Tren Solopreneur, Solusi Kreatif Hadapi Krisis Lapangan Kerja
Jum'at, 25 Juli 2025 - 07:05 WIB
A
A
A
JAKARTA – IdeaFest 2025 yang akan digelar 31 Oktober hingga 2 November mendatang antara lain menyoroti maraknya tren solopreneurship di kalangan generasi muda sebagai bentuk adaptasi terhadap perubahan zaman. Menurut Co-Chair IdeaFest Ben Soebiakto, hal ini menjadi salah satu alternatif untuk menjawab tantangan ketenagakerjaan.
“Negara yang kuat adalah negara yang punya budaya berwirausaha. Dari situ akan muncul lapangan kerja baru dan solusi ekonomi,” kata Ben saat konferensi pers IdeaFest 2025 di Jakarta, Rabu (23/7/2025).
Menurut dia, kini semakin banyak anak muda yang menjalankan bisnis secara mandiri. Mereka terlibat penuh mulai dari produksi, pemasaran, hingga distribusi. “Ada juga yang tetap punya pekerjaan tetap, tapi menjalankan usaha sampingan. Ini sudah jadi gaya hidup baru,” ujarnya.
Ben juga menekankan pentingnya mengubah pandangan lama soal pekerjaan.
“Kita sudah tidak hidup di era satu pekerjaan untuk seumur hidup. Kita ingin mendorong pola pikir bahwa pekerjaan bisa dijalankan secara paralel, kolaboratif, dan berkembang seiring waktu. Tak harus langsung besar—yang penting idenya kuat, punya daya juang, dan tahu cara mewujudkannya,” jelasnya.
Melalui pendekatan menyeluruh dari sisi budaya, teknologi, cara berpikir, hingga implementasi, IdeaFest 2025 hadir tak hanya sebagai ajang berbagi inspirasi, tapi juga sebagai arena untuk mencoba dan menguji gagasan. Melalui rangkaian program seperti IdeaTalks, IdeaFest X, forum mentoring, lokakarya praktis, hingga Experiential Expo, festival ini diharapkan mampu menjadi wadah bagi generasi muda untuk menghadirkan solusi nyata dan berdampak terhadap krisis ketenagakerjaan.
Di tengah bonus demografi, kondisi di lapangan justru menunjukkan kesenjangan besar antara ketersediaan lapangan kerja dan jumlah pencari kerja. Fenomena tersebut tergambar dari membludaknya antrean pencari kerja setiap kali ada lowongan dibuka, serta banyaknya lulusan perguruan tinggi yang akhirnya beralih menjadi pengemudi ojek daring, petugas kebersihan kota, hingga terjun ke sektor informal lainnya.
Menginjak edisi ke-14, IdeaFest 2025 digelar dengan semangat pembaruan. Bertemakan "(Cult)ivate The Culture", festival tahunan ini mengajak masyarakat untuk membangun budaya baru melalui kekuatan kolektif, kreativitas, dan kerja sama antar generasi.
Data dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi mencatat sektor ekonomi kreatif menunjukkan pertumbuhan pesat. Pada 2024, realisasi investasi di sektor ini mencapai Rp162,6 miliar, naik signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp99,5 miliar. Ini menegaskan bahwa industri kreatif punya potensi besar sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional di masa mendatang.
IdeaFest akan digelar di Jakarta International Convention Center (JICC). Acara ini akan menghadirkan lebih dari 150 sesi diskusi dan 600 pembicara, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Tak hanya menyuguhkan forum diskusi, IdeaFest juga menghadirkan Creative & Food Market yang berkolaborasi dengan Semasa, menampilkan lebih dari 250 jenama lokal dari berbagai bidang mulai dari gaya hidup, kuliner, hingga kebutuhan harian.
“Negara yang kuat adalah negara yang punya budaya berwirausaha. Dari situ akan muncul lapangan kerja baru dan solusi ekonomi,” kata Ben saat konferensi pers IdeaFest 2025 di Jakarta, Rabu (23/7/2025).
Menurut dia, kini semakin banyak anak muda yang menjalankan bisnis secara mandiri. Mereka terlibat penuh mulai dari produksi, pemasaran, hingga distribusi. “Ada juga yang tetap punya pekerjaan tetap, tapi menjalankan usaha sampingan. Ini sudah jadi gaya hidup baru,” ujarnya.
Ben juga menekankan pentingnya mengubah pandangan lama soal pekerjaan.
“Kita sudah tidak hidup di era satu pekerjaan untuk seumur hidup. Kita ingin mendorong pola pikir bahwa pekerjaan bisa dijalankan secara paralel, kolaboratif, dan berkembang seiring waktu. Tak harus langsung besar—yang penting idenya kuat, punya daya juang, dan tahu cara mewujudkannya,” jelasnya.
Melalui pendekatan menyeluruh dari sisi budaya, teknologi, cara berpikir, hingga implementasi, IdeaFest 2025 hadir tak hanya sebagai ajang berbagi inspirasi, tapi juga sebagai arena untuk mencoba dan menguji gagasan. Melalui rangkaian program seperti IdeaTalks, IdeaFest X, forum mentoring, lokakarya praktis, hingga Experiential Expo, festival ini diharapkan mampu menjadi wadah bagi generasi muda untuk menghadirkan solusi nyata dan berdampak terhadap krisis ketenagakerjaan.
Di tengah bonus demografi, kondisi di lapangan justru menunjukkan kesenjangan besar antara ketersediaan lapangan kerja dan jumlah pencari kerja. Fenomena tersebut tergambar dari membludaknya antrean pencari kerja setiap kali ada lowongan dibuka, serta banyaknya lulusan perguruan tinggi yang akhirnya beralih menjadi pengemudi ojek daring, petugas kebersihan kota, hingga terjun ke sektor informal lainnya.
Menginjak edisi ke-14, IdeaFest 2025 digelar dengan semangat pembaruan. Bertemakan "(Cult)ivate The Culture", festival tahunan ini mengajak masyarakat untuk membangun budaya baru melalui kekuatan kolektif, kreativitas, dan kerja sama antar generasi.
Data dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi mencatat sektor ekonomi kreatif menunjukkan pertumbuhan pesat. Pada 2024, realisasi investasi di sektor ini mencapai Rp162,6 miliar, naik signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp99,5 miliar. Ini menegaskan bahwa industri kreatif punya potensi besar sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional di masa mendatang.
IdeaFest akan digelar di Jakarta International Convention Center (JICC). Acara ini akan menghadirkan lebih dari 150 sesi diskusi dan 600 pembicara, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Tak hanya menyuguhkan forum diskusi, IdeaFest juga menghadirkan Creative & Food Market yang berkolaborasi dengan Semasa, menampilkan lebih dari 250 jenama lokal dari berbagai bidang mulai dari gaya hidup, kuliner, hingga kebutuhan harian.
(sra)