Menjemput Asa di Gerbang...
1/14
Sejumlah siswa tiba di Sekolah Rakyat Menengah Pertama 10 Bogor di Sentra Terpadu Inten Soeweno (STIS), Cibinong, Jawa Barat.
Menjemput Asa di Gerbang...
2/14
Pagi itu, halaman Sekolah Rakyat Menengah Pertama 10 Bogor di Sentra Terpadu Inten Soeweno (STIS), Cibinong, dipenuhi langkah-langkah kecil yang membawa harapan besar.
Menjemput Asa di Gerbang...
3/14
Sebanyak 100 siswa, terdiri dari 58 siswa putra dan 42 siswa putri, tiba untuk mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Menjemput Asa di Gerbang...
4/14
Mereka datang dengan diantar oleh orang-orang yang paling mencintai mereka: ayah, ibu, kakek, nenek, atau kerabat yang selama ini berjuang bersama dalam keterbatasan.
Menjemput Asa di Gerbang...
5/14
Di tangan mereka tergenggam tas sederhana berisi pakaian dan perlengkapan hidup di asrama.
Menjemput Asa di Gerbang...
6/14
Siswa bersiap mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Menengah Pertama 10 Bogor di Sentra Terpadu Inten Soeweno (STIS), Cibinong, Jawa Barat.
Menjemput Asa di Gerbang...
7/14
Di wajah-wajah mereka terlihat campuran rasa gugup, penasaran, dan bahagia.
Menjemput Asa di Gerbang...
8/14
Sementara di mata para orang tua, tersimpan doa yang tak terucap. Doa agar anak-anak mereka kelak memiliki kehidupan yang lebih baik daripada yang pernah mereka jalani.
Menjemput Asa di Gerbang...
9/14
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa program ini bertujuan memberikan akses pendidikan yang layak bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Namun lebih dari sekadar angka dan program, Sekolah Rakyat sesungguhnya adalah tentang manusia. Tentang anak-anak yang berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih cita-cita.
Menjemput Asa di Gerbang...
10/14
Momen perpisahan di gerbang sekolah menjadi pemandangan yang menggetarkan hati. Beberapa ibu tampak berulang kali memeluk anaknya sebelum melepas mereka masuk ke lingkungan asrama.
Menjemput Asa di Gerbang...
11/14
Mereka tahu bahwa hari itu bukan sekadar mengantar anak ke sekolah.
Menjemput Asa di Gerbang...
12/14
Hari itu adalah hari ketika mereka menitipkan masa depan.
Menjemput Asa di Gerbang...
13/14
Pemeriksaan kesehatan siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 10 Bogor di Sentra Terpadu Inten Soeweno (STIS), Cibinong, Jawa Barat.
Menjemput Asa di Gerbang...
14/14
Siswa melambaikan tangan kepada keluarga sebelum mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Menengah Pertama 10 Bogor di Sentra Terpadu Inten Soeweno (STIS), Cibinong, Jawa Barat.
Menjemput Asa di Gerbang...
Menjemput Asa di Gerbang...
Menjemput Asa di Gerbang...
Menjemput Asa di Gerbang...
Menjemput Asa di Gerbang...
Menjemput Asa di Gerbang...
Menjemput Asa di Gerbang...
Menjemput Asa di Gerbang...
Menjemput Asa di Gerbang...
Menjemput Asa di Gerbang...
Menjemput Asa di Gerbang...
Menjemput Asa di Gerbang...
Menjemput Asa di Gerbang...
Menjemput Asa di Gerbang...

Menjemput Asa di Gerbang Sekolah Rakyat

Selasa, 15 Juli 2025 - 07:12 WIB
A A A
Kabupaten Bogor, 14 Juli 2025 — Pagi itu, halaman Sekolah Rakyat Menengah Pertama 10 Bogor di Sentra Terpadu Inten Soeweno (STIS), Cibinong, dipenuhi langkah-langkah kecil yang membawa harapan besar. Sebanyak 100 siswa, terdiri dari 58 siswa putra dan 42 siswa putri, tiba untuk mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Mereka datang dengan diantar oleh orang-orang yang paling mencintai mereka: ayah, ibu, kakek, nenek, atau kerabat yang selama ini berjuang bersama dalam keterbatasan. Di tangan mereka tergenggam tas sederhana berisi pakaian dan perlengkapan hidup di asrama. Namun yang sesungguhnya mereka bawa jauh lebih berharga daripada itu: harapan.

Bagi sebagian besar anak-anak tersebut, perjalanan menuju Sekolah Rakyat bukan sekadar perpindahan tempat belajar. Ini adalah perjalanan meninggalkan berbagai keterbatasan yang selama ini membayangi masa depan mereka. Ada yang tumbuh dalam keluarga yang setiap harinya harus berjuang memenuhi kebutuhan makan. Ada yang hidup dengan kecemasan apakah esok masih bisa bersekolah. Ada pula yang nyaris kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan karena keadaan ekonomi.

Di wajah-wajah mereka terlihat campuran rasa gugup, penasaran, dan bahagia. Sementara di mata para orang tua, tersimpan doa yang tak terucap. Doa agar anak-anak mereka kelak memiliki kehidupan yang lebih baik daripada yang pernah mereka jalani.

