Capaska Tingkat Pusat 2025 Memasuki Desa Bahagia, Tanda Dimulainya Pemusatan Pelatihan
Rabu, 16 Juli 2025 - 12:16 WIB
A
A
A
Seluruh Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaska) Tingkat Pusat Tahun 2025 telah tiba di Taman Rekreasi Wiladatika, Cibubur, untuk mengikuti Pemusatan Pelatihan Nasional.
Agenda ini menandai dimulainya rangkaian pembinaan intensif menjelang peringatan HUT Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Salah satu momen penting yang mengawali pelatihan adalah prosesi memasuki "Desa Bahagia", sebuah konsep simbolis yang merepresentasikan semangat persatuan dan komitmen kebangsaan.
“Konsep 'Desa Bahagia' adalah representasi Indonesia yang damai dan harmonis. Sebelum masuk, para Capaska ditanya kesediaannya untuk bergabung dengan sepenuh hati. Karena menjadi bagian dari desa ini tidak mudah—mereka harus berpisah dari keluarga dan menjalani disiplin penuh,” jelas Wakil Kepala BPIP, Dr. Rima Agristina, S.H., S.E., M.M.
Sebelum memasuki Desa Bahagia, para Capaska terlebih dahulu mengikuti Upacara Tantingan yang dilaksanakan di Gerbang Desa Bahagia. Upacara ini dipimpin oleh Wakil Kepala BPIP sebagai Pembina Upacara, dengan prosesi tantingan dipandu oleh Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka, Fuad Lutfi, S.T., M.Si., M.T. Adapun Andi Java Ibnu Hajar Sinjaya, Capaska putra dari Provinsi Jawa Barat, dipercaya menjadi Pemimpin Upacara.
Dalam momen tersebut, dua Capaska terpilih diberi kehormatan untuk menjadi peserta pertama yang melewati Gerbang Desa Bahagia, yaitu:
• Paulus Gregorius Afrizal – Capaska putra dari Provinsi Nusa Tenggara Timur
• Fitri Atiqah Mahya – Capaska putri dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Selama prosesi upacara, seluruh Capaska diberi waktu untuk merenung dan menyatakan kesiapannya. Mereka diminta untuk mengambil keputusan secara sadar—apakah benar-benar siap menjalani seluruh rangkaian pelatihan dan mematuhi segala peraturan yang berlaku.
Tak satu pun yang mundur. Seluruh Capaska 2025 dengan tegas menyatakan kesediaan dan kesiapan penuh untuk mengemban tugas negara sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka pada tanggal 17 Agustus 2025 nanti.
Agenda ini menandai dimulainya rangkaian pembinaan intensif menjelang peringatan HUT Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Salah satu momen penting yang mengawali pelatihan adalah prosesi memasuki "Desa Bahagia", sebuah konsep simbolis yang merepresentasikan semangat persatuan dan komitmen kebangsaan.
“Konsep 'Desa Bahagia' adalah representasi Indonesia yang damai dan harmonis. Sebelum masuk, para Capaska ditanya kesediaannya untuk bergabung dengan sepenuh hati. Karena menjadi bagian dari desa ini tidak mudah—mereka harus berpisah dari keluarga dan menjalani disiplin penuh,” jelas Wakil Kepala BPIP, Dr. Rima Agristina, S.H., S.E., M.M.
Sebelum memasuki Desa Bahagia, para Capaska terlebih dahulu mengikuti Upacara Tantingan yang dilaksanakan di Gerbang Desa Bahagia. Upacara ini dipimpin oleh Wakil Kepala BPIP sebagai Pembina Upacara, dengan prosesi tantingan dipandu oleh Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka, Fuad Lutfi, S.T., M.Si., M.T. Adapun Andi Java Ibnu Hajar Sinjaya, Capaska putra dari Provinsi Jawa Barat, dipercaya menjadi Pemimpin Upacara.
Dalam momen tersebut, dua Capaska terpilih diberi kehormatan untuk menjadi peserta pertama yang melewati Gerbang Desa Bahagia, yaitu:
• Paulus Gregorius Afrizal – Capaska putra dari Provinsi Nusa Tenggara Timur
• Fitri Atiqah Mahya – Capaska putri dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Selama prosesi upacara, seluruh Capaska diberi waktu untuk merenung dan menyatakan kesiapannya. Mereka diminta untuk mengambil keputusan secara sadar—apakah benar-benar siap menjalani seluruh rangkaian pelatihan dan mematuhi segala peraturan yang berlaku.
Tak satu pun yang mundur. Seluruh Capaska 2025 dengan tegas menyatakan kesediaan dan kesiapan penuh untuk mengemban tugas negara sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka pada tanggal 17 Agustus 2025 nanti.
(sra)