Discover Timeless Harmony Jadi Ajang Perkenalan Budaya Tionghoa dan Potensi Wisata Singkawang
Jum'at, 23 Januari 2026 - 14:33 WIB
A
A
A
JAKARTA — Ketua Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Tangerang Selatan, Santo Wirawan, turut menghadiri Opening Ceremony “Discover Timeless Harmony – Explore Singkawang” yang digelar di Hotel Borobudur Jakarta, Jumat (23/1/2026).
Santo menilai acara ini menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan budaya Tionghoa kepada masyarakat luas, sekaligus memperlihatkan kekayaan tradisi yang tumbuh harmonis bersama budaya lokal di Indonesia.
“Acara seperti ini penting untuk memperkenalkan budaya Tionghoa sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa, yang hidup berdampingan secara harmonis dengan budaya lainnya,” ujar Santo.
Ia juga menyoroti pemilihan tema Singkawang sebagai langkah tepat untuk mengangkat potensi pariwisata berbasis budaya. Menurutnya, Singkawang tidak hanya dikenal dengan perayaan Imlek dan Cap Go Meh, tetapi juga sebagai kota dengan nilai toleransi dan keberagaman yang kuat.
“Singkawang punya potensi wisata budaya yang sangat besar. Melalui kegiatan ini, masyarakat bisa melihat bahwa Singkawang adalah contoh nyata kota yang menjunjung tinggi harmoni dan toleransi,” tambahnya.
Santo berharap kegiatan lintas budaya seperti ini dapat terus digelar secara berkelanjutan, sebagai sarana memperkuat persatuan sekaligus mendorong promosi destinasi wisata Indonesia yang berakar pada kearifan lokal.
“Harmoni adalah kekuatan Indonesia. Ketika budaya diperkenalkan dengan cara yang tepat, maka persatuan dan pariwisata bisa tumbuh bersama,” pungkasnya.
Santo menilai acara ini menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan budaya Tionghoa kepada masyarakat luas, sekaligus memperlihatkan kekayaan tradisi yang tumbuh harmonis bersama budaya lokal di Indonesia.
“Acara seperti ini penting untuk memperkenalkan budaya Tionghoa sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa, yang hidup berdampingan secara harmonis dengan budaya lainnya,” ujar Santo.
Ia juga menyoroti pemilihan tema Singkawang sebagai langkah tepat untuk mengangkat potensi pariwisata berbasis budaya. Menurutnya, Singkawang tidak hanya dikenal dengan perayaan Imlek dan Cap Go Meh, tetapi juga sebagai kota dengan nilai toleransi dan keberagaman yang kuat.
“Singkawang punya potensi wisata budaya yang sangat besar. Melalui kegiatan ini, masyarakat bisa melihat bahwa Singkawang adalah contoh nyata kota yang menjunjung tinggi harmoni dan toleransi,” tambahnya.
Santo berharap kegiatan lintas budaya seperti ini dapat terus digelar secara berkelanjutan, sebagai sarana memperkuat persatuan sekaligus mendorong promosi destinasi wisata Indonesia yang berakar pada kearifan lokal.
“Harmoni adalah kekuatan Indonesia. Ketika budaya diperkenalkan dengan cara yang tepat, maka persatuan dan pariwisata bisa tumbuh bersama,” pungkasnya.
(sra)