Dari Pulau Sangalaki, PAMA Group Suarakan Pelestarian Satwa Liar
Minggu, 29 Juni 2025 - 14:19 WIB
Advertisement
Berau, 25 Juni 2025 — PT Pamapersada Nusantara (PAMA) melalui program keberlanjutan dan komunikasi eksternalnya menggelar Media Gathering PAMA Group 2025 di Pratasaba Resort dan Pulau Sangalaki, Kalimantan Timur. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 85 peserta, terdiri dari 42 jurnalis (35 lokal dan 7 nasional), perwakilan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur, serta jajaran anak perusahaan PAMA Group.
Kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang silaturahmi antara perusahaan dan media, tetapi juga menjadi ruang edukasi dan kampanye bersama untuk pelestarian satwa liar, sejalan dengan visi keberlanjutan PAMA Group.
Media Gathering tahun ini mengangkat tema “Together for Wildlife: Advancing Green Sustainability with PAMA”. Tema ini merefleksikan tekad PAMA dan anak perusahaannya dalam menjalin kolaborasi erat dengan media sekaligus memperkuat komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati.
Dalam sambutannya, Direktur PT Pamapersada Nusantara, Abdul Nasir Maksum, menegaskan pentingnya peran media dalam mendukung keberlanjutan industri tambang dan konservasi. “Kami percaya bahwa kolaborasi dengan media bukan hanya soal membangun citra, tetapi juga membangun masa depan. Melalui kemitraan ini, kita bisa bersama-sama menyuarakan isu keberlanjutan, termasuk perlindungan satwa liar, yang menjadi salah satu concern utama PAMA Group saat ini,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi kehadiran serta dukungan para jurnalis yang selama ini konsisten memberitakan berbagai inisiatif sosial dan lingkungan PAMA.
Salah satu momen utama dalam acara ini adalah pelepasan tukik (anak penyu hijau) di pantai Pulau Sangalaki — habitat penting bagi penyu hijau (Chelonia mydas) yang kini terancam akibat perubahan iklim, polusi laut, dan aktivitas manusia. Tukik merupakan satwa dilindungi berdasarkan PP No. 7 Tahun 1999 dan terdaftar dalam Appendix I CITES.
Puluhan tukik dilepaskan langsung oleh peserta sebagai simbol kepedulian terhadap keberlangsungan spesies penting ini dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut.
Maidi Irvan, CSR Dept Head PAMA, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program Wildlife Conservation yang dijalankan secara konsisten oleh PAMA di berbagai wilayah operasional. “Pelepasan tukik ini bukan sekadar simbolik, tetapi bagian dari inisiatif berkelanjutan yang kami bangun bersama mitra, termasuk BKSDA. Kami ingin menjadikan konservasi sebagai budaya dan bagian dari praktik yang sustainable,” jelasnya.
Acara juga menampilkan presentasi dan sesi berbagi dari anak perusahaan PAMA seperti PT Kalimantan Prima Persada, PT Energia Prima Nusantara, dan PT Tuah Turangga Agung, yang masing-masing memaparkan upaya dan tantangan mereka dalam menerapkan praktik bisnis berkelanjutan.
Selain itu, para jurnalis berkesempatan mengikuti pelatihan bersama jurnalis lingkungan senior yang membahas teknik peliputan isu konservasi, etika jurnalistik, dan strategi membangun narasi perubahan yang berdampak.
PAMA menyadari bahwa keberhasilan pelestarian lingkungan dan keberlanjutan industri hanya dapat dicapai melalui kolaborasi jangka panjang. Oleh karena itu, PAMA Group terus memperkuat sinergi dengan media, masyarakat, dan lembaga pemerintahan demi masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang silaturahmi antara perusahaan dan media, tetapi juga menjadi ruang edukasi dan kampanye bersama untuk pelestarian satwa liar, sejalan dengan visi keberlanjutan PAMA Group.
Media Gathering tahun ini mengangkat tema “Together for Wildlife: Advancing Green Sustainability with PAMA”. Tema ini merefleksikan tekad PAMA dan anak perusahaannya dalam menjalin kolaborasi erat dengan media sekaligus memperkuat komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati.
Dalam sambutannya, Direktur PT Pamapersada Nusantara, Abdul Nasir Maksum, menegaskan pentingnya peran media dalam mendukung keberlanjutan industri tambang dan konservasi. “Kami percaya bahwa kolaborasi dengan media bukan hanya soal membangun citra, tetapi juga membangun masa depan. Melalui kemitraan ini, kita bisa bersama-sama menyuarakan isu keberlanjutan, termasuk perlindungan satwa liar, yang menjadi salah satu concern utama PAMA Group saat ini,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi kehadiran serta dukungan para jurnalis yang selama ini konsisten memberitakan berbagai inisiatif sosial dan lingkungan PAMA.
Salah satu momen utama dalam acara ini adalah pelepasan tukik (anak penyu hijau) di pantai Pulau Sangalaki — habitat penting bagi penyu hijau (Chelonia mydas) yang kini terancam akibat perubahan iklim, polusi laut, dan aktivitas manusia. Tukik merupakan satwa dilindungi berdasarkan PP No. 7 Tahun 1999 dan terdaftar dalam Appendix I CITES.
Puluhan tukik dilepaskan langsung oleh peserta sebagai simbol kepedulian terhadap keberlangsungan spesies penting ini dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut.
Maidi Irvan, CSR Dept Head PAMA, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program Wildlife Conservation yang dijalankan secara konsisten oleh PAMA di berbagai wilayah operasional. “Pelepasan tukik ini bukan sekadar simbolik, tetapi bagian dari inisiatif berkelanjutan yang kami bangun bersama mitra, termasuk BKSDA. Kami ingin menjadikan konservasi sebagai budaya dan bagian dari praktik yang sustainable,” jelasnya.
Acara juga menampilkan presentasi dan sesi berbagi dari anak perusahaan PAMA seperti PT Kalimantan Prima Persada, PT Energia Prima Nusantara, dan PT Tuah Turangga Agung, yang masing-masing memaparkan upaya dan tantangan mereka dalam menerapkan praktik bisnis berkelanjutan.
Selain itu, para jurnalis berkesempatan mengikuti pelatihan bersama jurnalis lingkungan senior yang membahas teknik peliputan isu konservasi, etika jurnalistik, dan strategi membangun narasi perubahan yang berdampak.
PAMA menyadari bahwa keberhasilan pelestarian lingkungan dan keberlanjutan industri hanya dapat dicapai melalui kolaborasi jangka panjang. Oleh karena itu, PAMA Group terus memperkuat sinergi dengan media, masyarakat, dan lembaga pemerintahan demi masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
(sra)