Berikan Kesempatan Mahasiswa Bekerja di Luar Negeri, USNI Gandeng YOU-I Japan
Selasa, 05 Agustus 2025 - 07:43 WIB
Advertisement
Jakarta – Untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa merasakan pengalaman bekerja di luar negeri, khususnya di negara tetangga, Universitas Satya Negara Indonesia (USNI) menjalin kerja sama dengan YOU-I Japan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU).
Menurut Rektor USNI, Dr. Sihar Pangihutan Hamonangan Sitorus, B.S., B.A., M.B.A., kerja sama ini idealnya berlangsung selama tiga tahun. Namun, pada tahap awal, program ini akan dijalankan selama satu tahun dan mulai diberlakukan pada Desember 2025.
“Mahasiswa tingkat akhir nantinya dapat merasakan pengalaman kerja di Jepang selama satu tahun dengan gaji berkisar antara 9 hingga 15 juta rupiah per bulan. Setelah masa kerja selesai, mahasiswa wajib kembali ke Indonesia untuk menyelesaikan studinya,” jelas Sihar pada Senin (5/8).
Jika selama bekerja di Jepang mahasiswa menunjukkan kinerja yang baik, menurut perwakilan agen YOU-I Japan, J Mahameru, mereka berpeluang mendapatkan penawaran untuk kembali bekerja di Negeri Matahari Terbit tersebut. Adapun bidang pekerjaan yang ditawarkan meliputi sektor industri, otomotif, perkebunan, peternakan, keperawatan, serta perawatan lansia.
Selain menjalin kerja sama dengan YOU-I Japan, USNI juga melakukan MoU dengan Shaanxi Polytechnic University (Tiongkok) dan INTI International University (Malaysia). Langkah ini dilakukan untuk mendorong para mahasiswa agar memiliki wawasan global.
Sebagai bentuk adaptasi terhadap era Industri 5.0, USNI juga meluncurkan transformasi pendidikan yang ditandai dengan peluncuran logo baru. Transformasi ini merupakan respons terhadap perubahan zaman dan kebutuhan industri yang semakin kompleks.
Dengan mengusung tagline #JadiVersiTerbaikDiri, transformasi ini mencakup pembaruan kurikulum, peningkatan sistem pengajaran, penguatan karakter, serta penguasaan keterampilan digital yang relevan dengan era Industri 5.0—era yang menggabungkan teknologi canggih seperti kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), dan robotika dengan inovasi berbasis
Menurut Rektor USNI, Dr. Sihar Pangihutan Hamonangan Sitorus, B.S., B.A., M.B.A., kerja sama ini idealnya berlangsung selama tiga tahun. Namun, pada tahap awal, program ini akan dijalankan selama satu tahun dan mulai diberlakukan pada Desember 2025.
“Mahasiswa tingkat akhir nantinya dapat merasakan pengalaman kerja di Jepang selama satu tahun dengan gaji berkisar antara 9 hingga 15 juta rupiah per bulan. Setelah masa kerja selesai, mahasiswa wajib kembali ke Indonesia untuk menyelesaikan studinya,” jelas Sihar pada Senin (5/8).
Jika selama bekerja di Jepang mahasiswa menunjukkan kinerja yang baik, menurut perwakilan agen YOU-I Japan, J Mahameru, mereka berpeluang mendapatkan penawaran untuk kembali bekerja di Negeri Matahari Terbit tersebut. Adapun bidang pekerjaan yang ditawarkan meliputi sektor industri, otomotif, perkebunan, peternakan, keperawatan, serta perawatan lansia.
Selain menjalin kerja sama dengan YOU-I Japan, USNI juga melakukan MoU dengan Shaanxi Polytechnic University (Tiongkok) dan INTI International University (Malaysia). Langkah ini dilakukan untuk mendorong para mahasiswa agar memiliki wawasan global.
Sebagai bentuk adaptasi terhadap era Industri 5.0, USNI juga meluncurkan transformasi pendidikan yang ditandai dengan peluncuran logo baru. Transformasi ini merupakan respons terhadap perubahan zaman dan kebutuhan industri yang semakin kompleks.
Dengan mengusung tagline #JadiVersiTerbaikDiri, transformasi ini mencakup pembaruan kurikulum, peningkatan sistem pengajaran, penguatan karakter, serta penguasaan keterampilan digital yang relevan dengan era Industri 5.0—era yang menggabungkan teknologi canggih seperti kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), dan robotika dengan inovasi berbasis
(sra)