Sinergi CNBM dan ASEAN : Menuju Ekonomi Hijau dan Masa Depan Berkelanjutan
Jakarta – China National Building Material Group (CNBM) merupakan grup industri bahan bangunan terintegrasi terbesar di dunia yang berfokus pada bahan bangunan dasar, material baru, layanan rekayasa teknik, dan perdagangan logistik. CNBM menduduki peringkat ke-351 dalam Fortune Global 500 serta menjadi pengembang dan penyedia layanan terpadu material baru terkemuka di dunia.
Sinoma, anak perusahaan utama CNBM yang terdaftar di Shanghai Stock Exchange, berfokus dan berpengalaman di bidang EPC, khususnya pada pembangunan pabrik semen dan proyek industri besar lainnya. Sejak 2008, Sinoma telah mendunia, dan selama 17 tahun berturut-turut skala bisnis proyek EPC semen menempati peringkat pertama secara global. Pada 2013, PT Sinoma Development Indonesia didirikan di Jakarta dengan bisnis utama sebagai kontraktor proyek EPC dan O&M pabrik semen, pabrik gula, pertambangan mineral non-logam, pembangkit listrik, jetty, dan berbagai proyek lainnya.
Pada 29 Agustus 2025, bertepatan dengan momentum 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Tiongkok, CNBM sukses menyelenggarakan Konferensi Promosi dan Pameran Inovasi di Jakarta. Acara ini dilaksanakan oleh Sinoma dan PT Sinoma Development Indonesia, diawali dengan sambutan dari Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu; Tenaga Ahli Menteri ESDM Satya Hangga Yudha; Ketua Asosiasi Semen Indonesia Lilik Unggul Raharjo; serta Chairman CNBM Zhou Yuxian. Turut hadir pula Wakil Menteri ESDM Indonesia Yuliot; Pendiri KPN Group Martua Sitorus; Sekretaris Jenderal PERPIT William Tjugiarto; serta hampir 200 undangan yang terdiri dari perwakilan lembaga pemerintah, mitra strategis, investor terkemuka, hingga media nasional dan internasional.
Dalam sambutannya, Chairman CNBM Zhou Yuxian menegaskan bahwa CNBM sebagai produsen material non-logam dan perusahaan investasi modal berkomitmen menjalankan misi perusahaan: “Material Unggul, Dunia Maju.” CNBM akan terus mengoptimalkan keunggulan di bidang teknologi, industri, dan investasi untuk berkontribusi dalam pembangunan sosial-ekonomi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia. CNBM siap berkolaborasi erat dengan pemangku kepentingan di Indonesia untuk mendukung Visi Indonesia Emas 2045 dan Visi ASEAN 2045.
Dalam forum tersebut, CNBM meninjau perjalanan kemitraan strategis selama 35 tahun bersama mitra ASEAN yang dilandasi prinsip saling percaya, mutualisme, dan tumbuh bersama. CNBM juga memperkenalkan solusi komprehensif untuk material dasar, material baru “113N”, sistem penyimpanan energi fotovoltaik, serta pengembangan sumber daya mineral sebagai bentuk dukungan terhadap visi pembangunan nasional Indonesia, penguatan industri hijau, dan modernisasi industri guna mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
Pada kesempatan itu, CNBM bersama perusahaan afiliasinya menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan lima mitra strategis. Selain itu, Sinoma meluncurkan empat hasil inovasi teknologi terbaru.
Di luar konferensi, CNBM juga menggelar Pameran Inovasi yang menampilkan beragam produk unggulan di bidang material dasar, material baru, layanan rekayasa teknik, serta perdagangan dan logistik. Sebanyak 10 anak perusahaan CNBM turut berpartisipasi dalam pameran ini dengan memperkenalkan produk-produk inovatif. Pencapaian teknologi terkini serta komitmen CNBM terhadap pembangunan berkelanjutan mendapat apresiasi tinggi dari mitra bisnis yang hadir.