inDrive Kokoh di Posisi No. 2 Ride-Hailing Global, Pengguna RI Meningkat
Senin, 13 April 2026 - 16:32 WIB
A
A
A
Seiring pesatnya pertumbuhan industri transportasi digital, inDrive berhasil mempertahankan posisinya sebagai aplikasi ride-hailing dengan unduhan terbanyak kedua di dunia selama empat tahun berturut-turut menurut Sensor Tower.
Pada saat yang sama, inDrive juga mencatat pertumbuhan pengguna dua digit di Indonesia pada 2026 dibandingkan 2025, mencerminkan meningkatnya permintaan terhadap layanan yang transparan serta memberi kebebasan memilih bagi konsumen.
Tak hanya itu, inDrive naik ke peringkat keempat sebagai aplikasi travel paling banyak diunduh secara global, dari posisi kelima pada tahun sebelumnya. Pencapaian ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan dan penggunaan aplikasi di berbagai negara, termasuk di pasar berkembang seperti Indonesia.
Sejak diluncurkan, aplikasi ini telah diunduh lebih dari 400 juta kali dan kini hadir di lebih dari 1.000 kota di 48 negara.
Dengan model harga berbasis negosiasi langsung antara pengemudi dan penumpang, inDrive menawarkan pendekatan yang lebih transparan dan adil, sekaligus memberikan fleksibilitas bagi kedua belah pihak. Country Manager inDrive Indonesia, Rio Aristo, mengatakan capaian ini menjadi motivasi untuk terus menghadirkan layanan terbaik.
“Pencapaian ini menjadi bukti kepercayaan pengguna terhadap inDrive, termasuk di Indonesia. Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan yang adil dan transparan, sekaligus memberikan pilihan yang lebih fleksibel bagi pengguna dan mitra pengemudi, sesuai dengan kebutuhan pasar lokal,” ujarnya.
Sepanjang 2025, inDrive juga memperluas layanannya dengan menghadirkan berbagai fitur tambahan, seperti transportasi antar kota, layanan kurir, pengantaran bahan pokok, hingga layanan keuangan.
Langkah ini merupakan bagian dari transformasi inDrive menuju super app yang mampu memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari pengguna dalam satu platform.
Selain itu, pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan analitik lanjutan turut mendukung peningkatan pengalaman pengguna, mulai dari estimasi waktu perjalanan yang lebih akurat hingga layanan yang lebih personal.
Laporan Sensor Tower juga menunjukkan bahwa tren super app semakin menjadi pendorong utama pertumbuhan industri ride-hailing, terutama di pasar berkembang.
Di Indonesia, inDrive terus memperkuat posisinya dengan menghadirkan solusi mobilitas yang fleksibel serta mendukung keseimbangan antara kebutuhan pengguna dan kesejahteraan mitra pengemudi.
Pada saat yang sama, inDrive juga mencatat pertumbuhan pengguna dua digit di Indonesia pada 2026 dibandingkan 2025, mencerminkan meningkatnya permintaan terhadap layanan yang transparan serta memberi kebebasan memilih bagi konsumen.
Tak hanya itu, inDrive naik ke peringkat keempat sebagai aplikasi travel paling banyak diunduh secara global, dari posisi kelima pada tahun sebelumnya. Pencapaian ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan dan penggunaan aplikasi di berbagai negara, termasuk di pasar berkembang seperti Indonesia.
Sejak diluncurkan, aplikasi ini telah diunduh lebih dari 400 juta kali dan kini hadir di lebih dari 1.000 kota di 48 negara.
Dengan model harga berbasis negosiasi langsung antara pengemudi dan penumpang, inDrive menawarkan pendekatan yang lebih transparan dan adil, sekaligus memberikan fleksibilitas bagi kedua belah pihak. Country Manager inDrive Indonesia, Rio Aristo, mengatakan capaian ini menjadi motivasi untuk terus menghadirkan layanan terbaik.
“Pencapaian ini menjadi bukti kepercayaan pengguna terhadap inDrive, termasuk di Indonesia. Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan yang adil dan transparan, sekaligus memberikan pilihan yang lebih fleksibel bagi pengguna dan mitra pengemudi, sesuai dengan kebutuhan pasar lokal,” ujarnya.
Sepanjang 2025, inDrive juga memperluas layanannya dengan menghadirkan berbagai fitur tambahan, seperti transportasi antar kota, layanan kurir, pengantaran bahan pokok, hingga layanan keuangan.
Langkah ini merupakan bagian dari transformasi inDrive menuju super app yang mampu memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari pengguna dalam satu platform.
Selain itu, pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan analitik lanjutan turut mendukung peningkatan pengalaman pengguna, mulai dari estimasi waktu perjalanan yang lebih akurat hingga layanan yang lebih personal.
Laporan Sensor Tower juga menunjukkan bahwa tren super app semakin menjadi pendorong utama pertumbuhan industri ride-hailing, terutama di pasar berkembang.
Di Indonesia, inDrive terus memperkuat posisinya dengan menghadirkan solusi mobilitas yang fleksibel serta mendukung keseimbangan antara kebutuhan pengguna dan kesejahteraan mitra pengemudi.
(sra)