Pengamat Ekonomi: Pelemahan...
1/2
Pengamat ekonomi Dr. Surya Vandiantara menilai, pelemahan nilai tukar mata uang domestik terhadap dollar Amerika Serikat (AS) tidak hanya terjadi di Indonesia saja. Sebagian besar negara Asia juga turut mengalami tekanan nilai mata uang domestik.
Pengamat Ekonomi: Pelemahan...
2/2
Pengamat ekonomi Dr. Surya Vandiantara menilai, pelemahan nilai tukar mata uang domestik terhadap dollar Amerika Serikat (AS) tidak hanya terjadi di Indonesia saja. Sebagian besar negara Asia juga turut mengalami tekanan nilai mata uang domestik.
Pengamat Ekonomi: Pelemahan...
Pengamat Ekonomi: Pelemahan...

Pengamat Ekonomi: Pelemahan Tak Hanya pada Rupiah, Tapi Hampir Semua Negara

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:49 WIB
A A A
Pengamat ekonomi Dr. Surya Vandiantara menilai, pelemahan nilai tukar mata uang domestik terhadap dollar Amerika Serikat (AS) tidak hanya terjadi di Indonesia saja. Sebagian besar negara Asia juga turut mengalami tekanan nilai mata uang domestik.

Menurutnya, salah satu faktor yang mempengaruhi kondisi tersebut adalah keberhasilan Amerika Serikat dalam memenangkan perang opini atau sentimen atas konflik yang terjadi dengan Iran.

"Konflik yang terjadi antara Amerika Serikat dan Iran menyebabkan para investor dan pelaku bisnis memilih US secara signifikan. Tingginya tingkat permintaan terhadap US melambung tinggi," katanya.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), pelemahan Rupiah bila dibanding dengan negara lain sebenarnya masih relatif lebih baik. Data menunjukkan pelemahan Rupiah sekitar 3,65 persen sejak awal konflik AS-Iran.

Angka ini lebih rendah dibandingkan peso Filipina yang turun 6,58 persen dan baht Thailand 5,04 persen. Rupee India melemah 4,32 persen dan peso Chile 4,24 persen. Sedangkan, Won Korea mencatat pelemahan 2,29 persen.

Surya melihat pelemahan nilai mata uang rupiah terhadap dollar AS itu terjadi dikarenakan pengaruh faktor eksternal bukan karena faktor internal. Menurutnya, hal itu dipengaruhi oleh para investor dan pelaku bisnis dalam negeri yang mengikuti tren dunia untuk menggunakan dollar AS sebagai instrumen investasi dan alat tukar yang akhirnya menekan jumlah permintaan Rupiah dan meningkatkan permintaan dollar AS.

"Di tengah pertumbuhan ekonomi dalam negeri yang cenderung stabil dan positif, serta necara perdagangan terhadap Amerika Serikat yang tercatat surplus, semakin mempertegas bahwa pelemahan nilai mata uang rupiah bukanlah dikarenakan faktor internal, melaikan faktor eksternal," terangnya.

Terkait tujuh langkah BI meredam pelemahan Rupiah, Surya menyebut hal itu sebagai langkah strategis untuk meningkatkan permintaan terhadap mata uang domestik. Apabila permintaan terhadap Rupiah meningkat, maka Rupiah akan mampu bersaing dengan tingginya angka permintaan dollar AS.

"Tujuh langkah BI merupakan kebijakan strategis jangka pendek yang dikeluarkan guna memperkuat nilai tukar Rupiah di tengah kedigdayaan dollar AS. Namun, itu dibutuhkan komitmen dari para pelaku pasar, baik dari kalangan investor valuta asing maupun pelaku bisnis untuk selalu menggunakan Rupiah sebagai instrumen investasi dan alat tukar," kata pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Bengkulu ini.

