UHN dan Universitas Hamburg Jalin Kerja Sama Fokus Pelestarian Budaya Batak
Senin, 15 September 2025 - 21:35 WIB
A
A
A
Jakarta - Universitas HKBP Nommensen berhasil meraih terobosan penting dalam kerjasama internasional melalui kunjungan delegasi resmi ke Center for Cultural Studies, Universitat Hamburg.
Delegasi yang dipimpin DR Effendi Simbolon selaku Ketua Yayasan Universitas HKBP Nommensen sekaligus Ketua Umum Punguan Simbolon dohot Boruna Indonesia (PSBI), telah menyampaikan proposal kerjasama komprehensif kepada Professor Elsa Clave, Kepala Departemen Studi Austronesia Universitas Hamburg.
Kunjungan bersejarah ini menghasilkan kesepakatan kerjasama multidisiplin yang berjudul “A Multidisciplinary Partnership for the Transformation of Knowledge, Culture, and Technology”. Proposal ini mencakup enam bidang utama dengan fokus khusus pada pelestarian dan digitalisasi warisan budaya Batak.
Kerja sama ini mencakup empat bidang strategis yang saling melengkapi dan berorientasi global. Bidang Ilmu Sosial dan Humaniora menyoroti studi komparatif budaya Batak dengan tradisi Eropa Utara, penelitian linguistik Austronesia, serta etnografi naskah Batak, disertai program pertukaran fakultas dan mahasiswa.
Pengembangan Pendidikan dan Kurikulum difokuskan pada kurikulum berbasis kearifan lokal, beasiswa studi lanjut dosen, dan model pembelajaran responsif budaya berbasis teknologi. Sementara itu, Studi Lingkungan dan Keberlanjutan menekankan pendidikan ekologi berbasis pengetahuan indigenus, dan Digital Humanities serta Teknologi Seni meliputi digitalisasi arsip seni, pengembangan platform AI untuk pendidikan musik, hingga pameran virtual.
DR Effendi Simbolon menegaskan bahwa kerjasama ini merepresentasikan langkah strategis dalam memposisikan Universitas HKBP Nommensen sebagai institusi terdepan di Asia Tenggara.
“Kolaborasi ini adalah jembatan antara tradisi dan inovasi, yang memungkinkan kami menciptakan ruang pembelajaran bermakna yang melampaui batas geografis dan generasi,” ungkapnya dalam dokumen proposal.
Kerjasama ini tidak hanya memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi Indonesia, tetapi juga membuka jalan baru bagi preservasi digital warisan budaya Batak yang dapat diakses sebagai sumber pembelajaran global.
Integrasi teknologi AI dalam pendidikan seni dan musik menandai era baru dalam eksplorasi pedagogis inovatif yang menggabungkan kearifan tradisional dengan teknologi mutakhir.
Dengan dukungan institusional dari kedua universitas, akses ke laboratorium dan studio seni, serta pendanaan melalui hibah penelitian dan sponsor budaya internasional, kerjasama ini diharapkan menghasilkan dampak sosial berkelanjutan yang transformatif bagi dunia akademik dan masyarakat luas.
Puncak kerja sama ini adalah seminar internasional “Menelusuri Jejak Naskah (Manuscript) Batak” pada 26 September 2025 yang menghadirkan lima narasumber berkaliber internasional dan nasional, termasuk Professor Elsa Clave dan DR Roberta dari Universitas Hamburg, serta Manguji Nababan, Renata Siagian, dan Toga Panjaitan dari Indonesia.
Seminar ini membahas studi Batak dan Austronesia, digitalisasi naskah kuno, diplomasi budaya, serta peran komunitas diaspora dalam pelestarian identitas Batak. Dalam pertemuan tersebut, kedua universitas juga sepakat mengadakan kuliah umum daring tentang kajian naskah Batak Kuno sebagai langkah awal memperkuat penelitian, pertukaran akademik, dan kerja sama budaya.
Dokumen implementasi memaparkan rencana jangka panjang yang terstruktur dengan timeline jelas. Pada semester pertama, fokus diarahkan pada penandatanganan MoU resmi antara Rektor UHN dan Direktur Hamburg Cultural Center, disusul program mobilitas fakultas dan mahasiswa secara tahunan.
Program beasiswa untuk studi lanjut dosen akan dikelola fakultas terkait setiap tahun, sementara seminar dan workshop tematik tentang kultur dan teknologi digelar triwulanan oleh tim kerja gabungan. Proyek digitalisasi budaya Batak, meliputi dokumentasi seni, naskah, dan warisan budaya, dijadwalkan dimulai semester kedua, sedangkan pengembangan platform musik berbasis AI untuk pembelajaran dan analisis komposisi direncanakan memasuki tahun kedua kerja sama.
Kunjungan delegasi UHN ke Hamburg terdokumentasi dalam serangkaian momen bersejarah yang menandai antusiasme kedua pihak dalam membangun jembatan akademik internasional. Dokumentasi pertama menampilkan delegasi UHN berfoto bersama di depan bangunan klasik Universitas Hamburg yang megah dengan pilar Korintus menjulang, sembari mengibarkan bendera Universitas HKBP Nommensen sebagai simbol kehadiran resmi Indonesia.
Momen penyerahan proposal dan cendera mata berlangsung hangat, termasuk pemberian plakat resmi dan ulos Batak kepada Professor Elsa Clave dan tim Hamburg sebagai simbol penghormatan dan persaudaraan. Sesi pertemuan formal memperlihatkan diskusi produktif mengenai ruang lingkup kerja sama, dengan para akademisi kedua institusi berbagi visi untuk membangun kemitraan akademik berkelanjutan.
