Rupiah Melemah, Ekonom:...
1/3
Ekonom Dr. Surya Vandiantara menilai pelemahan nilai tukar rupiah saat ini bukan disebabkan oleh faktor internal.
Rupiah Melemah, Ekonom:...
2/3
Sehingga, tak berpengaruh pada daya beli masyarakat.
Rupiah Melemah, Ekonom:...
3/3
Berdasarkan data tersebut, Surya menilai posisi utang Indonesia masih dalam kategori aman. Hal itu bila dinilai dari rasio kemampuan membayar.
Rupiah Melemah, Ekonom:...
Rupiah Melemah, Ekonom:...
Rupiah Melemah, Ekonom:...

Rupiah Melemah, Ekonom: Bukan karena Faktor Internal, Tak Berdampak pada Daya Beli

Rabu, 06 Mei 2026 - 18:00 WIB
A A A
Ekonom Dr. Surya Vandiantara menilai pelemahan nilai tukar rupiah saat ini bukan disebabkan oleh faktor internal. Sehingga, tak berpengaruh pada daya beli masyarakat.

Menurutnya, faktor internal melemahnya nilai tukar rupiah itu disebabkan oleh dua hal, yaitu lemahnya pertumbuhan ekonomi suatu negara atau tingginya impor barang yang berujung pada defisit neraca perdagangan sehingga menyebabkan permintaan atas mata uang asing meningkat.

"Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi YoY triwulan I 2026 berjalan positif diangka 5,61%, begitu pula triwulan IV 2025 5,39%, dan triwulan III 2025 5,04%. Kondisi ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi dalam negeri memiliki tren positif dan stabil," kata pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Bengkulu ini.

Sementara itu, kata Surya, BPS juga mencatakan surplus dalam neraca perdagangan. Pada Maret 2026 ekspor tercatat mencapai angka US 19,21 Miliar.

"Mengingat pertumbuhan ekonomi yang positif dan stabil, serta neraca perdagangan yang surplus, maka itu bukan karena faktor internal dan tidak akan berpengaruh signifikan terhadap daya beli masyarakat," terangnya.

Kemudian terkait utang luar negeri, Bank Indonesia (BI) pada April 2026 melaporkan bahwa rasio Utang Luar Neger (ULN) terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di angka 29,8% dengan dominasi ULN jangka panjang pada pangsa 84,9% dari total ULN.

Berdasarkan data tersebut, Surya menilai posisi utang Indonesia masih dalam kategori aman. Hal itu bila dinilai dari rasio kemampuan membayar.

"Berbagai teori ekonomi mencoba memberikan ambang batas rasio kesehatan utang. Ambang batas rasio biasanya ditetapkan sepertiga atau 40% dari total pendapatan. Laporan Bank Indonesia yang menyatakan bahwa rasio ULN terhadap PDB diangka 29,8%, menunjukkan bahwa rasio ULN dibawah sepertiga ataupun dibawah 40% dari total PDB, sehingga bisa disimpulkan bahwa ULN masih dalam ambang batas aman," ujarnya.

Lalu, kata Surya, tenor waktu pinjaman juga memiliki pengaruh penting dalam mengukur kesehatan ULN. Semakin panjang tenor yang dimiliki dalam pembayaran utang, merepresentasikan nilai kewajiban pembayaran utang yang lebih rendah pada setiap periode pembayaran.

"Dominasi ULN jangka panjang yang mencapai 84,9%, semakin memperkuat penilaian sehat atas ULN Indonesia," pungkasnya.
(sra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Anda punya koleksi foto jalan-jalan yang keren, liburan tak terlupakan, atau foto indah penuh makna?
Kirim foto-foto Anda untuk tampil di Galerimu Unggah Foto
Foto Terkait
Rupiah Melemah Tipis...
Rupiah Melemah Tipis ke Rp17.130 per Dolar AS pada Selasa Pagi
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Pengamat Ekonomi: Pelemahan...
Pengamat Ekonomi: Pelemahan Tak Hanya pada Rupiah, Tapi Hampir Semua Negara
Nilai Tukar Rupiah Melemah...
Nilai Tukar Rupiah Melemah Terhadap Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah Melemah...
Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Level Rp15.036
Nilai Tukar Rupiah Terhadap...
Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Melemah ke Level 16.284
Foto Terkini
Bisnis Indonesia Awards...
Bisnis Indonesia Awards 2026: MSIN Dinobatkan sebagai Perusahaan Terbaik Sektor Media dan Hiburan
3 jam yang lalu
Tingkat Polusi Jakarta...
Tingkat Polusi Jakarta Tertinggi di Dunia
4 jam yang lalu
Kemendukbangga/BKKBN...
Kemendukbangga/BKKBN Inisiasi Komite Kebijakan Ketenagakerjaan dan Pendidikan untuk Optimalkan Bonus Demografi Menuju Indonesia Maju
16 jam yang lalu
Bank DBS Indonesia Perkuat...
Bank DBS Indonesia Perkuat Komitmen Bangun Masa Depan Inklusif melalui Program People of Purpose untuk Lansia
18 jam yang lalu
Dengan Senyuman, Dokter...
Dengan Senyuman, Dokter Tifa Hadapi Sidang Perdana Kasus Dugaan Ijazah Jokowi
18 jam yang lalu
Pelatihan Membatik di...
Pelatihan Membatik di Jakarta Pusat Dukung Pelestarian Budaya
18 jam yang lalu
Foto Terpopuler
Dengan Senyuman, Dokter...
Dengan Senyuman, Dokter Tifa Hadapi Sidang Perdana Kasus Dugaan Ijazah Jokowi
Ketua Umum Pemuda Pancasila...
Ketua Umum Pemuda Pancasila Diperiksa KPK Terkait Kasus Rita Widyasari
Ekspor Mobil Indonesia...
Ekspor Mobil Indonesia Melaju, Pengiriman CBU Naik 31,4 Persen
Nadiem Makarim Divonis...
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara
AdaKami Raih Penghargaan...
AdaKami Raih Penghargaan Top Company in Transparent & Responsible P2P Lending di Indonesia
Kemnaker-Sampoerna Dorong...
Kemnaker-Sampoerna Dorong Praktik Baik Hubungan Industrial Pancasila di Dunia Kerja