Sinergi PPLI dan LAZNAS...
1/3
Suasana Ngopling (Ngobrol Peduli Lingkungan) bersama Aliansi Jurnalis Peduli Lingkungan di Jakarta, (11/3).
Sinergi PPLI dan LAZNAS...
2/3
Suasana Ngopling (Ngobrol Peduli Lingkungan) bersama Aliansi Jurnalis Peduli Lingkungan di Jakarta, (11/3).
Sinergi PPLI dan LAZNAS...
3/3
Suasana Ngopling (Ngobrol Peduli Lingkungan) bersama Aliansi Jurnalis Peduli Lingkungan di Jakarta, (11/3).
Sinergi PPLI dan LAZNAS...
Sinergi PPLI dan LAZNAS...
Sinergi PPLI dan LAZNAS...

Sinergi PPLI dan LAZNAS Al-Azhar: Jadikan Ramadhan Ajang Edukasi Hemat Air

Jum'at, 13 Maret 2026 - 07:02 WIB
A A A
Jakarta – Bulan Suci Ramadhan yang seharusnya menjadi momentum menanamkan nilai-nilai kesederhanaan, justru seringkali diwarnai dengan lonjakan penggunaan air rumah tangga. Fenomena ini menarik perhatian PT Prasadha Pamunah Limbah Industri, yang berdedikasi pada pengelolaan lingkungan dan daur ulang limbah.

Laboratorium Manager PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI), Muhamad Yusuf Firdaus, menyoroti kebiasaan masyarakat yang masih mengandalkan detergen dengan busa melimpah. Menurutnya, tumpukan busa di aliran sungai dapat menghalangi sinar matahari dan oksigen masuk ke dalam air.

"Untuk mencuci kadang ibu-ibu suka detergen yang busanya melimpah. Padahal busa ini jadi masalah, kalau menumpuk terus ujung-ujungnya sinar matahari tidak bisa masuk ke sungai. Oksigen tidak dapat masuk, biota air di sungai terganggu dan lama-lama dia mati lalu terjadi pendangkalan," ujar Yusuf dalam acara "Ngopling" (Ngobrol Peduli Lingkungan) bersama Aliansi Jurnalis Peduli Lingkungan di Jakarta, (11/3).

Ia juga menyentil perilaku sebagian umat saat bersuci. "Wudhu juga jadi persoalan. Kadang saat wudhu krannya dibuka maksimal. Padahal ini wudhu, bukan mandi,” sindirnya.

Karena itu Yusuf berharap semangat menjaga kelestarian lingkungan, termasuk penghematan air, disisipkan dalam forum umat seperti pengajian. “Menjaga kualitas air bisa menjadi ladang pahala, karena air adalah sumber kehidupan," tambahnya.

Senada dengan itu, Supervisor Environmental Database and Program PPLI, Irfan Maulana, memaparkan data yang cukup mengejutkan. “Rata-rata penggunaan air tiap wudhu per orang mencapai 2,9 hingga 5 liter. Padahal secara sunnah, wudhu hanya membutuhkan 0,5 hingga 0,7 liter air, atau setara dengan satu botol air minum kemasan,” ucapnya.

Prinsip penghematan inilah, sambung Irfan, yang selalu dikedepankan PPLI. “Di industri, kami terus mengampanyekan efisiensi ini,” ujarnya.

Sebagai wujud komitmen nyata, semangat yang sama juga diusung PPLI dalam operasional bisnisnya. Sejak tahun 2025, PPLI yang tergabung dalam jaringan Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI), telah mengelola kurang lebih 225 ribu meter kubik limbah yang berasal dari customernya.

Pengolahan limbah menggunakan tiga metode, yakni secara kimiawi dan fisika atau physical chemical treatment. Kemudian evaporator, yakni pemekatan air untuk mengurangi total dissolved solids yang terkandung di air limbah, lalu dengan Teknik biologis menggunakan bakteri aktif untuk mengurangi kadar tercemar.

“Nah air hasil pengelolaan limbah itu, sebagian digunakan lagi untuk proses di PPLI. Misalnya untuk cuci kendaraan pengangkut atau pencucian kemasan. Kurang lebih selama 3 tahun ke belakang saja PPLI sudah bisa memanfaatkan sekitar 99 ribu meter kubik air yang seharusnya dibuang,” sebut Irfan.

