Industri Kripto Masuki Babak Baru, Upbit Soroti Tren dan Peluang H2 2025
Kamis, 26 Juni 2025 - 18:37 WIB
Advertisement
Jakarta, 26 Juni 2025 – Menyambut paruh kedua tahun 2025, Upbit Indonesia, platform perdagangan aset kripto terdepan, membagikan pandangannya terhadap perkembangan dan potensi industri kripto di Indonesia dan global. Di tengah dinamika regulasi dan kemajuan teknologi, Upbit melihat sejumlah faktor penting yang akan menjadi pendorong utama pertumbuhan industri ini.
“Paruh kedua tahun 2025 akan menjadi momen krusial untuk menguji ketahanan dan potensi industri aset digital. Kami melihat sejumlah sinyal positif dari sisi adopsi institusional, penggunaan blockchain di aset dunia nyata, hingga ekspansi aplikasi Web3 di berbagai sektor,” ujar Resna Raniadi, Chief Operating Officer (COO) Upbit Indonesia.
Setelah melalui semester pertama yang penuh dengan perkembangan signifikan dan optimisme pasar, pelaku industri dan investor kini menatap semester kedua 2025 dengan ekspektasi baru. Berikut adalah beberapa pendorong utama yang diproyeksikan akan membentuk arah pasar aset kripto di paruh kedua tahun ini.
Tiga Pendorong Utama Potensi Pasar Kripto di H2 2025
1. Masuknya institusi ke investasi kripto
Salah satu indikator kuat bahwa industri ini semakin matang adalah meningkatnya keterlibatan institusi keuangan global dalam aset kripto. Melalui produk-produk seperti ETF berbasis kripto dan tokenisasi aset tradisional, institusi tidak hanya menjadi katalis pertumbuhan volume transaksi, tetapi juga menjadi sumber validasi penting bagi investor ritel.
2. Peningkatan penggunaan blockchain untuk real-world assets (RWA)
Adopsi blockchain kini tidak lagi terbatas pada sektor keuangan digital semata. Penggunaan teknologi ini untuk merepresentasikan aset fisik seperti properti, surat utang, dan komoditas menghadirkan cara baru dalam mengelola dan memperdagangkan aset secara transparan, efisien, dan tanpa batas geografis.
3. Ekspansi aplikasi berbasis Web3 di berbagai sektor
Tren Web3 semakin menguat dengan tumbuhnya berbagai platform yang mengedepankan desentralisasi dan kepemilikan pengguna. Aplikasi di bidang gaming, hiburan, logistik, hingga supply chain menunjukkan bahwa Web3 bukan sekadar tren teknologi, tetapi sebuah transisi fundamental dalam cara kerja industri digital.
Faktor Kritis yang Perlu Diwaspadai
Di tengah peluang tersebut, pelaku pasar tetap perlu mencermati sejumlah faktor eksternal seperti perkembangan kebijakan dari regulator dan pemerintah, serta situasi makroekonomi global. Semua elemen ini dapat memengaruhi kepercayaan pasar serta laju adopsi di tingkat nasional maupun global.
“Kami menyadari bahwa industri ini masih sangat dinamis, dan justru karena itu, penting bagi para pengguna memiliki akses terhadap informasi yang kredibel,” tambah Resna. “Kami akan terus mendorong pertumbuhan ekosistem yang sehat dengan fokus pada edukasi, inovasi, dan kolaborasi.”
Upbit Indonesia, sebagai platform jual beli aset kripto yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menghadirkan berbagai fitur untuk mempermudah pengguna. Mulai dari tampilan antarmuka yang ramah pemula, sistem keamanan berstandar global, hingga konten edukatif yang membantu pengguna memahami dunia kripto secara menyeluruh.
“Paruh kedua tahun 2025 akan menjadi momen krusial untuk menguji ketahanan dan potensi industri aset digital. Kami melihat sejumlah sinyal positif dari sisi adopsi institusional, penggunaan blockchain di aset dunia nyata, hingga ekspansi aplikasi Web3 di berbagai sektor,” ujar Resna Raniadi, Chief Operating Officer (COO) Upbit Indonesia.
Setelah melalui semester pertama yang penuh dengan perkembangan signifikan dan optimisme pasar, pelaku industri dan investor kini menatap semester kedua 2025 dengan ekspektasi baru. Berikut adalah beberapa pendorong utama yang diproyeksikan akan membentuk arah pasar aset kripto di paruh kedua tahun ini.
Tiga Pendorong Utama Potensi Pasar Kripto di H2 2025
1. Masuknya institusi ke investasi kripto
Salah satu indikator kuat bahwa industri ini semakin matang adalah meningkatnya keterlibatan institusi keuangan global dalam aset kripto. Melalui produk-produk seperti ETF berbasis kripto dan tokenisasi aset tradisional, institusi tidak hanya menjadi katalis pertumbuhan volume transaksi, tetapi juga menjadi sumber validasi penting bagi investor ritel.
2. Peningkatan penggunaan blockchain untuk real-world assets (RWA)
Adopsi blockchain kini tidak lagi terbatas pada sektor keuangan digital semata. Penggunaan teknologi ini untuk merepresentasikan aset fisik seperti properti, surat utang, dan komoditas menghadirkan cara baru dalam mengelola dan memperdagangkan aset secara transparan, efisien, dan tanpa batas geografis.
3. Ekspansi aplikasi berbasis Web3 di berbagai sektor
Tren Web3 semakin menguat dengan tumbuhnya berbagai platform yang mengedepankan desentralisasi dan kepemilikan pengguna. Aplikasi di bidang gaming, hiburan, logistik, hingga supply chain menunjukkan bahwa Web3 bukan sekadar tren teknologi, tetapi sebuah transisi fundamental dalam cara kerja industri digital.
Faktor Kritis yang Perlu Diwaspadai
Di tengah peluang tersebut, pelaku pasar tetap perlu mencermati sejumlah faktor eksternal seperti perkembangan kebijakan dari regulator dan pemerintah, serta situasi makroekonomi global. Semua elemen ini dapat memengaruhi kepercayaan pasar serta laju adopsi di tingkat nasional maupun global.
“Kami menyadari bahwa industri ini masih sangat dinamis, dan justru karena itu, penting bagi para pengguna memiliki akses terhadap informasi yang kredibel,” tambah Resna. “Kami akan terus mendorong pertumbuhan ekosistem yang sehat dengan fokus pada edukasi, inovasi, dan kolaborasi.”
Upbit Indonesia, sebagai platform jual beli aset kripto yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menghadirkan berbagai fitur untuk mempermudah pengguna. Mulai dari tampilan antarmuka yang ramah pemula, sistem keamanan berstandar global, hingga konten edukatif yang membantu pengguna memahami dunia kripto secara menyeluruh.
(sra)