Perkuat Kapabilitas UMKM Otomotif
Rabu, 29 Oktober 2025 - 18:57 WIB
A
A
A
JAKARTA – Yayasan Astra melalui Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) bersama PT Astra Otoparts Tbk menggelar Executive Sharing bertema “Tantangan dan Peluang Industri Komponen Otomotif” pada 29 Oktober 2025 di Astra Otoparts.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapabilitas pelaku usaha anggota Advance Club Yayasan Astra—yang merupakan UMKM manufaktur di rantai pasok otomotif—agar siap menghadapi berbagai tantangan industri, seperti fluktuasi nilai tukar, peningkatan biaya produksi, serta transformasi menuju era elektrifikasi kendaraan.
Sekretaris Pengurus Yayasan Astra, Ema Poedjiwati, menegaskan komitmen Yayasan untuk mendampingi pelaku usaha agar berdaya saing dan berkelanjutan, sekaligus mendorong peningkatan penggunaan bahan baku lokal dan kesiapan menghadapi perubahan industri.
Sementara itu, Wakil Presiden Direktur Astra Otoparts, Yusak Kristian Solaeman, memaparkan strategi perusahaan melalui dua pilar utama, yakni Perform (mengoptimalkan efisiensi dan kualitas produksi melalui Operational Excellence dan Extreme Cost Reduction Program) serta Transform (diversifikasi bisnis dan kesiapan menghadapi era kendaraan listrik/xEV).
Astra Otoparts juga terus mengembangkan komponen dan infrastruktur xEV, memperkuat kapabilitas R&D, serta menerapkan Smart Factory yang telah mendapat penghargaan National Lighthouse dan INDI 4.0 dari Kementerian Perindustrian.
Selain sektor otomotif, Astra Otoparts turut berinovasi dengan produk nonotomotif seperti alat kesehatan merek Grin yang memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 40%.
Melalui program Advance Club, Yayasan Astra berkomitmen meningkatkan kapasitas UMKM binaan agar mampu beradaptasi, berinovasi, dan tumbuh di tengah dinamika industri nasional.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapabilitas pelaku usaha anggota Advance Club Yayasan Astra—yang merupakan UMKM manufaktur di rantai pasok otomotif—agar siap menghadapi berbagai tantangan industri, seperti fluktuasi nilai tukar, peningkatan biaya produksi, serta transformasi menuju era elektrifikasi kendaraan.
Sekretaris Pengurus Yayasan Astra, Ema Poedjiwati, menegaskan komitmen Yayasan untuk mendampingi pelaku usaha agar berdaya saing dan berkelanjutan, sekaligus mendorong peningkatan penggunaan bahan baku lokal dan kesiapan menghadapi perubahan industri.
Sementara itu, Wakil Presiden Direktur Astra Otoparts, Yusak Kristian Solaeman, memaparkan strategi perusahaan melalui dua pilar utama, yakni Perform (mengoptimalkan efisiensi dan kualitas produksi melalui Operational Excellence dan Extreme Cost Reduction Program) serta Transform (diversifikasi bisnis dan kesiapan menghadapi era kendaraan listrik/xEV).
Astra Otoparts juga terus mengembangkan komponen dan infrastruktur xEV, memperkuat kapabilitas R&D, serta menerapkan Smart Factory yang telah mendapat penghargaan National Lighthouse dan INDI 4.0 dari Kementerian Perindustrian.
Selain sektor otomotif, Astra Otoparts turut berinovasi dengan produk nonotomotif seperti alat kesehatan merek Grin yang memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 40%.
Melalui program Advance Club, Yayasan Astra berkomitmen meningkatkan kapasitas UMKM binaan agar mampu beradaptasi, berinovasi, dan tumbuh di tengah dinamika industri nasional.
(sra)