Dorong Energi Bersih, ABCPI Pasang PLTS Atap di Pabrik Karawang
Kamis, 09 April 2026 - 00:50 WIB
A
A
A
PT ABC President Indonesia (ABCPI), produsen makanan dan minuman yang dikenal melalui Mi ABC (Selera Pedas) dan Nu Green Tea, memperkuat komitmennya terhadap praktik manufaktur ramah lingkungan dengan mengintegrasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 1,3 MW di fasilitas pabriknya di Karawang, Jawa Barat. Proyek ini dikembangkan bersama SUN Energy untuk menghadirkan sumber energi bersih yang dapat dimanfaatkan langsung dalam operasional pabrik.
Seiring ekspansi pasar ke berbagai kawasan dunia—mulai dari Asia, Eropa, Oseania, Afrika, Timur Tengah, hingga Amerika Utara—ABCPI terus memperluas jaringan distribusi ekspornya. Di saat yang sama, perusahaan juga memperkuat praktik operasional yang bertanggung jawab, termasuk pengelolaan dampak lingkungan, guna memenuhi tuntutan keberlanjutan dalam rantai pasok global.
Implementasi PLTS Atap ini diproyeksikan mampu menghasilkan lebih dari 1,9 juta kWh energi bersih per tahun. Inisiatif tersebut juga berpotensi menurunkan emisi karbon hingga 1.515 ton per tahun, setara dengan penanaman lebih dari 25 ribu pohon setiap tahunnya.
Chief Operating Officer ABCPI, Dwi Hatmadji, menegaskan bahwa kualitas produk harus berjalan seiring dengan tanggung jawab terhadap lingkungan. Integrasi energi surya ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk menciptakan operasional yang efisien, berkelanjutan, dan selaras dengan arah transisi energi global.
Sebagai fasilitas manufaktur dengan kebutuhan energi yang tinggi, pemanfaatan PLTS Atap menjadi langkah konkret dalam mendorong dekarbonisasi operasional. SUN Energy menilai adopsi energi surya di sektor industri merupakan solusi efektif karena energi bersih dihasilkan langsung di lokasi produksi. Kolaborasi ini juga mencerminkan semakin kuatnya peran sinergi antara industri dan pengembang energi terbarukan dalam mempercepat transisi energi di Indonesia.
SUN Energy menegaskan bahwa adopsi PLTS atap di sektor industri merupakan langkah konkret untuk mempercepat pemanfaatan energi terbarukan, karena energi bersih dapat dihasilkan langsung di lokasi operasional. “Produk seperti Mi ABC dan Nu Green Tea telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat.
Oleh karena itu, kami mengapresiasi langkah ABCPI yang menghadirkan energi surya dalam proses produksinya sebagai upaya memperkuat praktik manufaktur yang lebih ramah lingkungan. Ke depan, kami berharap semakin banyak pelaku industri yang turut mengomunikasikan inisiatif energi bersihnya kepada publik,” ujar Jefferson Kuesar, CEO SUN Energy.
Pemasangan PLTS atap di fasilitas pabrik ABCPI ini juga mencerminkan semakin kuatnya peran kolaborasi antara pelaku industri dan pengembang energi terbarukan dalam mendorong transisi energi, khususnya melalui inisiatif yang dapat diterapkan langsung pada lini operasional perusahaan.
Seiring ekspansi pasar ke berbagai kawasan dunia—mulai dari Asia, Eropa, Oseania, Afrika, Timur Tengah, hingga Amerika Utara—ABCPI terus memperluas jaringan distribusi ekspornya. Di saat yang sama, perusahaan juga memperkuat praktik operasional yang bertanggung jawab, termasuk pengelolaan dampak lingkungan, guna memenuhi tuntutan keberlanjutan dalam rantai pasok global.
Implementasi PLTS Atap ini diproyeksikan mampu menghasilkan lebih dari 1,9 juta kWh energi bersih per tahun. Inisiatif tersebut juga berpotensi menurunkan emisi karbon hingga 1.515 ton per tahun, setara dengan penanaman lebih dari 25 ribu pohon setiap tahunnya.
Chief Operating Officer ABCPI, Dwi Hatmadji, menegaskan bahwa kualitas produk harus berjalan seiring dengan tanggung jawab terhadap lingkungan. Integrasi energi surya ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk menciptakan operasional yang efisien, berkelanjutan, dan selaras dengan arah transisi energi global.
Sebagai fasilitas manufaktur dengan kebutuhan energi yang tinggi, pemanfaatan PLTS Atap menjadi langkah konkret dalam mendorong dekarbonisasi operasional. SUN Energy menilai adopsi energi surya di sektor industri merupakan solusi efektif karena energi bersih dihasilkan langsung di lokasi produksi. Kolaborasi ini juga mencerminkan semakin kuatnya peran sinergi antara industri dan pengembang energi terbarukan dalam mempercepat transisi energi di Indonesia.
SUN Energy menegaskan bahwa adopsi PLTS atap di sektor industri merupakan langkah konkret untuk mempercepat pemanfaatan energi terbarukan, karena energi bersih dapat dihasilkan langsung di lokasi operasional. “Produk seperti Mi ABC dan Nu Green Tea telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat.
Oleh karena itu, kami mengapresiasi langkah ABCPI yang menghadirkan energi surya dalam proses produksinya sebagai upaya memperkuat praktik manufaktur yang lebih ramah lingkungan. Ke depan, kami berharap semakin banyak pelaku industri yang turut mengomunikasikan inisiatif energi bersihnya kepada publik,” ujar Jefferson Kuesar, CEO SUN Energy.
Pemasangan PLTS atap di fasilitas pabrik ABCPI ini juga mencerminkan semakin kuatnya peran kolaborasi antara pelaku industri dan pengembang energi terbarukan dalam mendorong transisi energi, khususnya melalui inisiatif yang dapat diterapkan langsung pada lini operasional perusahaan.
(sra)