Pengamat : Terima Kritik...
1/2
Presiden Prabowo Subianto menyapa warga di Kawasan Senen, Jakarta Pusat, pada Kamis, 26 Maret 2026. Foto: BPMI Setpres/Cahyo
Pengamat : Terima Kritik...
2/2
Presiden Prabowo Subianto menggelar acara gelar griya (open house) dalam rangka Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Sabtu, 21 Maret 2026. Foto: BPMI Setpres/Kris
Pengamat : Terima Kritik...
Pengamat : Terima Kritik...

Pengamat : Terima Kritik Publik, Pemerintahan Prabowo Masih Demokratis

Sabtu, 28 Maret 2026 - 13:10 WIB
A A A
Direktur Eksekutif Indeks Data Nasional Ayip Tayana menilai pemerintahan Presiden Prabowo masih jauh dari kata otoriter. Pasalnya, pemerintah sendiri terbuka terhadap kritik yang disampaikan publik.

Hal itu berbeda dengan rezim yang benar-benar otoriter, yang biasanya sejak awal menutup ruang kritik.

Tetapi memang ada catatan terkait kritik publik tersebut, khususnya yang mengandung kebencian. Menurut Ayip, hal itu harus dimaknai secara proporsional agar kualitas demokrasi tetap sehat, tapi juga tidak membatasi ekspresi publik.

"Kalau kita lihat secara empiris sejauh ini, saya belum melihat cukup bukti kuat untuk menyebut pemerintahan Prabowo Subianto sebagai pemerintah yang otoriter. Tapi ada area abu-abu yang harus dijaga, dalam definisi kritik vs kebencian," kata Ayip Tayana.

Ia juga melihat pemerintahan Presiden Prabowo saat ini masih dalam kategori demokratis. Ayip menyebut beberapa indikator kadar demokratis dari pemerintahan Prabowo saat ini.

Diantaranya, pemerintah masih mengakui kritik publik, komitmen penegakan hukum tanpa pandang bulu, dan tidak ada pembatasan secara sistemik terhadap oposisi atau organisasi masyarakat sipil.

"Jadi kesimpulan saya, pemerintahan Prabowo Subianto saat ini masih demokratis, dengan kecenderungan ingin menunjukkan ketegasan negara, tetapi tetap perlu pengawasan publik agar tidak bergeser ke arah yang lebih restriktif," terangnya.

Terkait jaminan Presiden Prabowo untuk menuntaskan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Ayip menilai bahwa itu sebagai sinyal positif untuk penegakan hukum yang transparan dan akuntabel. Artinya, negara menganggap ini sebagai kejahatan serius terhadap demokrasi.

Meski demikian, publik tetap harus mengawal agar prosesnya tetap terbuka, serta hasilnya sesuai dengan keadilan dan hukum yang berlaku.

"Saya cenderung melihat ini sebagai satu arah yang benar, tetapi tetap perlu dikawal agar tidak berhenti di level retorika," pungkasnya.
(sra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Anda punya koleksi foto jalan-jalan yang keren, liburan tak terlupakan, atau foto indah penuh makna?
Kirim foto-foto Anda untuk tampil di Galerimu Unggah Foto
Foto Terkait
Aksi Damai di Depan...
Aksi Damai di Depan Istana, Aktivis Kritik Kinerja Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
Koalisi Sipil Desak...
Koalisi Sipil Desak Dialog Publik, Kritik Pasal Bermasalah dalam RKUHAP
Begini Pandangan Pengamat...
Begini Pandangan Pengamat Tentang Kunjungan Prabowo ke Perancis
Film Pesta Babi Tuai...
Film Pesta Babi Tuai Polemik, Pengamat Minta Publik Lebih Kritis
Kamrussamad: Beasiswa...
Kamrussamad: Beasiswa Pendidikan Wirausaha Prioritas Pemerintahan Prabowo Gibran
Aksi Kamisan Pertama...
Aksi Kamisan Pertama di Era Pemerintahan Prabowo-Gibran
Foto Terkini
World AI Show 2026 Bahas...
World AI Show 2026 Bahas Masa Depan AI Indonesia
1 hari yang lalu
PM India Narendra Modi...
PM India Narendra Modi Sampaikan Pidato Kenegaraan di DPR RI
1 hari yang lalu
MNC Life Hadirkan Perlindungan...
MNC Life Hadirkan Perlindungan Asuransi di Koplove Fest Vol. 4
1 hari yang lalu
AFTECH di IDBS 2026:...
AFTECH di IDBS 2026: Peran Fintech Makin Krusial Sokong Ekonomi Riil
1 hari yang lalu
Trotoar Darurat Bundaran...
Trotoar Darurat Bundaran HI Disulap Menyerupai Labirin Taman
1 hari yang lalu
INOTEK dan Sampoerna...
INOTEK dan Sampoerna untuk Indonesia Dorong Penguatan Kapasitas UMKM di Subang
1 hari yang lalu
Foto Terpopuler
Penampilan Feast di...
Penampilan Feast di Panggung Jakarta Fair 2026
Produksi Seragam Sekolah...
Produksi Seragam Sekolah Meningkat Jelang Tahun Ajaran Baru
Whoosh Jadi Favorit...
Whoosh Jadi Favorit Turis Asing: Layani 184 Ribu WNA Sepanjang 2026, Malaysia Terbanyak
PM India Narendra Modi...
PM India Narendra Modi Sampaikan Pidato Kenegaraan di DPR RI
World AI Show 2026 Bahas...
World AI Show 2026 Bahas Masa Depan AI Indonesia
Hari Bhayangkara ke-80...
Hari Bhayangkara ke-80 : Kapoksi Komisi III DPR RI Muhammad Rahul Apresiasi Keberhasilan Polda Riau Tuntaskan 110 Jembatan Merah Putih Presisi