UOB Gateway to ASEAN
Selasa, 11 November 2025 - 09:25 WIB
A
A
A
UOB kembali menggelar ajang tahunan UOB Gateway to ASEAN (16/10/2025), konferensi regional tahunan yang mempertemukan para pemimpin bisnis, pemerintah dan mitra dagang untuk mengeksplorasi peluang pertumbuhan dan investasi bagi perusahaan yang melakukan bisnis antar, dan di dalam ASEAN.
UOB mencatat pertumbuhan signifikan pada bisnis lintas batas di ASEAN dan Tiongkok Raya, seiring semakin banyak perusahaan mengalihkan rantai pasokan mereka ke kawasan ASEAN. Perkembangan ini dipaparkan dalam konferensi Gateway to ASEAN bertema “Reshaping Global Supply Chain Pathways”.
Berdasarkan World Investment Report dari UNCTAD, investasi asing langsung ke ASEAN mencapai US$225 miliar pada 2024, dan UOB memperkirakan angkanya meningkat menjadi US$370 miliar pada 2030.
Seiring meningkatnya relokasi rantai pasokan ke ASEAN, UOB melihat lonjakan kebutuhan akan pembiayaan perdagangan, Financial Supply Chain Management (FSCM), dan solusi pembayaran digital. Untuk menjawab kebutuhan ini, UOB menghadirkan solusi FSCM berbasis wawasan sektor, didukung tim khusus dan proses kredit yang lebih efisien untuk mempercepat pembiayaan pemasok hingga ke level rantai pasok terdalam. Pendekatan ini membantu perusahaan memperkuat ketahanan operasional dan meningkatkan daya saing.
Indonesia dinilai masih menjadi destinasi menarik bagi investasi. Melalui kemitraan yang kuat dengan Kementerian Investasi/BKPM, Kawasan Ekonomi Khusus dan Kawasan Industri, UOB Indonesia berperan sebagai mitra strategis bagi investor yang mencari peluang di sektor-sektor seperti telekomunikasi, media dan teknologi, manufaktur serta industrial, termasuk mineral dan tambang.
UOB mencatat pertumbuhan signifikan pada bisnis lintas batas di ASEAN dan Tiongkok Raya, seiring semakin banyak perusahaan mengalihkan rantai pasokan mereka ke kawasan ASEAN. Perkembangan ini dipaparkan dalam konferensi Gateway to ASEAN bertema “Reshaping Global Supply Chain Pathways”.
Berdasarkan World Investment Report dari UNCTAD, investasi asing langsung ke ASEAN mencapai US$225 miliar pada 2024, dan UOB memperkirakan angkanya meningkat menjadi US$370 miliar pada 2030.
Seiring meningkatnya relokasi rantai pasokan ke ASEAN, UOB melihat lonjakan kebutuhan akan pembiayaan perdagangan, Financial Supply Chain Management (FSCM), dan solusi pembayaran digital. Untuk menjawab kebutuhan ini, UOB menghadirkan solusi FSCM berbasis wawasan sektor, didukung tim khusus dan proses kredit yang lebih efisien untuk mempercepat pembiayaan pemasok hingga ke level rantai pasok terdalam. Pendekatan ini membantu perusahaan memperkuat ketahanan operasional dan meningkatkan daya saing.
Indonesia dinilai masih menjadi destinasi menarik bagi investasi. Melalui kemitraan yang kuat dengan Kementerian Investasi/BKPM, Kawasan Ekonomi Khusus dan Kawasan Industri, UOB Indonesia berperan sebagai mitra strategis bagi investor yang mencari peluang di sektor-sektor seperti telekomunikasi, media dan teknologi, manufaktur serta industrial, termasuk mineral dan tambang.
(sra)