Institut Jantung Negara, Harapan Tanpa Batas untuk Pasien Jantung Indonesia
Sabtu, 26 Juli 2025 - 22:47 WIB
Advertisement
Sebagai rumah sakit jantung mandiri terbesar di Asia Tenggara, Institut Jantung Negara (IJN) telah menjadi simbol harapan bagi ribuan keluarga Indonesia yang mencari perawatan jantung berkualitas di luar negeri. Dengan lebih dari 30 tahun pengalaman klinis dan lebih dari enam juta pasien yang telah ditangani, IJN dikenal sebagai pusat rujukan tepercaya — mulai dari menangani penyakit jantung bawaan pada anak-anak hingga intervensi koroner kompleks pada dewasa.
Setiap tahunnya, lebih dari 2.000 pasien dari Indonesia — terutama dari Jakarta, Surabaya, dan Medan — datang ke IJN untuk mendapatkan pendapat kedua, prosedur minimal invasif, atau teknologi medis yang belum tersedia luas di dalam negeri. Di Indonesia, IJN dikenal sebagai Rumah Sakit Pakar Jantung IJN Malaysia yang mengedepankan integritas medis, teknologi terkini, dan pelayanan pasien yang berfokus pada hasil.
“Kekuatan kami bukan hanya pada keahlian klinis, tetapi juga pada kepedulian kami terhadap setiap pasien,” ujar Prof. Dato’ Sri Dr. Mohamed Ezani Md Taib, Group CEO IJN. “Pasien Indonesia mempercayai kami karena mereka merasa didengarkan dan diperlakukan sebagai mitra dalam proses pengobatan. Di IJN, operasi bukanlah pilihan pertama — melainkan keputusan yang dipertimbangkan dengan matang dan dilakukan hanya jika benar-benar diperlukan.”
Sejak berdiri pada 1992, IJN telah berkembang menjadi pusat jantung kelas dunia yang melayani pasien dari segala usia — mulai dari bayi baru lahir hingga lansia. Tim multidisiplin IJN terdiri dari ahli jantung, bedah kardiotoraks, bedah vaskular, hipertensi paru dan ginjal, pencitraan jantung, elektrofisiologi, hingga manajemen gagal jantung. Keahlian ini memungkinkan penanganan kasus jantung dari yang sederhana hingga paling kompleks.
Sebagai pelopor inovasi medis di kawasan, IJN merupakan rumah sakit pertama di Malaysia yang berhasil melakukan implan Paediatric LVAD bagi anak-anak dengan gagal jantung stadium akhir. Untuk pasien dewasa, IJN memimpin dalam terapi mutakhir seperti Transcatheter Aortic Valve Implantation (TAVI) dan bedah jantung berbantuan robot — memberikan hasil maksimal dengan pemulihan lebih cepat dan risiko lebih rendah.
IJN juga termasuk dalam empat rumah sakit unggulan yang tergabung dalam Program Rumah Sakit Wisata Medis dari Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC), bagian dari Blueprint Industri Wisata Medis Malaysia. Pengakuan ini menegaskan standar klinis, akreditasi internasional, dan layanan menyeluruh yang diberikan IJN kepada pasien internasional, termasuk dari Indonesia.
Lebih dari sekadar rumah sakit, IJN juga merupakan pusat pelatihan kardiologi terkemuka di kawasan. IJN menjalin kolaborasi erat dengan institusi di Indonesia, seperti Rumah Sakit Pusat Pertamina dan Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, melalui program fellowship, lokakarya, dan pendapat kedua. Kolaborasi ini memperkuat jaringan medis regional untuk meningkatkan kualitas perawatan jantung di seluruh ASEAN.
Sebagai bagian dari hubungan erat dengan komunitas medis Indonesia, IJN baru-baru ini mengadakan makan malam privat di Jakarta bersama Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, H.E. Dato' Syed Mohamad Hasrin Tengku Hussin. Acara ini mempertemukan para ahli jantung dan alumni pelatihan IJN dari Indonesia yang kini memperkuat layanan jantung di tanah air.
Yang membedakan IJN adalah komitmennya untuk menyediakan perawatan kelas dunia dengan biaya yang terjangkau. Sebagai rumah sakit pemerintah di bawah Kementerian Keuangan Malaysia, IJN menawarkan tarif yang sama bagi pasien internasional dan warga Malaysia — tanpa biaya tambahan. Ini menjadikan IJN sebagai pilihan efisien dan terjangkau di kawasan, tanpa kompromi terhadap kualitas.
“Terjangkau bukan berarti mengorbankan mutu,” tegas Prof. Ezani. “Kami memberikan standar tertinggi dengan biaya yang lebih rendah dari banyak rumah sakit lain di kawasan. Ini adalah layanan kesehatan dengan hati — aman, etis, dan penuh kasih.”
Untuk mendukung pasien internasional, IJN menyediakan Pusat Layanan Pasien Internasional (IPC) yang membantu mulai dari konsultasi awal, pengurusan visa, penerjemahan, hingga tindak lanjut pasca-perawatan. Dengan staf yang fasih berbahasa Indonesia dan fasilitas ramah Muslim, IJN menjadi tempat yang nyaman dan aman bagi keluarga Indonesia.
