiatif ini juga membantu meningkatkan pendapatan mitra UMKM lokal serta membuka peluang ekonomi bagi mitra pengemudi yang terlibat dalam distribusi makanan.
(sra)