Indonesia Dorong Aksi Nyata Pemberdayaan Perempuan di G20 Afrika Selatan
Kamis, 06 November 2025 - 06:13 WIB
A
A
A
Kolaborasi Publik–Swasta Indonesia Hadir Kuat di Forum G20 Afrika Selatan untuk Pemberdayaan Ekonomi Perempuan dan Kepemimpinan Inklusif
Indonesia kembali menunjukkan komitmen kuat untuk mempercepat pemberdayaan ekonomi perempuan dan kesetaraan gender global melalui partisipasi aktif dalam rangkaian pertemuan G20 Empowerment of Women Working Group (EWWG) dan G20 EMPOWER Alliance di Johannesburg, Afrika Selatan, 27–31 Oktober 2025.
Delegasi Indonesia dipimpin oleh Deputi Bidang Kesetaraan Gender KemenPPPA, Amurwani Dwi Lestariningsih, didampingi Asisten Deputi PUG Bidang Ekonomi, Infrastruktur, dan Wilayah I, Eni Widiyanti, serta didukung Anistasari Gustini, Sekretaris Pertama KBRI Pretoria — memastikan koordinasi dan representasi Indonesia berjalan optimal sepanjang forum.
Dalam semangat sinergi publik–swasta, delegasi pemerintah turut didampingi Rinawati Prihatiningsih, Co-Owner & President Commissioner PT INFINITIE Berkah Energi sekaligus Wakil Ketua Umum IWAPI, sebagai Perwakilan G20 EMPOWER Indonesia. Rina juga hadir sebagai panelis dalam fireside chat bersama delegasi Afrika Selatan, Amerika Serikat, dan Inggris, membahas peran sektor swasta dalam memperkuat ekosistem pemberdayaan perempuan.
“Agenda pemberdayaan perempuan terlalu penting untuk berhenti. Indonesia percaya pada kesinambungan, kolaborasi, dan bukti nyata. Kita bergerak dengan strategi dan integritas — membangun sekutu, bukan jarak — agar kemajuan perempuan menjadi kemenangan bersama,” ujar Rina.
Dukungan untuk Prioritas Presidensi Afrika Selatan & Positive Masculinity
Indonesia menyampaikan penghargaan kepada Chair G20 EMPOWER, Nhlanhla Mjoli-Mncube, dan Co-Chair Florence Musundwa atas kepemimpinan visioner yang menghidupkan kembali energi kolektif aliansi dan memastikan kesinambungan agenda global.
Empower Ministerial Dinner, yang diselenggarakan oleh G20 EMPOWER alliance dipimpin langsung oleh
H.E. Ms Sindisiwe Chikunga, Minister in the Presidency: Women, Youth & Persons with Disabilities. Pertemuan ini menegaskan kembali tekad global untuk memperkuat kepemimpinan perempuan dan kolaborasi publik–swasta.
Presidensi Afrika Selatan juga menggarisbawahi pendekatan positive masculinity — melibatkan laki-laki sebagai mitra strategis dalam kesetaraan gender, selaras dengan nilai gotong royong Indonesia.
“Ketika perempuan dan laki-laki bergerak bersama, perubahan terjadi lebih cepat dan lebih berkelanjutan,” lanjut Rina.
Menjaga Momentum & Mengokohkan G20 EMPOWER
Indonesia menegaskan pentingnya menjaga kesinambungan G20 EMPOWER agar kemajuan perempuan tidak mundur. Setelah sempat terhenti pada 2024, Indonesia mendorong mekanisme yang memastikan tidak ada lagi jeda komitmen global.
“Jeda pada 2024 mengingatkan kita bahwa momentum adalah aset. Indonesia mengapresiasi Afrika Selatan yang kembali menyalakan energi kolektif ini,” ujar Rina.
Indonesia juga mendorong agar kemitraan publik–swasta dalam G20 EMPOWER menjadi mekanisme permanen hingga 2030 dan seterusnya.
Memperkuat Legacy G20 Indonesia
Indonesia terus mengawal keberlanjutan hasil Presidensi G20 Indonesia 2022, termasuk:
* WE Finance Code — perluasan akses pembiayaan bagi perempuan pengusaha
* G20 EMPOWER Gender Dashboard — penguatan akuntabilitas berbasis data
* Pengarusutamaan care economy sebagai pilar ekonomi & sosial
Indonesia juga menegaskan pentingnya kepemimpinan perempuan di sektor masa depan: energi bersih, digital, logistik, rantai pasok, ekonomi hijau, dan UMKM.
Tantangan Global & Seruan Aksi
Laporan Global Gender Gap Report 2024 menunjukkan dunia baru mencapai 68,5% kesetaraan gender dan membutuhkan 134 tahun untuk menutup kesenjangan sepenuhnya.
“Kita tidak bisa menunggu 134 tahun. Perempuan harus menjadi bagian dari ekonomi masa depan — bukan nanti, tetapi sekarang,” tegas Rina.
Diplomasi & Kolaborasi Internasional
Di sela agenda, Indonesia melakukan pertemuan bilateral dengan Arab Saudi, Meksiko, Norwegia, dan Prancis untuk memperkuat komitmen terhadap SDGs dan pemberdayaan perempuan lintas negara.
