Advertisement

Upbit Indonesia Ungkap Cara Bijak Investasi Kripto Jangka Panjang

Senin, 29 September 2025 - 14:10 WIB
Advertisement
Menjelang akhir tahun, pergerakan pasar kripto kembali menjadi sorotan. Volume perdagangan global meningkat signifikan dalam beberapa bulan terakhir, memunculkan pertanyaan klasik: kapan waktu terbaik untuk berinvestasi kripto?

Namun menurut Upbit Indonesia, alih-alih mengejar “timing” yang dianggap paling sempurna, investor sebaiknya memahami faktor-faktor yang memengaruhi pasar dan menerapkan strategi investasi yang disiplin serta berbasis data.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Pasar

Ada sejumlah faktor yang membuat momen tertentu lebih menarik untuk masuk ke pasar aset digital. Secara global, variabel seperti suku bunga bank sentral, inflasi, dan kebijakan moneter sering memicu perubahan minat investor terhadap aset berisiko. Di sisi lain, dunia blockchain juga memiliki peristiwa penting seperti halving Bitcoin, peluncuran proyek baru, atau pembaruan jaringan—yang kerap mendorong kenaikan harga.

Selain faktor fundamental, tren pasar dan psikologi investor juga memainkan peran besar. Fenomena seperti Fear of Missing Out (FOMO) maupun Fear, Uncertainty, and Doubt (FUD) dapat menyebabkan harga bergerak sangat cepat. Tak kalah penting, pasar kripto juga memiliki pola musiman, di mana pada periode tertentu volume perdagangan dan harga menunjukkan kecenderungan tertentu.

Menanggapi dinamika ini, Resna Raniadi, Chief Operating Officer Upbit Indonesia, menekankan pentingnya memahami pola historis tanpa mengabaikan risiko.

“Data historis memang menunjukkan adanya kecenderungan tertentu, misalnya kenaikan menjelang akhir tahun. Tetapi, pola di masa lalu tidak pernah menjadi jaminan hasil di masa depan. Karena itu, disiplin dan analisis data jauh lebih penting bagi investor daripada sekadar mengejar momen,” jelasnya.

Strategi dan Panduan dari Upbit Indonesia

Menentukan waktu terbaik untuk berinvestasi bukan berarti menunggu bulan atau momentum tertentu. Strategi yang konsisten justru dinilai lebih efektif dalam menghadapi volatilitas kripto. Salah satu pendekatan populer adalah Dollar Cost Averaging (DCA), yakni membeli aset kripto secara rutin dengan nominal tetap tanpa terpengaruh fluktuasi harga.

Investor juga disarankan memantau kalender kripto untuk mengetahui peristiwa penting, memanfaatkan koreksi harga sebagai peluang masuk pasar, serta menggabungkan analisis historis dengan sentimen pasar demi pengambilan keputusan yang lebih matang.

Resna menegaskan bahwa keberhasilan investasi tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan membaca waktu pasar.

“Timing memang dapat memberikan keuntungan, tetapi disiplin dan manajemen risiko memiliki peranan yang lebih penting. Melalui strategi seperti DCA, investor dapat meminimalkan risiko salah momentum sekaligus membangun portofolio yang lebih berkelanjutan,” ujarnya.

Upbit Indonesia juga menegaskan komitmennya terhadap pendekatan berbasis data, disiplin investasi, dan strategi jangka panjang.

“Kami menghadirkan platform yang aman, transparan, serta dilengkapi materi edukasi, sehingga baik investor pemula maupun berpengalaman dapat berinvestasi dengan keyakinan di tengah tantangan pasar,” tambah Resna.

Sebagai salah satu bursa aset kripto yang berlisensi dan teregulasi di Indonesia, Upbit Indonesia terus menghadirkan layanan inovatif, aman, dan edukatif. Dengan strategi yang tepat serta dukungan dari platform terpercaya, investor dapat memanfaatkan peluang pasar kripto kapan saja untuk mendukung tujuan keuangan mereka.
(sra)
Advertisement
Tim Editor :
Isra Triansyah
Isra Triansyah
Editor
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Advertisement