Advertisement

Indonesia Re Gelar Seminar Tahunan IAS 2025, Bahas Strategi dan Inovasi untuk Industri Asuransi Jiwa dan Kesehatan

Kamis, 04 September 2025 - 19:50 WIB
Advertisement
Indonesia Re kembali menggelar seminar tahunan Indonesia Assurance Seminar (IAS) 2025 dengan tema “Balancing Risk and Reward: The Role of Prudent Acceptance in Business Success”.

Dalam acara yang diselenggarakan di Bali ini, perusahaan reasuransi nasional membahas berbagai isu strategis terkini, mulai dari pembaruan pasar Asuransi Jiwa Kredit dan Asuransi Kesehatan Kumpulan, pemanfaatan teknologi machine learning, hingga topik Net Amount at Risk yang krusial bagi pertumbuhan industri asuransi jiwa dan kesehatan di Indonesia.

IAS yang telah menjadi agenda tahunan selama empat tahun terakhir ini dirancang untuk memberikan edukasi dan berbagi wawasan kepada para pelaku industri asuransi jiwa dan kesehatan. Melalui forum ini, Indonesia Re ingin meningkatkan kesadaran akan perkembangan industri serta membangun sinergi yang lebih kuat antara perusahaan reasuransi dan asuransi jiwa.

“Bagi kami di Indonesia Re, ajang seperti ini bukan sekadar menyampaikan apa yang kami rasakan. Lebih dari itu, ini adalah kesempatan untuk berdiskusi, saling mengenal satu sama lain, dan membuka peluang kerja sama.” ujar Direktur Teknik Operasi Indonesia Re, Delil Khairat saat membuka acara

Tekanan pada Industri Asuransi Kesehatan dan Kredit

Indonesia Re memaparkan hasil studi mendalam terkait risiko Asuransi Jiwa Kredit (AJK) yang telah dilakukan selama satu tahun terakhir.

Studi ini menggunakan metode stress test Actual vs Expected dan mengidentifikasi tiga faktor utama risiko dalam produk AJK, termasuk untuk jenis kredit pemilikan rumah (KPR), multiguna, kredit mobil, dan kredit pensiunan.

Selain itu, melalui pembaruan pasar (market update), Indonesia Re juga menyampaikan tantangan yang dihadapi industri asuransi kesehatan, antara lain dampak polusi udara, perubahan iklim, cuaca ekstrem, dan peningkatan penyakit menular seperti Demam Berdarah Dengue (DBD).

Tingginya inflasi medis di Indonesia yang lebih dari rata-rata global juga menjadi perhatian utama dalam menjaga keberlanjutan produk asuransi kesehatan.

Inovasi dengan Machine Learning untuk Deteksi Fraud Klaim

Dalam menghadapi potensi fraud klaim yang marak terjadi di industri asuransi kesehatan, Indonesia Re mengkaji pemanfaatan teknologi machine learning, khususnya Autoencoder Neural Network. Teknologi ini berfungsi sebagai sistem peringatan dini untuk mendeteksi pola klaim anomali yang mungkin menjadi indikasi fraud.

“Metode neural network ini sangat tepat untuk mengatasi kompleksitas data klaim dan memungkinkan deteksi yang lebih cepat dan akurat,” ujar perwakilan Indonesia Re.

Penggunaan teknologi ini diharapkan dapat mendorong transformasi digital di industri asuransi sekaligus memperkuat pengelolaan risiko dan perlindungan terhadap potensi kerugian.

Membangun Industri Asuransi yang Lebih Tangguh

Melalui seminar IAS 2025, Indonesia Re menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis yang siap mendukung pengembangan produk asuransi jiwa dan kesehatan yang sehat, terukur, dan berkelanjutan.

Dengan berbagai kajian dan inovasi yang disampaikan, Indonesia Re berharap dapat memperkuat industri perasuransian nasional demi masa depan yang lebih tangguh dan berdaya saing.

“Bagi kami di Indonesia Re, ajang seperti ini bukan sekadar menyampaikan apa yang kami rasakan. Lebih dari itu, ini adalah kesempatan untuk berdiskusi, saling mengenal satu sama lain, dan membuka peluang kerja sama.” ujar Direktur Teknik Operasi Indonesia Re, Delil Khairat saat membuka acara.
(sra)
Advertisement
Tim Editor :
Isra Triansyah
Isra Triansyah
Editor
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Advertisement