Momen perpisahan di gerbang sekolah menjadi pemandangan yang menggetarkan hati. Beberapa ibu tampak berulang kali memeluk anaknya sebelum melepas mereka masuk ke lingkungan asrama. Ada ayah yang berusaha tegar meski matanya berkaca-kaca. Mereka tahu bahwa hari itu bukan sekadar mengantar anak ke sekolah. Hari itu adalah hari ketika mereka menitipkan masa depan.

Sekolah Rakyat hadir sebagai jawaban atas keresahan banyak keluarga yang selama ini memandang pendidikan sebagai sesuatu yang sulit dijangkau. Program yang berada di bawah naungan Kementerian Sosial ini dirancang khusus untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang rentan putus sekolah. Melalui sistem berasrama, para siswa tidak hanya mendapatkan pendidikan formal, tetapi juga pembinaan karakter, pendampingan, serta lingkungan yang mendukung tumbuhnya mimpi-mimpi besar.

Pada 14 Juli 2025, Sekolah Rakyat mulai beroperasi di 63 titik yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Kehadirannya menjadi simbol bahwa negara hadir untuk mereka yang selama ini berada di pinggir kesempatan.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa program ini bertujuan memberikan akses pendidikan yang layak bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Namun lebih dari sekadar angka dan program, Sekolah Rakyat sesungguhnya adalah tentang manusia. Tentang anak-anak yang berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih cita-cita.

Karena kemiskinan seharusnya tidak menjadi warisan yang terus berpindah dari satu generasi ke generasi berikutnya. Pendidikan adalah jalan yang mampu memutus rantai itu.

Di ruang-ruang kelas Sekolah Rakyat, mungkin suatu hari akan lahir guru yang menginspirasi, dokter yang mengabdi, insinyur yang membangun negeri, atau pemimpin yang membawa perubahan. Hari ini mereka hanyalah anak-anak yang datang dengan seragam sederhana. Namun siapa yang tahu, beberapa tahun ke depan mereka bisa menjadi sosok yang mengubah kehidupan banyak orang.

Sekolah Rakyat mengajarkan satu hal penting kepada kita semua: bahwa setiap anak Indonesia memiliki hak yang sama untuk bermimpi. Tidak peduli dari keluarga mana ia berasal, tidak peduli seberapa berat kehidupan yang harus dijalaninya.

Dan pagi itu di Cibinong, ketika satu persatu anak melangkah memasuki gerbang sekolah, yang sebenarnya sedang lahir bukan hanya sebuah tahun ajaran baru. Yang lahir adalah harapan.

Harapan bahwa masa depan tidak ditentukan oleh kemiskinan, harapan bahwa kesempatan bisa mengubah kehidupan.

Foto Sindonews/Isra Triansyah
(sra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Anda punya koleksi foto jalan-jalan yang keren, liburan tak terlupakan, atau foto indah penuh makna?
Kirim foto-foto Anda untuk tampil di Galerimu Unggah Foto
Foto Terkait
Pembayaran Belum Lunas,...
Pembayaran Belum Lunas, Gerbang Sekolah di Serpong Ditutup Tembok Beton oleh Pemilik Lahan
Suasana Hari Pertama...
Suasana Hari Pertama Sekolah Rakyat Sentra Handayani Jaktim
Murid Sekolah Rakyat...
Murid Sekolah Rakyat Ikut Upacara Sumpah Pemuda 2025 di Museum BI
Melukis Asa Pelukis...
Melukis Asa Pelukis Jalanan
Menteri PU Apresiasi...
Menteri PU Apresiasi Waskita Karya Bangun Sekolah Rakyat Surabaya, Progres 45 Persen
Penyekatan Kendaraan...
Penyekatan Kendaraan di Gerbang Tol Pasteur
Foto Terkini
Pemerintah Turunkan...
Pemerintah Turunkan Pajak Royalti Penulis Menjadi 1,5 Persen
1 jam yang lalu
Prudential Indonesia...
Prudential Indonesia Raih Indonesia Top Insurance Companies Awards 2026
1 jam yang lalu
IHSG Akhir Pekan Ditutup...
IHSG Akhir Pekan Ditutup Menguat 2,28 Persen
6 jam yang lalu
Pelajar Indonesia Berjaya...
Pelajar Indonesia Berjaya di Ajang Olimpiade Bahasa Inggris Internasional di Bali
12 jam yang lalu
Sakola Ngawarung Dorong...
Sakola Ngawarung Dorong Warung Kelontong dan UMKM Garut Naik Kelas
13 jam yang lalu
Bisnis Indonesia Awards...
Bisnis Indonesia Awards 2026: MSIN Dinobatkan sebagai Perusahaan Terbaik Sektor Media dan Hiburan
1 hari yang lalu
Foto Terpopuler
Dengan Senyuman, Dokter...
Dengan Senyuman, Dokter Tifa Hadapi Sidang Perdana Kasus Dugaan Ijazah Jokowi
Ekspor Mobil Indonesia...
Ekspor Mobil Indonesia Melaju, Pengiriman CBU Naik 31,4 Persen
KPK Tahan Bupati Kuantan...
KPK Tahan Bupati Kuantan Singingi dalam Kasus Dugaan Suap Jual Beli Jabatan
AdaKami Raih Penghargaan...
AdaKami Raih Penghargaan Top Company in Transparent & Responsible P2P Lending di Indonesia
Kemnaker-Sampoerna Dorong...
Kemnaker-Sampoerna Dorong Praktik Baik Hubungan Industrial Pancasila di Dunia Kerja
Pelatihan Membatik di...
Pelatihan Membatik di Jakarta Pusat Dukung Pelestarian Budaya