BMW Astra dan Yayasan Astra Perkuat Daya Saing Pelaku Usaha Lewat Executive Sharing Economic Outlook 2026
Selasa, 16 Desember 2025 - 13:08 WIB
A
A
A
JAKARTA – Yayasan Astra–Yayasan Dharma Bhakti Astra (Yayasan Astra) terus menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam memberdayakan pelaku usaha di Indonesia agar naik kelas dan mandiri. Sebagai wujud nyata dari komitmen tersebut, Yayasan Astra berkolaborasi dengan BMW Astra menyelenggarakan forum strategis bertajuk Executive Sharing Economic Outlook 2026. Kegiatan ini digelar pada Senin, 15 Desember 2025, di BMW Astra Mampang, Jakarta.
Forum ini dirancang untuk memberikan wawasan mendalam kepada para pelaku usaha mengenai lanskap ekonomi masa depan serta penerapan standar pelayanan kelas dunia. Kolaborasi antara lembaga pembina pelaku usaha dan perusahaan otomotif premium ini bertujuan membekali anggota Advance Club dengan strategi yang relevan dalam menghadapi dinamika pasar yang terus berubah.
Dalam sesi utama, hadir dua pembicara ahli yang mengulas tantangan bisnis dari perspektif makroekonomi dan operasional korporasi. Sesi pertama disampaikan oleh Dr. Aviliani, S.E., M.Si., Senior Economist Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) sekaligus Wakil Ketua Umum Bidang Analisis Kebijakan Makro-Mikro Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia. Ia memaparkan outlook ekonomi 2026 serta berbagai dampak dan tantangan yang perlu diantisipasi oleh pelaku usaha. Pemahaman terhadap proyeksi ekonomi ini dinilai penting untuk membantu pelaku usaha menyusun strategi mitigasi risiko maupun ekspansi bisnis yang lebih terukur di tengah ketidakpastian global.
Melengkapi perspektif makro tersebut, sesi kedua menghadirkan Teguh Widodo, Operation Manager BMW Astra, yang membagikan pengalaman praktis melalui materi bertema Melayani Customer Premium di Masa Ekonomi Terkini. Dalam sesi ini, Teguh memaparkan praktik terbaik BMW Astra dalam beradaptasi serta meningkatkan standar pemasaran dan layanan. Para peserta diajak memahami bagaimana pola pikir layanan premium dapat diterapkan dalam berbagai skala usaha guna meningkatkan nilai tambah produk dan loyalitas pelanggan.
Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam kegiatan yang digelar secara hybrid ini. Sebanyak 35 peserta hadir langsung di lokasi, sementara sekitar 200 peserta lainnya mengikuti acara secara daring. Seluruh peserta merupakan anggota Advance Club yang berasal dari beragam sektor usaha, mulai dari manufaktur, bengkel roda empat, kuliner, kerajinan, hingga sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan. Keberagaman ini mencerminkan luasnya jangkauan pembinaan Yayasan Astra dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Selain pemaparan materi, forum ini juga menjadi ajang diskusi interaktif dan perluasan jejaring antar pelaku usaha. Penyelenggara berharap kegiatan ini dapat meningkatkan keterikatan antaranggota Advance Club, baik yang hadir secara luring maupun daring, sekaligus mendorong terciptanya ekosistem kolaborasi yang solid di antara para binaan Yayasan Astra.
Rangkaian acara Executive Sharing ditutup dengan sesi ramah tamah makan siang bersama serta kesempatan eksklusif bagi peserta untuk melakukan uji berkendara (test drive) unit BMW. Kegiatan ini sejalan dengan semangat Yayasan Astra dalam mendorong pelaku usaha Indonesia memiliki daya saing tinggi dan siap menjadi bagian dari rantai pasok industri global.
Forum ini dirancang untuk memberikan wawasan mendalam kepada para pelaku usaha mengenai lanskap ekonomi masa depan serta penerapan standar pelayanan kelas dunia. Kolaborasi antara lembaga pembina pelaku usaha dan perusahaan otomotif premium ini bertujuan membekali anggota Advance Club dengan strategi yang relevan dalam menghadapi dinamika pasar yang terus berubah.
Dalam sesi utama, hadir dua pembicara ahli yang mengulas tantangan bisnis dari perspektif makroekonomi dan operasional korporasi. Sesi pertama disampaikan oleh Dr. Aviliani, S.E., M.Si., Senior Economist Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) sekaligus Wakil Ketua Umum Bidang Analisis Kebijakan Makro-Mikro Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia. Ia memaparkan outlook ekonomi 2026 serta berbagai dampak dan tantangan yang perlu diantisipasi oleh pelaku usaha. Pemahaman terhadap proyeksi ekonomi ini dinilai penting untuk membantu pelaku usaha menyusun strategi mitigasi risiko maupun ekspansi bisnis yang lebih terukur di tengah ketidakpastian global.
Melengkapi perspektif makro tersebut, sesi kedua menghadirkan Teguh Widodo, Operation Manager BMW Astra, yang membagikan pengalaman praktis melalui materi bertema Melayani Customer Premium di Masa Ekonomi Terkini. Dalam sesi ini, Teguh memaparkan praktik terbaik BMW Astra dalam beradaptasi serta meningkatkan standar pemasaran dan layanan. Para peserta diajak memahami bagaimana pola pikir layanan premium dapat diterapkan dalam berbagai skala usaha guna meningkatkan nilai tambah produk dan loyalitas pelanggan.
Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam kegiatan yang digelar secara hybrid ini. Sebanyak 35 peserta hadir langsung di lokasi, sementara sekitar 200 peserta lainnya mengikuti acara secara daring. Seluruh peserta merupakan anggota Advance Club yang berasal dari beragam sektor usaha, mulai dari manufaktur, bengkel roda empat, kuliner, kerajinan, hingga sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan. Keberagaman ini mencerminkan luasnya jangkauan pembinaan Yayasan Astra dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Selain pemaparan materi, forum ini juga menjadi ajang diskusi interaktif dan perluasan jejaring antar pelaku usaha. Penyelenggara berharap kegiatan ini dapat meningkatkan keterikatan antaranggota Advance Club, baik yang hadir secara luring maupun daring, sekaligus mendorong terciptanya ekosistem kolaborasi yang solid di antara para binaan Yayasan Astra.
Rangkaian acara Executive Sharing ditutup dengan sesi ramah tamah makan siang bersama serta kesempatan eksklusif bagi peserta untuk melakukan uji berkendara (test drive) unit BMW. Kegiatan ini sejalan dengan semangat Yayasan Astra dalam mendorong pelaku usaha Indonesia memiliki daya saing tinggi dan siap menjadi bagian dari rantai pasok industri global.
(sra)