Bakti Sosial Kesehatan Mata, ISP dan RS St. Carolus Kembali Gelar Operasi Katarak Gratis
Minggu, 25 Januari 2026 - 17:26 WIB
A
A
A
Kiri–kanan: Kabid Komunikasi Ikatan Alumni Santa Ursula (ISP) Jalan Pos Jakarta Diah Ira, Direktur Keperawatan RS St. Carolus Sr. Jacqueline, CB, pasien bakti sosial Operasi Katarak Ie Moy Sin, Kabid Kesejahteraan Sosial ISP Jalan Pos Jakarta Monik Setijoso, Ketua II Yayasan Satya Bhakti Sr. Moekti Gondosasmito, Ketua ISP Jalan Pos Jakarta Inge Setiawati, dan Sekretaris Perdami Jakarta dr. Astrianda Suryono, Sp.M(K), berfoto bersama usai memberikan keterangan pers terkait pelaksanaan Bakti Sosial Operasi Katarak untuk ketiga kalinya di RS St. Carolus Jakarta, Minggu (25/1/2026).
Kegiatan ini menyasar ratusan masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan mata dan diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Santa Ursula (ISP) Jalan Pos Jakarta bekerja sama dengan RS St. Carolus Jakarta serta Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) wilayah Jakarta sebagai operator.
Pada 2025, sebanyak 71 orang dari 160 pendaftar menerima tindakan operasi. Sementara pada 2026, sekitar 80 peserta yang lolos skrining kesehatan dijadwalkan menjalani operasi dari total 120 pendaftar.
Ketua ISP, Inge Setiawati, menegaskan kegiatan ini merupakan wujud komitmen alumni untuk memberi dampak nyata bagi masyarakat luas. Senada, Sekretaris Perdami DKI Jakarta, Dr. Astrianda Suryono, Sp.M(K), menyebut katarak masih menjadi penyebab utama kebutaan di Indonesia. Data Kemenkes menunjukkan jutaan orang mengalami gangguan penglihatan, sehingga kolaborasi lintas pihak seperti ini dinilai penting untuk memperluas akses layanan kesehatan mata dan mencegah kebutaan yang sebenarnya dapat diatasi.
Kegiatan ini menyasar ratusan masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan mata dan diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Santa Ursula (ISP) Jalan Pos Jakarta bekerja sama dengan RS St. Carolus Jakarta serta Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) wilayah Jakarta sebagai operator.
Pada 2025, sebanyak 71 orang dari 160 pendaftar menerima tindakan operasi. Sementara pada 2026, sekitar 80 peserta yang lolos skrining kesehatan dijadwalkan menjalani operasi dari total 120 pendaftar.
Ketua ISP, Inge Setiawati, menegaskan kegiatan ini merupakan wujud komitmen alumni untuk memberi dampak nyata bagi masyarakat luas. Senada, Sekretaris Perdami DKI Jakarta, Dr. Astrianda Suryono, Sp.M(K), menyebut katarak masih menjadi penyebab utama kebutaan di Indonesia. Data Kemenkes menunjukkan jutaan orang mengalami gangguan penglihatan, sehingga kolaborasi lintas pihak seperti ini dinilai penting untuk memperluas akses layanan kesehatan mata dan mencegah kebutaan yang sebenarnya dapat diatasi.
(sra)