“Ketika perempuan maju, bangsa ikut maju. Indonesia hadir bukan hanya sebagai peserta, tetapi sebagai mitra global,” tutup Rina.
Indonesia kembali menunjukkan komitmen kuat untuk mempercepat pemberdayaan ekonomi perempuan dan kesetaraan gender global melalui partisipasi aktif dalam rangkaian pertemuan G20 Empowerment of Women Working Group (EWWG) dan G20 EMPOWER Alliance di Johannesburg, Afrika Selatan, 27–31 Oktober 2025.
Delegasi Indonesia dipimpin oleh Deputi Bidang Kesetaraan Gender KemenPPPA, Amurwani Dwi Lestariningsih, didampingi Asisten Deputi PUG Bidang Ekonomi, Infrastruktur, dan Wilayah I, Eni Widiyanti, serta didukung Anistasari Gustini, Sekretaris Pertama KBRI Pretoria — memastikan koordinasi dan representasi Indonesia berjalan optimal sepanjang forum.
Dalam semangat sinergi publik–swasta, delegasi pemerintah turut didampingi Rinawati Prihatiningsih, Co-Owner & President Commissioner PT INFINITIE Berkah Energi sekaligus Wakil Ketua Umum IWAPI, sebagai Perwakilan G20 EMPOWER Indonesia. Rina juga hadir sebagai panelis dalam fireside chat bersama delegasi Afrika Selatan, Amerika Serikat, dan Inggris, membahas peran sektor swasta dalam memperkuat ekosistem pemberdayaan perempuan.
“Agenda pemberdayaan perempuan terlalu penting untuk berhenti. Indonesia percaya pada kesinambungan, kolaborasi, dan bukti nyata. Kita bergerak dengan strategi dan integritas — membangun sekutu, bukan jarak — agar kemajuan perempuan menjadi kemenangan bersama,” ujar Rina.
Dukungan untuk Prioritas Presidensi Afrika Selatan & Positive Masculinity
Indonesia menyampaikan penghargaan kepada Chair G20 EMPOWER, Nhlanhla Mjoli-Mncube, dan Co-Chair Florence Musundwa atas kepemimpinan visioner yang menghidupkan kembali energi kolektif aliansi dan memastikan kesinambungan agenda global.
Empower Ministerial Dinner, yang diselenggarakan oleh G20 EMPOWER alliance dipimpin langsung oleh
H.E. Ms Sindisiwe Chikunga, Minister in the Presidency: Women, Youth & Persons with Disabilities. Pertemuan ini menegaskan kembali tekad global untuk memperkuat kepemimpinan perempuan dan kolaborasi publik–swasta.
Presidensi Afrika Selatan juga menggarisbawahi pendekatan positive masculinity — melibatkan laki-laki sebagai mitra strategis dalam kesetaraan gender, selaras dengan nilai gotong royong Indonesia.
“Ketika perempuan dan laki-laki bergerak bersama, perubahan terjadi lebih cepat dan lebih berkelanjutan,” lanjut Rina.
Menjaga Momentum & Mengokohkan G20 EMPOWER
Indonesia menegaskan pentingnya menjaga kesinambungan G20 EMPOWER agar kemajuan perempuan tidak mundur. Setelah sempat terhenti pada 2024, Indonesia mendorong mekanisme yang memastikan tidak ada lagi jeda komitmen global.
“Jeda pada 2024 mengingatkan kita bahwa momentum adalah aset. Indonesia mengapresiasi Afrika Selatan yang kembali menyalakan energi kolektif ini,” ujar Rina.
Indonesia juga mendorong agar kemitraan publik–swasta dalam G20 EMPOWER menjadi mekanisme permanen hingga 2030 dan seterusnya.
Memperkuat Legacy G20 Indonesia
Indonesia terus mengawal keberlanjutan hasil Presidensi G20 Indonesia 2022, termasuk:
* WE Finance Code — perluasan akses pembiayaan bagi perempuan pengusaha
* G20 EMPOWER Gender Dashboard — penguatan akuntabilitas berbasis data
* Pengarusutamaan care economy sebagai pilar ekonomi & sosial
Indonesia juga menegaskan pentingnya kepemimpinan perempuan di sektor masa depan: energi bersih, digital, logistik, rantai pasok, ekonomi hijau, dan UMKM.
Tantangan Global & Seruan Aksi
Laporan Global Gender Gap Report 2024 menunjukkan dunia baru mencapai 68,5% kesetaraan gender dan membutuhkan 134 tahun untuk menutup kesenjangan sepenuhnya.
“Kita tidak bisa menunggu 134 tahun. Perempuan harus menjadi bagian dari ekonomi masa depan — bukan nanti, tetapi sekarang,” tegas Rina.
Diplomasi & Kolaborasi Internasional
Di sela agenda, Indonesia melakukan pertemuan bilateral dengan Arab Saudi, Meksiko, Norwegia, dan Prancis untuk memperkuat komitmen terhadap SDGs dan pemberdayaan perempuan lintas negara.
“Ketika perempuan maju, bangsa ikut maju. Indonesia hadir bukan hanya sebagai peserta, tetapi sebagai mitra global,” tutup Rina.
(sra)