Melampaui Gelar: 1.989 Wisudawan UPH Siap Mengukir Dampak bagi Indonesia
Kamis, 04 Desember 2025 - 17:43 WIB
A
A
A
Universitas Pelita Harapan (UPH) kembali meneguhkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan unggul yang melahirkan lulusan berdaya saing, adaptif, dan berdampak. Pada Wisuda Genap Tahun Akademik 2024/2025 yang diselenggarakan pada 27–28 November 2025 di Grand Chapel, UPH Kampus Lippo Village, Karawaci, Tangerang, sebanyak 1.989 winisuda resmi dilantik dari jenjang Program Doktor, Magister, Sarjana, hingga Diploma Tiga.
Kualitas lulusan tercermin dari capaian akademik mereka, di mana lebih dari 500 winisuda meraih predikat kelulusan dengan pujian—mulai dari Cum Laude, Magna Cum Laude, hingga Summa Cum Laude. Mengusung tema “For I Know to Whom I Have Believed”, wisuda tahun ini menegaskan bahwa keberhasilan lulusan tidak hanya bertumpu pada prestasi akademis, tetapi juga pada karakter, iman, dan ketangguhan dalam menghadapi perubahan zaman.
Dalam sambutannya, Rektor UPH, Dr. (Hon.) Jonathan L. Parapak, M.Eng.Sc., menekankan bahwa gelar bukanlah akhir, melainkan pintu masuk menuju panggilan yang lebih besar. Ia mendorong para lulusan untuk terus menjadi terang dan memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat.
Pesan serupa disampaikan oleh Dr. (H.C.) James Riady, Pendiri Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH). Ia menegaskan bahwa kedewasaan dan tanggung jawab sejati diwujudkan dalam keseimbangan antara kehidupan keluarga dan pekerjaan. Ia juga mengingatkan pentingnya karakter, ketajaman berpikir, dan kepedulian sosial di tengah pesatnya perkembangan teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI).
Pada kesempatan tersebut, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, turut memberikan Orasi Ilmiah. Ia mengajak para lulusan melihat pekerjaan bukan hanya sebagai sarana pemenuhan kebutuhan hidup, tetapi sebagai medium untuk menghadirkan nilai, makna, dan dampak bagi sesama.
Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah III, Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, mengajak para lulusan untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat, tetap rendah hati, dan terus membawa dampak melalui kejujuran, kerja keras, serta dedikasi.
Salah satu lulusan Program Doktor Hukum UPH, Dr. H. Raja Sapta Ervian, S.H., M.Hum., turut membagikan refleksi studinya sebagai proses yang memperluas perspektif dan menumbuhkan rasa syukur. Ia menyampaikan apresiasinya kepada UPH sebagai institusi yang memberinya ruang untuk bertumbuh secara akademis maupun karakter.
Dengan dilantiknya para lulusan tahun ini, mereka resmi bergabung dalam Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UPH, sebuah jejaring profesional yang berkiprah di berbagai sektor industri nasional dan global. Kesiapan para lulusan untuk terjun ke dunia profesional tercermin dari data bahwa lebih dari 73% lulusan D3/D4/S1 serta 76% lulusan S2/S3 telah bekerja, berwirausaha, atau melanjutkan studi sebelum wisuda.
UPH menegaskan bahwa wisuda bukan sekadar penanda akhir pendidikan formal, tetapi perayaan atas pembentukan karakter, kompetensi, arah, dan makna hidup. Berbekal fondasi iman, keunggulan akademik, dan semangat untuk berdampak, para lulusan UPH siap melangkah sebagai generasi yang memuliakan Tuhan, berintegritas, dan membawa kontribusi nyata bagi bangsa.
Kualitas lulusan tercermin dari capaian akademik mereka, di mana lebih dari 500 winisuda meraih predikat kelulusan dengan pujian—mulai dari Cum Laude, Magna Cum Laude, hingga Summa Cum Laude. Mengusung tema “For I Know to Whom I Have Believed”, wisuda tahun ini menegaskan bahwa keberhasilan lulusan tidak hanya bertumpu pada prestasi akademis, tetapi juga pada karakter, iman, dan ketangguhan dalam menghadapi perubahan zaman.
Dalam sambutannya, Rektor UPH, Dr. (Hon.) Jonathan L. Parapak, M.Eng.Sc., menekankan bahwa gelar bukanlah akhir, melainkan pintu masuk menuju panggilan yang lebih besar. Ia mendorong para lulusan untuk terus menjadi terang dan memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat.
Pesan serupa disampaikan oleh Dr. (H.C.) James Riady, Pendiri Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH). Ia menegaskan bahwa kedewasaan dan tanggung jawab sejati diwujudkan dalam keseimbangan antara kehidupan keluarga dan pekerjaan. Ia juga mengingatkan pentingnya karakter, ketajaman berpikir, dan kepedulian sosial di tengah pesatnya perkembangan teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI).
Pada kesempatan tersebut, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, turut memberikan Orasi Ilmiah. Ia mengajak para lulusan melihat pekerjaan bukan hanya sebagai sarana pemenuhan kebutuhan hidup, tetapi sebagai medium untuk menghadirkan nilai, makna, dan dampak bagi sesama.
Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah III, Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, mengajak para lulusan untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat, tetap rendah hati, dan terus membawa dampak melalui kejujuran, kerja keras, serta dedikasi.
Salah satu lulusan Program Doktor Hukum UPH, Dr. H. Raja Sapta Ervian, S.H., M.Hum., turut membagikan refleksi studinya sebagai proses yang memperluas perspektif dan menumbuhkan rasa syukur. Ia menyampaikan apresiasinya kepada UPH sebagai institusi yang memberinya ruang untuk bertumbuh secara akademis maupun karakter.
Dengan dilantiknya para lulusan tahun ini, mereka resmi bergabung dalam Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UPH, sebuah jejaring profesional yang berkiprah di berbagai sektor industri nasional dan global. Kesiapan para lulusan untuk terjun ke dunia profesional tercermin dari data bahwa lebih dari 73% lulusan D3/D4/S1 serta 76% lulusan S2/S3 telah bekerja, berwirausaha, atau melanjutkan studi sebelum wisuda.
UPH menegaskan bahwa wisuda bukan sekadar penanda akhir pendidikan formal, tetapi perayaan atas pembentukan karakter, kompetensi, arah, dan makna hidup. Berbekal fondasi iman, keunggulan akademik, dan semangat untuk berdampak, para lulusan UPH siap melangkah sebagai generasi yang memuliakan Tuhan, berintegritas, dan membawa kontribusi nyata bagi bangsa.
(sra)