“Selalu ada harapan,” tutup Prof. Ezani. “Dan bagi banyak warga Indonesia, harapan itu dimulai di IJN — tempat di mana jantung mereka dirawat seperti keluarga sendiri.”esia
Setiap tahunnya, lebih dari 2.000 pasien dari Indonesia — terutama dari Jakarta, Surabaya, dan Medan — datang ke IJN untuk mendapatkan pendapat kedua, prosedur minimal invasif, atau teknologi medis yang belum tersedia luas di dalam negeri. Di Indonesia, IJN dikenal sebagai Rumah Sakit Pakar Jantung IJN Malaysia yang mengedepankan integritas medis, teknologi terkini, dan pelayanan pasien yang berfokus pada hasil.
“Kekuatan kami bukan hanya pada keahlian klinis, tetapi juga pada kepedulian kami terhadap setiap pasien,” ujar Prof. Dato’ Sri Dr. Mohamed Ezani Md Taib, Group CEO IJN. “Pasien Indonesia mempercayai kami karena mereka merasa didengarkan dan diperlakukan sebagai mitra dalam proses pengobatan. Di IJN, operasi bukanlah pilihan pertama — melainkan keputusan yang dipertimbangkan dengan matang dan dilakukan hanya jika benar-benar diperlukan.”
Sejak berdiri pada 1992, IJN telah berkembang menjadi pusat jantung kelas dunia yang melayani pasien dari segala usia — mulai dari bayi baru lahir hingga lansia. Tim multidisiplin IJN terdiri dari ahli jantung, bedah kardiotoraks, bedah vaskular, hipertensi paru dan ginjal, pencitraan jantung, elektrofisiologi, hingga manajemen gagal jantung. Keahlian ini memungkinkan penanganan kasus jantung dari yang sederhana hingga paling kompleks.
Sebagai pelopor inovasi medis di kawasan, IJN merupakan rumah sakit pertama di Malaysia yang berhasil melakukan implan Paediatric LVAD bagi anak-anak dengan gagal jantung stadium akhir. Untuk pasien dewasa, IJN memimpin dalam terapi mutakhir seperti Transcatheter Aortic Valve Implantation (TAVI) dan bedah jantung berbantuan robot — memberikan hasil maksimal dengan pemulihan lebih cepat dan risiko lebih rendah.
IJN juga termasuk dalam empat rumah sakit unggulan yang tergabung dalam Program Rumah Sakit Wisata Medis dari Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC), bagian dari Blueprint Industri Wisata Medis Malaysia. Pengakuan ini menegaskan standar klinis, akreditasi internasional, dan layanan menyeluruh yang diberikan IJN kepada pasien internasional, termasuk dari Indonesia.
Lebih dari sekadar rumah sakit, IJN juga merupakan pusat pelatihan kardiologi terkemuka di kawasan. IJN menjalin kolaborasi erat dengan institusi di Indonesia, seperti Rumah Sakit Pusat Pertamina dan Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, melalui program fellowship, lokakarya, dan pendapat kedua. Kolaborasi ini memperkuat jaringan medis regional untuk meningkatkan kualitas perawatan jantung di seluruh ASEAN.
Sebagai bagian dari hubungan erat dengan komunitas medis Indonesia, IJN baru-baru ini mengadakan makan malam privat di Jakarta bersama Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, H.E. Dato' Syed Mohamad Hasrin Tengku Hussin. Acara ini mempertemukan para ahli jantung dan alumni pelatihan IJN dari Indonesia yang kini memperkuat layanan jantung di tanah air.
Yang membedakan IJN adalah komitmennya untuk menyediakan perawatan kelas dunia dengan biaya yang terjangkau. Sebagai rumah sakit pemerintah di bawah Kementerian Keuangan Malaysia, IJN menawarkan tarif yang sama bagi pasien internasional dan warga Malaysia — tanpa biaya tambahan. Ini menjadikan IJN sebagai pilihan efisien dan terjangkau di kawasan, tanpa kompromi terhadap kualitas.
“Terjangkau bukan berarti mengorbankan mutu,” tegas Prof. Ezani. “Kami memberikan standar tertinggi dengan biaya yang lebih rendah dari banyak rumah sakit lain di kawasan. Ini adalah layanan kesehatan dengan hati — aman, etis, dan penuh kasih.”
Untuk mendukung pasien internasional, IJN menyediakan Pusat Layanan Pasien Internasional (IPC) yang membantu mulai dari konsultasi awal, pengurusan visa, penerjemahan, hingga tindak lanjut pasca-perawatan. Dengan staf yang fasih berbahasa Indonesia dan fasilitas ramah Muslim, IJN menjadi tempat yang nyaman dan aman bagi keluarga Indonesia.
“Selalu ada harapan,” tutup Prof. Ezani. “Dan bagi banyak warga Indonesia, harapan itu dimulai di IJN — tempat di mana jantung mereka dirawat seperti keluarga sendiri.”esia
(sra)