BDO Indonesia Tekankan...
1/2
IGA Erna Dwi S, Partner Pajak BDO di Indonesia, menyoroti adanya ketimpangan antara peran ekonomi UMKM dengan realisasi penerimaan pajaknya.
BDO Indonesia Tekankan...
2/2
Mengacu pada kerangka kerja Slippery Slope dari Erich Kirchler, IGA Erna menekankan bahwa kepatuhan pajak dipengaruhi oleh dua pilar utama: Kekuasaan (Power) otoritas dan Kepercayaan (Trust) masyarakat.
BDO Indonesia Tekankan...
BDO Indonesia Tekankan...

BDO Indonesia Tekankan Pendekatan Kolaboratif dalam Mendorong Kepatuhan UMKM

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:10 WIB
A A A
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus mengukuhkan posisinya sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Berdasarkan data tahun 2025, sektor ini berkontribusi signifikan sebesar 61,07% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia atau setara dengan Rp8.573,89 triliun (KPPN, 2025). Meski menyerap 97% total tenaga kerja, kontribusi penerimaan pajak dari sektor ini dinilai masih belum optimal. IGA Erna Dwi S, Partner Pajak BDO di Indonesia, menyoroti adanya ketimpangan antara peran ekonomi UMKM dengan realisasi penerimaan pajaknya. Data menunjukkan bahwa meski ekonomi UMKM tumbuh pesat, penerimaan PPh Final UMKM pada tahun 2025 hanya mencapai Rp13,5 triliun, angka yang sangat kecil dibandingkan total penerimaan PPh Nasional yang mencapai Rp1.209 triliun. "Kondisi ini menciptakan tantangan bagi otoritas pajak untuk melakukan ekstensifikasi. Namun, kita harus memahami bahwa bagi pelaku usaha mikro dan kecil, kewajiban pembukuan berstandar akuntansi penuh sering kali menjadi beban biaya kepatuhan (compliance cost) yang sangat tinggi," ujar IGA Erna.

Paradoks "Zona Nyaman" dan Tantangan Literasi Pemerintah telah merespons tantangan ini melalui kebijakan dual-track system yang diatur dalam UU HPP dan PP No. 55 Tahun 2022. Kebijakan ini memberikan relaksasi bagi Wajib Pajak dengan peredaran bruto di bawah Rp4,8 miliar untuk cukup melakukan pencatatan sederhana dan dikenakan PPh Final 0,5%. Meski berhasil menjaring jutaan UMKM ke dalam sistem administrasi, IGA Erna mencatat adanya fenomena paradoks di lapangan. "Muncul kecenderungan pelaku usaha tetap bertahan di 'zona nyaman'. Mereka enggan menaikkan skala usaha atau bahkan mengelola pelaporan omzetnya agar tetap di bawah ambang batas demi menghindari kerumitan pembukuan penuh," jelasnya. Selain itu, kemudahan pencatatan sederhana ini terkadang membuat literasi terhadap Standar Akuntansi Keuangan (SAK EMKM) menjadi terabaikan.

Membangun Trust Melalui Kerangka Slippery Slope Mengacu pada kerangka kerja Slippery Slope dari Erich Kirchler, IGA Erna menekankan bahwa kepatuhan pajak dipengaruhi oleh dua pilar utama: Kekuasaan (Power) otoritas dan Kepercayaan (Trust) masyarakat.

"Jika negara memaksakan pembukuan kompleks secara prematur, kita memang meningkatkan Power, tetapi berisiko menghancurkan Trust. Pelaku UMKM yang merasa terbebani akan cenderung bersembunyi di sektor informal atau shadow economy," tambah IGA Erna. Menurutnya, kewajiban "pencatatan" merupakan instrumen kalibrasi yang vital untuk membangun Kepatuhan Sukarela (Voluntary Compliance). Melalui pencatatan sederhana, terbentuk persepsi keadilan (fairness) dan kebiasaan patuh (habitual compliance) di mana membayar pajak tidak lagi dianggap beban, melainkan rutinitas bisnis normal. Sinergi untuk Pertumbuhan UMKM Lebih lanjut, IGA Erna menjelaskan bahwa pencatatan memiliki efek simbiosis mutualisme. Selain untuk pemenuhan kewajiban pajak, pencatatan membantu pelaku usaha memantau kesehatan finansial mereka dan mempermudah akses pembiayaan, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR). "Ketika UMKM merasakan manfaat ekonomi dari tertib administrasi, kepercayaan mereka terhadap regulasi negara akan mencapai puncaknya. Inilah esensi dari kepatuhan sukarela yang jauh lebih berharga bagi negara dibandingkan kepatuhan karena paksaan," tutupnya.
(sra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Anda punya koleksi foto jalan-jalan yang keren, liburan tak terlupakan, atau foto indah penuh makna?
Kirim foto-foto Anda untuk tampil di Galerimu Unggah Foto
Foto Terkait
Diskusi Empat Pilar...
Diskusi Empat Pilar : Mendorong Keberpihakan Negara dalam Perlindungan Anak
Mendorong Gerakan Masyarakat...
Mendorong Gerakan Masyarakat dalam Perubahan Perilaku Pangan dengan Kampanye Sosial
Menteri PANRB Tekankan...
Menteri PANRB Tekankan Peran Strategis Akademisi dalam Reformasi Birokrasi
YDBA Raih Penghargaan...
YDBA Raih Penghargaan The Most Commited dalam Pembinaan UMKM di Indonesia
OIKN dan DPR Bahas Rekonstruksi...
OIKN dan DPR Bahas Rekonstruksi Anggaran dalam RDP, Tekankan Efisiensi Belanja 2025
Di Parlemen Italia,...
Di Parlemen Italia, Menag dan Arsjad Rasjid Tekankan Pentingnya Etika dalam AI
Foto Terkini
World AI Show 2026 Bahas...
World AI Show 2026 Bahas Masa Depan AI Indonesia
5 jam yang lalu
PM India Narendra Modi...
PM India Narendra Modi Sampaikan Pidato Kenegaraan di DPR RI
6 jam yang lalu
MNC Life Hadirkan Perlindungan...
MNC Life Hadirkan Perlindungan Asuransi di Koplove Fest Vol. 4
6 jam yang lalu
AFTECH di IDBS 2026:...
AFTECH di IDBS 2026: Peran Fintech Makin Krusial Sokong Ekonomi Riil
8 jam yang lalu
Trotoar Darurat Bundaran...
Trotoar Darurat Bundaran HI Disulap Menyerupai Labirin Taman
9 jam yang lalu
INOTEK dan Sampoerna...
INOTEK dan Sampoerna untuk Indonesia Dorong Penguatan Kapasitas UMKM di Subang
10 jam yang lalu
Foto Terpopuler
APL Hadirkan Tirzepatide...
APL Hadirkan Tirzepatide untuk Perkuat Tatalaksana Penyakit Metabolik di Indonesia
Asuransi Astra Pertahankan...
Asuransi Astra Pertahankan Peringkat Kredit Internasional A- dari AM Best
Penampilan Feast di...
Penampilan Feast di Panggung Jakarta Fair 2026
Produksi Seragam Sekolah...
Produksi Seragam Sekolah Meningkat Jelang Tahun Ajaran Baru
Hari Bhayangkara ke-80...
Hari Bhayangkara ke-80 : Kapoksi Komisi III DPR RI Muhammad Rahul Apresiasi Keberhasilan Polda Riau Tuntaskan 110 Jembatan Merah Putih Presisi
Musikal Senja Teduh...
Musikal Senja Teduh Pelita Bawa Pesan Harapan untuk Masa Depan Bumi