*Membangun Mindset 3R Berbasis Rumah Ibadah*

Direktur LAZNAS Al-Azhar, Iwan Rahman, menambahkan persoalan boros air di Indonesia sangat dipengaruhi oleh faktor kultur dan ketersediaan sumber daya yang melimpah. Ia membandingkan perilaku jamaah saat umrah yang bisa berhemat air, tapi kembali jor-joran ketika di tanah air.

“Sebagai negara yang air tanahnya melimpah, kita tidak pernah merasakan panasnya gurun. Sehingga mengkonsumsi air dalam jumlah besar seolah hal biasa,” sesal Iwan.

“Desain kran di masjid-masjid kita juga mayoritas mengeluarkan debit air yang terlalu besar," sambungnya. Karena itu ia mendorong implementasi konsep Reduce, Reuse, Recycle (3R) berbasis masjid atau klaster pemukiman.

Iwan mencontohkan program pemberdayaan di Muara Enim, Sumatera Selatan yang digagas LAZNAS Al-Azhar. “Di sana kita menerapkan 3R. Ketika turbin berfungsi, arus listrik yang dihasilkan itu untuk menerangi masjid dan 200 rumah. Setelah itu airnya tidak dibuang, tapi dimanfaatkan untuk perkebunan, sawah dan sebagainya,” jelas dia.

Menutup diskusi, para narasumber sepakat bahwa edukasi lingkungan harus disisipkan dalam tiap aktivitas, termasuk kegiatan keagamaan. "Lingkungan ini bukan cuma milik kita, tapi titipan untuk anak cucu kita," pungkas Yusuf.
(sra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Anda punya koleksi foto jalan-jalan yang keren, liburan tak terlupakan, atau foto indah penuh makna?
Kirim foto-foto Anda untuk tampil di Galerimu Unggah Foto
Foto Terkait
Dorong Kemandirian Petani,...
Dorong Kemandirian Petani, Prudential Syariah dan LAZ Al-Azhar Hadirkan Edukasi Keuangan Syariah
LDII: Jadikan Ramadhan...
LDII: Jadikan Ramadhan dan Gotong Royong Modal Tangani Pandemi
Edukasi Pelestarian...
Edukasi Pelestarian Air Bersih dan Lingkungan untuk Siswa Sekolah
Masjid Agung Al-Azhar...
Masjid Agung Al-Azhar Jaksel Gelar Tarawih dan Pembagian Takjil Drive Thru
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Hidup Warga Lewat Akses Air Bersih dan Edukasi
Allianz Syariah dan...
Allianz Syariah dan Yayasan Pesantren Islam Al Azhar Perluas Manfaat Kurban untuk Negeri
Foto Terkini
Indonesia Taklukkan...
Indonesia Taklukkan Mozambik Lewat Gol Tunggal Ole Romeny
12 jam yang lalu
Kenakan Rompi Tahanan,...
Kenakan Rompi Tahanan, Bupati Muara Enim Edison Resmi Ditahan KPK
12 jam yang lalu
Smartfren Run 2026 dan...
Smartfren Run 2026 dan Kampanye Jagoan Sinyal Se-Indonesia Resmi Diluncurkan
16 jam yang lalu
NestleMILO Perkuat Komitmen...
NestleMILO Perkuat Komitmen Dukung Anak Tumbuh Aktif dan Fokus
16 jam yang lalu
Grab Business Forum...
Grab Business Forum 2026 Jadi Wadah Kolaborasi Pemimpin Bisnis
17 jam yang lalu
Komisi VIII DPR dan...
Komisi VIII DPR dan Menteri Agama Bahas Pengawasan Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren
1 hari yang lalu
Foto Terpopuler
Raih Guinness World...
Raih Guinness World Records, Layanan Umrah Indonesia Tembus Standar Global
Jonatan Christie Gagal...
Jonatan Christie Gagal Raih Gelar Indonesia Open 2026
Rupiah Tembus Rp18.000,...
Rupiah Tembus Rp18.000, Ukuran Tahu di Depok Berkurang 2 Sentimeter
Komisi VIII DPR dan...
Komisi VIII DPR dan Menteri Agama Bahas Pengawasan Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren
Raker Komisi IX DPR,...
Raker Komisi IX DPR, Menkes Paparkan Ancaman Krisis Dokter di Indonesia
Latihan Timnas Indonesia...
Latihan Timnas Indonesia Jelang Hadapi Mozambik