Delegasi yang dipimpin DR Effendi Simbolon selaku Ketua Yayasan Universitas HKBP Nommensen sekaligus Ketua Umum Punguan Simbolon dohot Boruna Indonesia (PSBI), telah menyampaikan proposal kerjasama komprehensif kepada Professor Elsa Clave, Kepala Departemen Studi Austronesia Universitas Hamburg.
Kunjungan bersejarah ini menghasilkan kesepakatan kerjasama multidisiplin yang berjudul “A Multidisciplinary Partnership for the Transformation of Knowledge, Culture, and Technology”. Proposal ini mencakup enam bidang utama dengan fokus khusus pada pelestarian dan digitalisasi warisan budaya Batak.
Kerja sama ini mencakup empat bidang strategis yang saling melengkapi dan berorientasi global. Bidang Ilmu Sosial dan Humaniora menyoroti studi komparatif budaya Batak dengan tradisi Eropa Utara, penelitian linguistik Austronesia, serta etnografi naskah Batak, disertai program pertukaran fakultas dan mahasiswa.
Pengembangan Pendidikan dan Kurikulum difokuskan pada kurikulum berbasis kearifan lokal, beasiswa studi lanjut dosen, dan model pembelajaran responsif budaya berbasis teknologi. Sementara itu, Studi Lingkungan dan Keberlanjutan menekankan pendidikan ekologi berbasis pengetahuan indigenus, dan Digital Humanities serta Teknologi Seni meliputi digitalisasi arsip seni, pengembangan platform AI untuk pendidikan musik, hingga pameran virtual.
DR Effendi Simbolon menegaskan bahwa kerjasama ini merepresentasikan langkah strategis dalam memposisikan Universitas HKBP Nommensen sebagai institusi terdepan di Asia Tenggara.
“Kolaborasi ini adalah jembatan antara tradisi dan inovasi, yang memungkinkan kami menciptakan ruang pembelajaran bermakna yang melampaui batas geografis dan generasi,” ungkapnya dalam dokumen proposal.
Kerjasama ini tidak hanya memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi Indonesia, tetapi juga membuka jalan baru bagi preservasi digital warisan budaya Batak yang dapat diakses sebagai sumber pembelajaran global.
Integrasi teknologi AI dalam pendidikan seni dan musik menandai era baru dalam eksplorasi pedagogis inovatif yang menggabungkan kearifan tradisional dengan teknologi mutakhir.
Dengan dukungan institusional dari kedua universitas, akses ke laboratorium dan studio seni, serta pendanaan melalui hibah penelitian dan sponsor budaya internasional, kerjasama ini diharapkan menghasilkan dampak sosial berkelanjutan yang transformatif bagi dunia akademik dan masyarakat luas.
Puncak kerja sama ini adalah seminar internasional “Menelusuri Jejak Naskah (Manuscript) Batak” pada 26 September 2025 yang menghadirkan lima narasumber berkaliber internasional dan nasional, termasuk Professor Elsa Clave dan DR Roberta dari Universitas Hamburg, serta Manguji Nababan, Renata Siagian, dan Toga Panjaitan dari Indonesia.
Seminar ini membahas studi Batak dan Austronesia, digitalisasi naskah kuno, diplomasi budaya, serta peran komunitas diaspora dalam pelestarian identitas Batak. Dalam pertemuan tersebut, kedua universitas juga sepakat mengadakan kuliah umum daring tentang kajian naskah Batak Kuno sebagai langkah awal memperkuat penelitian, pertukaran akademik, dan kerja sama budaya.
Dokumen implementasi memaparkan rencana jangka panjang yang terstruktur dengan timeline jelas. Pada semester pertama, fokus diarahkan pada penandatanganan MoU resmi antara Rektor UHN dan Direktur Hamburg Cultural Center, disusul program mobilitas fakultas dan mahasiswa secara tahunan.
Program beasiswa untuk studi lanjut dosen akan dikelola fakultas terkait setiap tahun, sementara seminar dan workshop tematik tentang kultur dan teknologi digelar triwulanan oleh tim kerja gabungan. Proyek digitalisasi budaya Batak, meliputi dokumentasi seni, naskah, dan warisan budaya, dijadwalkan dimulai semester kedua, sedangkan pengembangan platform musik berbasis AI untuk pembelajaran dan analisis komposisi direncanakan memasuki tahun kedua kerja sama.
Kunjungan delegasi UHN ke Hamburg terdokumentasi dalam serangkaian momen bersejarah yang menandai antusiasme kedua pihak dalam membangun jembatan akademik internasional. Dokumentasi pertama menampilkan delegasi UHN berfoto bersama di depan bangunan klasik Universitas Hamburg yang megah dengan pilar Korintus menjulang, sembari mengibarkan bendera Universitas HKBP Nommensen sebagai simbol kehadiran resmi Indonesia.
Momen penyerahan proposal dan cendera mata berlangsung hangat, termasuk pemberian plakat resmi dan ulos Batak kepada Professor Elsa Clave dan tim Hamburg sebagai simbol penghormatan dan persaudaraan. Sesi pertemuan formal memperlihatkan diskusi produktif mengenai ruang lingkup kerja sama, dengan para akademisi kedua institusi berbagi visi untuk membangun kemitraan akademik berkelanjutan.
(sra)