Jelang Munas X, LDII Tegaskan Komitmen Perkuat Persatuan dan Perdamaian Dunia
Selasa, 10 Maret 2026 - 08:08 WIB
A
A
A
Menjelang pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) X, LDII menegaskan komitmennya dalam menjaga persatuan serta mendorong terciptanya perdamaian dunia. Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso menyampaikan hal tersebut saat media gathering dan buka puasa bersama para wartawan di Kantor DPP LDII, Jakarta, Senin (9/3/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempererat komunikasi dengan insan pers sekaligus menyampaikan arah kebijakan strategis organisasi dalam menghadapi dinamika global yang terus berkembang.
Munas X LDII dijadwalkan berlangsung pada 7–9 April 2026 dengan mengangkat tema “Mengokohkan Peran LDII dalam Membangun Indonesia yang Berdaulat, Harmonis, dan Berkeadaban untuk Perdamaian Dunia”. Menurut KH Chriswanto Santoso, pemilihan tema tersebut dilatarbelakangi oleh kondisi dunia yang tengah menghadapi berbagai ketidakpastian akibat konflik geopolitik di sejumlah wilayah. Situasi tersebut turut memengaruhi stabilitas keamanan global serta tatanan geoekonomi, termasuk pada sektor energi, pangan, dan jalur perdagangan internasional.
Ia menjelaskan, Munas X LDII tidak sekadar menjadi ajang konsolidasi organisasi maupun penetapan kepengurusan baru untuk masa bakti 2026–2031. Lebih dari itu, forum tersebut juga menjadi momentum strategis untuk merumuskan kontribusi nyata LDII dalam mendukung pembangunan nasional, melalui penguatan nilai-nilai kebangsaan, pengembangan moderasi beragama, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berkarakter. Selain itu, Munas ini juga akan memperdalam delapan program kerja LDII yang dirumuskan sebagai delapan bidang pengabdian bagi bangsa dan negara.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempererat komunikasi dengan insan pers sekaligus menyampaikan arah kebijakan strategis organisasi dalam menghadapi dinamika global yang terus berkembang.
Munas X LDII dijadwalkan berlangsung pada 7–9 April 2026 dengan mengangkat tema “Mengokohkan Peran LDII dalam Membangun Indonesia yang Berdaulat, Harmonis, dan Berkeadaban untuk Perdamaian Dunia”. Menurut KH Chriswanto Santoso, pemilihan tema tersebut dilatarbelakangi oleh kondisi dunia yang tengah menghadapi berbagai ketidakpastian akibat konflik geopolitik di sejumlah wilayah. Situasi tersebut turut memengaruhi stabilitas keamanan global serta tatanan geoekonomi, termasuk pada sektor energi, pangan, dan jalur perdagangan internasional.
Ia menjelaskan, Munas X LDII tidak sekadar menjadi ajang konsolidasi organisasi maupun penetapan kepengurusan baru untuk masa bakti 2026–2031. Lebih dari itu, forum tersebut juga menjadi momentum strategis untuk merumuskan kontribusi nyata LDII dalam mendukung pembangunan nasional, melalui penguatan nilai-nilai kebangsaan, pengembangan moderasi beragama, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berkarakter. Selain itu, Munas ini juga akan memperdalam delapan program kerja LDII yang dirumuskan sebagai delapan bidang pengabdian bagi bangsa dan negara.
(sra)