Dolar AS Menguat Usai Penangkapan Presiden Venezuela, Rupiah Tertekan
Kamis, 08 Januari 2026 - 00:17 WIB
A
A
A
Jakarta - Teller menghitung mata uang Dolar AS di kantor BNI, Jakarta, Selasa (7/1/2026).
Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) menguat di pasar global menyusul kabar penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro. Sentimen geopolitik kembali mendominasi pergerakan pasar keuangan, mendorong investor beralih ke aset aman (safe haven) seperti dolar AS.
Penguatan dolar terjadi seiring meningkatnya kekhawatiran atas stabilitas politik Amerika Latin dan potensi gangguan pada pasokan energi global. Sejumlah mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, terpantau tertekan akibat arus modal yang bergerak keluar dari aset berisiko.
Analis menilai dampak penguatan dolar bersifat jangka pendek dan lebih dipicu oleh faktor sentimen ketimbang perubahan fundamental ekonomi global. Pasar kini menanti perkembangan lanjutan situasi Venezuela serta arah kebijakan moneter bank sentral AS sebagai penentu pergerakan dolar selanjutnya.
(Foto: Yudistiro Pranoto)
Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) menguat di pasar global menyusul kabar penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro. Sentimen geopolitik kembali mendominasi pergerakan pasar keuangan, mendorong investor beralih ke aset aman (safe haven) seperti dolar AS.
Penguatan dolar terjadi seiring meningkatnya kekhawatiran atas stabilitas politik Amerika Latin dan potensi gangguan pada pasokan energi global. Sejumlah mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, terpantau tertekan akibat arus modal yang bergerak keluar dari aset berisiko.
Analis menilai dampak penguatan dolar bersifat jangka pendek dan lebih dipicu oleh faktor sentimen ketimbang perubahan fundamental ekonomi global. Pasar kini menanti perkembangan lanjutan situasi Venezuela serta arah kebijakan moneter bank sentral AS sebagai penentu pergerakan dolar selanjutnya.
(Foto: Yudistiro Pranoto)
(sra)