Penuh Semangat! Camat Melantik Lurah dan Bu Lurah Desa Bahagia
Kamis, 17 Juli 2025 - 13:45 WIB
Advertisement
Desa Bahagia, 16 Juli 2025 – Desa Bahagia secara resmi dibuka sebagai simbol pembinaan kebangsaan bagi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaska) Tingkat Pusat Tahun 2025. Dalam suasana penuh semangat dan demokrasi, para Capaska menjalani proses pemilihan Lurah dan Bu Lurah yang bertujuan membentuk karakter kepemimpinan mereka.
Camat Desa Bahagia, Fuad Lutfi, S.T., M.Si., M.T., yang juga menjabat sebagai Direktur Penyelenggaraan Program Pasukan Pengibar Bendera Pusaka, memimpin langsung proses pemilihan dan pelantikan tersebut.
Tahun ini, 16 Capaska dari lima pulau besar di Indonesia mengajukan diri sebagai calon Lurah dan Bu Lurah, sebuah peningkatan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya yang hanya diikuti 4 hingga 6 kandidat.
“Salam Pancasila! Hari ini kita menjalankan sila ke-4: Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Ini simbol demokrasi yang nyata, di mana semua warga bisa melihat dan menilai secara terbuka calon pemimpinnya,” ujar Camat Fuad Lutfi.
Uniknya, dalam proses kampanye, setiap calon diberikan barang acak sebagai simbol visi kepemimpinan mereka—mulai dari pisang, gelas, sendok, hingga kunci. Masing-masing calon kemudian menjelaskan filosofi di balik barang tersebut.
“Saya membawa pisang. Pisang bisa bertemu susu jadi enak, bertemu minyak jadi gorengan, bertemu tepung dan oven jadi pie pisang. Ini menggambarkan bagaimana kita dengan kerja sama yang baik bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat dan saling melengkapi,” jelas salah satu calon Pak Lurah.
Sementara calon Bu Lurah lain menyampaikan, “Saya membawa gelas. Meskipun terlihat biasa, gelas adalah wadah penting. Saya ingin menjadi wadah dan suara teman-teman semua. Seorang pemimpin harus bisa menampung, bukan hanya memerintah.”
Setelah kampanye dan pemungutan suara, enam kandidat terbaik terpilih dan kemudian dipilih lagi secara demokratis oleh warga Desa Bahagia menjadi pasangan Lurah dan Wakil Lurah.
Capaska Terpilih sebagai Lurah dan Bu Lurah Desa Bahagia 2025:
* Pak Lurah: El-Rayyi Mujahid Faqih (Kalimantan Timur)
* Bu Lurah: Kristine Andeska Br. Ginting (Sumatera Utara)
Wakil Lurah dan Wakil Bu Lurah:
* Wakil Lurah: Ahmad Noval Al Farizi (Sumatera Selatan)
* Wakil Bu Lurah: Kyla Princessa (Jawa Barat)
Keempatnya dilantik langsung oleh Camat Fuad Lutfi dan menerima “senjata kerja” simbolis berupa sapu, pengki, gayung, dan ember, yang melambangkan peran mereka dalam menjaga kebersihan, ketertiban, dan semangat gotong royong di Desa Bahagia.
Kini, para pemimpin baru ini akan mengemban tanggung jawab mengoordinasikan kegiatan, menjaga semangat warga, serta menjadi penghubung antara Capaska dan pamong selama masa pembinaan.
Camat Desa Bahagia, Fuad Lutfi, S.T., M.Si., M.T., yang juga menjabat sebagai Direktur Penyelenggaraan Program Pasukan Pengibar Bendera Pusaka, memimpin langsung proses pemilihan dan pelantikan tersebut.
Tahun ini, 16 Capaska dari lima pulau besar di Indonesia mengajukan diri sebagai calon Lurah dan Bu Lurah, sebuah peningkatan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya yang hanya diikuti 4 hingga 6 kandidat.
“Salam Pancasila! Hari ini kita menjalankan sila ke-4: Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Ini simbol demokrasi yang nyata, di mana semua warga bisa melihat dan menilai secara terbuka calon pemimpinnya,” ujar Camat Fuad Lutfi.
Uniknya, dalam proses kampanye, setiap calon diberikan barang acak sebagai simbol visi kepemimpinan mereka—mulai dari pisang, gelas, sendok, hingga kunci. Masing-masing calon kemudian menjelaskan filosofi di balik barang tersebut.
“Saya membawa pisang. Pisang bisa bertemu susu jadi enak, bertemu minyak jadi gorengan, bertemu tepung dan oven jadi pie pisang. Ini menggambarkan bagaimana kita dengan kerja sama yang baik bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat dan saling melengkapi,” jelas salah satu calon Pak Lurah.
Sementara calon Bu Lurah lain menyampaikan, “Saya membawa gelas. Meskipun terlihat biasa, gelas adalah wadah penting. Saya ingin menjadi wadah dan suara teman-teman semua. Seorang pemimpin harus bisa menampung, bukan hanya memerintah.”
Setelah kampanye dan pemungutan suara, enam kandidat terbaik terpilih dan kemudian dipilih lagi secara demokratis oleh warga Desa Bahagia menjadi pasangan Lurah dan Wakil Lurah.
Capaska Terpilih sebagai Lurah dan Bu Lurah Desa Bahagia 2025:
* Pak Lurah: El-Rayyi Mujahid Faqih (Kalimantan Timur)
* Bu Lurah: Kristine Andeska Br. Ginting (Sumatera Utara)
Wakil Lurah dan Wakil Bu Lurah:
* Wakil Lurah: Ahmad Noval Al Farizi (Sumatera Selatan)
* Wakil Bu Lurah: Kyla Princessa (Jawa Barat)
Keempatnya dilantik langsung oleh Camat Fuad Lutfi dan menerima “senjata kerja” simbolis berupa sapu, pengki, gayung, dan ember, yang melambangkan peran mereka dalam menjaga kebersihan, ketertiban, dan semangat gotong royong di Desa Bahagia.
Kini, para pemimpin baru ini akan mengemban tanggung jawab mengoordinasikan kegiatan, menjaga semangat warga, serta menjadi penghubung antara Capaska dan pamong selama masa pembinaan.
(sra)