Dukung Transformasi Digital, Gedung Pertunjukan Jakarta Terapkan Sistem Pemesanan Tiket Terintegrasi
Kamis, 11 Juni 2026 - 18:20 WIB
A
A
A
Jakarta – Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta melalui Unit Pengelola Gedung Pertunjukan Seni Budaya (UP GPSB) terus mendorong transformasi digital dalam pengelolaan pertunjukan seni budaya.
Salah satunya melalui penerapan sistem pemesanan tiket terintegrasi pada pementasan rutin Wayang Orang Bharata bertajuk Petruk Dadi Dalang di Gedung Kesenian Wayang Orang Bharata, Senen, Jakarta Pusat.
Pementasan yang merupakan kolaborasi Dinas Kebudayaan DKI Jakarta dan Paguyuban Wayang Orang Bharata ini menjadi pertunjukan rutin keempat sepanjang 2026. Sebanyak 252 kursi yang tersedia terisi penuh oleh penonton.
Kepala UP GPSB Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Rinaldi, mengatakan bahwa Wayang Orang Bharata merupakan warisan budaya yang telah hadir lebih dari lima dekade di Jakarta dan terus mendapat sambutan positif dari masyarakat.
“Minat masyarakat terhadap pertunjukan Wayang Orang Bharata sangat tinggi. Sejak pembukaan pemesanan tiket pada 4 Juni hingga hari pementasan 6 Juni 2026, tercatat 8.088 interaksi pada laman tiket kami. Mayoritas pengakses berasal dari kalangan generasi muda,” ujar Rinaldi.
Penerapan sistem pemesanan tiket terintegrasi menjadi langkah penting dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap pertunjukan yang diminati. Sistem ini diharapkan dapat memberikan proses distribusi tiket yang lebih transparan, tertib, dan meminimalkan potensi percaloan.
Tingginya animo masyarakat menunjukkan bahwa seni pertunjukan tradisional masih memiliki tempat penting di tengah kehidupan urban. Selain menjadi sarana hiburan, pertunjukan Wayang Orang Bharata juga berfungsi sebagai media edukasi, pelestarian budaya, dan penguatan identitas multikultural Jakarta.
“Kami mengapresiasi antusiasme masyarakat yang sangat tinggi. Sepanjang tahun 2026, kami merencanakan sedikitnya 10 kali pementasan Wayang Orang Bharata yang dapat dinikmati masyarakat secara gratis,” tambah Rinaldi.
Sejumlah penonton mengapresiasi sistem baru tersebut. Herlina Setia Dewi, warga Sunter, Jakarta Utara, menilai proses pemesanan tiket kini lebih baik meski membutuhkan kecepatan saat pendaftaran. Sementara itu, Diva, warga Tangerang, menyebut sistem digital membuat distribusi tiket lebih transparan dan mengurangi peluang praktik percaloan.
UP GPSB akan kembali menerapkan sistem pemesanan tiket terintegrasi pada pertunjukan rutin Sandiwara Sunda Miss Tjitjih 1928 bertajuk Nyai Dasimah dalam rangka semarak HUT ke-499 Kota Jakarta yang akan digelar pada 13 Juni 2026 di Gedung Kesenian Miss Tjitjih, Kemayoran.
“Perkembangan teknologi harus mampu menopang pelestarian seni dan budaya, sehingga tradisi tetap lestari tanpa kehilangan nilai dan filosofinya,” tutup Rinaldi.
Gedung Kesenian Wayang Orang Bharata merupakan salah satu gedung seni budaya yang dikelola Dinas Kebudayaan DKI Jakarta melalui UP GPSB. Setelah direvitalisasi pada 2022, gedung ini secara rutin menjadi ruang pementasan seni tradisi sekaligus dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan seni budaya sesuai ketentuan yang berlaku.
Salah satunya melalui penerapan sistem pemesanan tiket terintegrasi pada pementasan rutin Wayang Orang Bharata bertajuk Petruk Dadi Dalang di Gedung Kesenian Wayang Orang Bharata, Senen, Jakarta Pusat.
Pementasan yang merupakan kolaborasi Dinas Kebudayaan DKI Jakarta dan Paguyuban Wayang Orang Bharata ini menjadi pertunjukan rutin keempat sepanjang 2026. Sebanyak 252 kursi yang tersedia terisi penuh oleh penonton.
Kepala UP GPSB Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Rinaldi, mengatakan bahwa Wayang Orang Bharata merupakan warisan budaya yang telah hadir lebih dari lima dekade di Jakarta dan terus mendapat sambutan positif dari masyarakat.
“Minat masyarakat terhadap pertunjukan Wayang Orang Bharata sangat tinggi. Sejak pembukaan pemesanan tiket pada 4 Juni hingga hari pementasan 6 Juni 2026, tercatat 8.088 interaksi pada laman tiket kami. Mayoritas pengakses berasal dari kalangan generasi muda,” ujar Rinaldi.
Penerapan sistem pemesanan tiket terintegrasi menjadi langkah penting dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap pertunjukan yang diminati. Sistem ini diharapkan dapat memberikan proses distribusi tiket yang lebih transparan, tertib, dan meminimalkan potensi percaloan.
Tingginya animo masyarakat menunjukkan bahwa seni pertunjukan tradisional masih memiliki tempat penting di tengah kehidupan urban. Selain menjadi sarana hiburan, pertunjukan Wayang Orang Bharata juga berfungsi sebagai media edukasi, pelestarian budaya, dan penguatan identitas multikultural Jakarta.
“Kami mengapresiasi antusiasme masyarakat yang sangat tinggi. Sepanjang tahun 2026, kami merencanakan sedikitnya 10 kali pementasan Wayang Orang Bharata yang dapat dinikmati masyarakat secara gratis,” tambah Rinaldi.
Sejumlah penonton mengapresiasi sistem baru tersebut. Herlina Setia Dewi, warga Sunter, Jakarta Utara, menilai proses pemesanan tiket kini lebih baik meski membutuhkan kecepatan saat pendaftaran. Sementara itu, Diva, warga Tangerang, menyebut sistem digital membuat distribusi tiket lebih transparan dan mengurangi peluang praktik percaloan.
UP GPSB akan kembali menerapkan sistem pemesanan tiket terintegrasi pada pertunjukan rutin Sandiwara Sunda Miss Tjitjih 1928 bertajuk Nyai Dasimah dalam rangka semarak HUT ke-499 Kota Jakarta yang akan digelar pada 13 Juni 2026 di Gedung Kesenian Miss Tjitjih, Kemayoran.
“Perkembangan teknologi harus mampu menopang pelestarian seni dan budaya, sehingga tradisi tetap lestari tanpa kehilangan nilai dan filosofinya,” tutup Rinaldi.
Gedung Kesenian Wayang Orang Bharata merupakan salah satu gedung seni budaya yang dikelola Dinas Kebudayaan DKI Jakarta melalui UP GPSB. Setelah direvitalisasi pada 2022, gedung ini secara rutin menjadi ruang pementasan seni tradisi sekaligus dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan seni budaya sesuai ketentuan yang berlaku.
(sra)