Sebab, katanya, pelemahan Rupiah ini bila berlangsung terus menerus justru merugikan para investor dan pelaku bisnis itu sendiri. Berbagai kebutuhan yang digunakan dari produk impor akan mengalami kenaikan yang cukup tinggi dikarenakan nilai tukar dollar AS yang tidak mampu diredam.

"Bagi pelaku bisnis, setiap kebutuhan bahan baku maupun alat produksi yang diperoleh dari luar negeri juga akan mengalami kenaikan sejalan dengan kenaikan dollar AS. Kenaikan ini tentunya akan menyebabkan barang hasil produksi semakin mahal sehingga tidak mampu diserap maksimal oleh pasar. Makanya perlu kesadaran dari berbagai kalangan untuk meredam depresiasi Rupiah," pungkasnya
(sra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Anda punya koleksi foto jalan-jalan yang keren, liburan tak terlupakan, atau foto indah penuh makna?
Kirim foto-foto Anda untuk tampil di Galerimu Unggah Foto
Foto Terkait
Pengamat Ekonomi : Pelemahan...
Pengamat Ekonomi : Pelemahan Rupiah Tak Bisa Jadi Satu-satunya Indikator Ekonomi Indonesia
Rupiah Melemah, Ekonom:...
Rupiah Melemah, Ekonom: Bukan karena Faktor Internal, Tak Berdampak pada Daya Beli
Pengamat: KPU Berpegangan...
Pengamat: KPU Berpegangan pada SK Kemenkumham, Suharso Ketum PPP
Tidak Hanya di Indonesia,...
Tidak Hanya di Indonesia, WhatsApp juga Eror di Berbagai Negara
Tak Hanya Gaza, Korban...
Tak Hanya Gaza, Korban Israel Juga Berjatuhan di Tepi Barat
Arsjad Rasjid: Indonesia...
Arsjad Rasjid: Indonesia Tak Boleh Hanya Jadi Pasar, Saatnya Kita Memimpin
Foto Terkini
Bisnis Indonesia Awards...
Bisnis Indonesia Awards 2026: MSIN Dinobatkan sebagai Perusahaan Terbaik Sektor Media dan Hiburan
2 jam yang lalu
Tingkat Polusi Jakarta...
Tingkat Polusi Jakarta Tertinggi di Dunia
2 jam yang lalu
Kemendukbangga/BKKBN...
Kemendukbangga/BKKBN Inisiasi Komite Kebijakan Ketenagakerjaan dan Pendidikan untuk Optimalkan Bonus Demografi Menuju Indonesia Maju
14 jam yang lalu
Bank DBS Indonesia Perkuat...
Bank DBS Indonesia Perkuat Komitmen Bangun Masa Depan Inklusif melalui Program People of Purpose untuk Lansia
16 jam yang lalu
Dengan Senyuman, Dokter...
Dengan Senyuman, Dokter Tifa Hadapi Sidang Perdana Kasus Dugaan Ijazah Jokowi
16 jam yang lalu
Pelatihan Membatik di...
Pelatihan Membatik di Jakarta Pusat Dukung Pelestarian Budaya
16 jam yang lalu
Foto Terpopuler
Dengan Senyuman, Dokter...
Dengan Senyuman, Dokter Tifa Hadapi Sidang Perdana Kasus Dugaan Ijazah Jokowi
Ketua Umum Pemuda Pancasila...
Ketua Umum Pemuda Pancasila Diperiksa KPK Terkait Kasus Rita Widyasari
Ekspor Mobil Indonesia...
Ekspor Mobil Indonesia Melaju, Pengiriman CBU Naik 31,4 Persen
Nadiem Makarim Divonis...
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara
AdaKami Raih Penghargaan...
AdaKami Raih Penghargaan Top Company in Transparent & Responsible P2P Lending di Indonesia
Kemnaker-Sampoerna Dorong...
Kemnaker-Sampoerna Dorong Praktik Baik Hubungan Industrial Pancasila di Dunia Kerja