Direktur IPR: Pernyataan...
1/2
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan menilai pernyataan Presiden Prabowo tentang Londo Ireng itu sebagai kiasan politik, bukan ditujukan kepada individu atau kelompok tertentu secara harafiah.
Direktur IPR: Pernyataan...
2/2
Menurutnya, istilah Londo Ireng itu merujuk pada oknum yang cara berpikir, keberpihakan dan atau tindakannya lebih menguntungkan kepentingan asing dibanding kepentingan nasional.
Direktur IPR: Pernyataan...
Direktur IPR: Pernyataan...

Direktur IPR: Pernyataan Prabowo tentang Londo Ireng Harus Dipahami sebagai Kiasan Politik

Minggu, 26 Juli 2026 - 21:26 WIB
A A A
Presiden Prabowo tengah menjadi sorotan publik setelah pernyatananya tentang Londo Ireng pada Hari Lahir Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Kamis (23/07).

"Londo-londo ireng ini sampai sekarang masih ada. Hanya dia sekarang pakai baju lain. Wartawan, jurnalis, apa itu, pengamat, LSM," kata Prabowo.

Menanggapi itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan menilai pernyataan Presiden Prabowo tentang Londo Ireng itu sebagai kiasan politik, bukan ditujukan kepada individu atau kelompok tertentu secara harafiah.

"Saya melihat pernyataan Presiden Prabowo lebih tepat dipahami sebagai kiasan politik, bukan ditujukan kepada individu atau kelompok tertentu secara harfiah," kata Iwan Setiawan.

Menurutnya, istilah Londo Ireng itu merujuk pada oknum yang cara berpikir, keberpihakan dan atau tindakannya lebih menguntungkan kepentingan asing dibanding kepentingan nasional.

"Istilah “londo ireng” sendiri sudah lama dikenal dalam sejarah Indonesia sebagai simbol bagi orang-orang yang secara fisik merupakan bagian dari bangsa sendiri, tetapi cara berpikir, keberpihakan, atau tindakannya lebih menguntungkan kepentingan asing dibanding kepentingan nasional," terangnya.

Menurut Iwan, pernyataan itu tak bisa dilepaskan dengan konteks bahwa Presiden Prabowo konsisten mengusung agenda kedaulatan nasional. Hal itu bisa dilihat dari kebijakan hilirisasi, ketahanan pangan, swasembada energi, penguatan industri nasional, hingga keberanian mengambil kebijakan yang tidak selalu sejalan dengan kepentingan luar negeri.

"Dalam situasi seperti itu, tentu akan muncul kelompok-kelompok yang secara terus-menerus membangun narasi pesimistis atau bahkan berupaya menggagalkan kebijakan strategis negara. Saya kira Presiden sedang mengingatkan agar elite bangsa tidak menjadi perpanjangan kepentingan eksternal ketika Indonesia sedang berupaya memperkuat posisi tawarnya di tingkat global," jelasnya.

Meski demikian, Iwan menggarisbawahi bahwa Presiden Prabowo tidak menuding semua profesi wartawan, LSM dan pengamat sebagai Londo Ireng. Tapi pada oknum-oknum tertentu bekerja untuk kepentingan asing dan mengorbankan kepentingan nasional.

"Saya tidak melihat Presiden sedang menggeneralisasi profesi tertentu. Sangat keliru apabila istilah itu kemudian diarahkan kepada seluruh jurnalis, aktivis LSM, akademisi, atau pengamat. Yang menjadi persoalan bukan profesinya, melainkan apabila ada pihak mana pun baik pejabat, politisi, akademisi, pengusaha, pengamat, LSM, maupun media yang secara sadar memperjuangkan kepentingan asing dengan mengorbankan kepentingan nasional," jelas Iwan.

Oleh karena itu, Iwan melihat istilah Londo Ireng ini sebagai kritik Presiden terhadap cara berpikir dan orientasi kepentingan, alih-alih menuding profesi tertentu.

"Karena itu, saya memandang pernyataan Presiden lebih merupakan kritik terhadap cara berpikir dan orientasi kepentingan, bukan terhadap identitas profesi tertentu," pungkasnya.
(sra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Anda punya koleksi foto jalan-jalan yang keren, liburan tak terlupakan, atau foto indah penuh makna?
Kirim foto-foto Anda untuk tampil di Galerimu Unggah Foto
Foto Terkait
MDIA Angkat Arif Yahya...
MDIA Angkat Arif Yahya Sebagai Direktur Utama
Begini Pandangan Pengamat...
Begini Pandangan Pengamat Tentang Kunjungan Prabowo ke Perancis
Prabowo: Purnawirawan...
Prabowo: Purnawirawan Harus Terus Berperan untuk Negara
RUPSLB MNC Kapital Indonesia...
RUPSLB MNC Kapital Indonesia Tetapkan Peter Fajar Sebagai Direktur
Prabowo dan Pratikno...
Prabowo dan Pratikno Duduk Satu Meja, Tukar Pikiran tentang Tantangan Global
Partai Perindo Tegaskan...
Partai Perindo Tegaskan Politik sebagai Pengabdian, Bukan Perebutan Kekuasaan
Foto Terkini
Direktur IPR: Pernyataan...
Direktur IPR: Pernyataan Prabowo tentang Londo Ireng Harus Dipahami sebagai Kiasan Politik
1 jam yang lalu
PLN, PFI, dan MataWaktu...
PLN, PFI, dan MataWaktu Luncurkan Buku Foto Prahara Pulau Emas
3 jam yang lalu
Mekari Desty Integrasikan...
Mekari Desty Integrasikan Penjualan dan Back-Office dalam Satu Ekosistem
3 jam yang lalu
NOTARACE 2026 Meriahkan...
NOTARACE 2026 Meriahkan HUT INI ke-118, 3.700 Pelari Ramaikan BSD City
4 jam yang lalu
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan di KPK
1 hari yang lalu
Dorong Kepercayaan Diri...
Dorong Kepercayaan Diri Anak Lewat Eksplorasi Bakat
1 hari yang lalu
Foto Terpopuler
Saat Rompi Pink Tak...
Saat Rompi Pink Tak Menyertai Penahanan Eks Jampidsus Febri Adriansyah
Lima Pejabat Tinggi...
Lima Pejabat Tinggi Madya Kejaksaan Agung Dilantik Jaksa Agung ST Burhanuddin
APMI Bersama BPDP Hadirkan...
APMI Bersama BPDP Hadirkan STORY 2026 Ekspedisi Aceh, Dorong Generasi Muda Bersuara untuk Sawit Baik Indonesia
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan di KPK
Presiden Prabowo Subianto...
Presiden Prabowo Subianto Hadiri Peringatan Harlah ke-28 PKB
Inovasi Advanced Formulation...
Inovasi Advanced Formulation dan Teknologi EEG Pertama Hadir untuk Dukung Perkembangan Otak Si Kecil