GPFI Dorong Kemandirian dan Kualitas Obat Nasional
Jum'at, 14 November 2025 - 05:19 WIB
Advertisement
Direktur Eksekutif GPFI Drs. Elfiano Rizaldi menyampaikan paparan dalam seminar Peran Strategis GPFI dalam Menegaskan Prinsip 4K untuk Menunjang Kesehatan Nasional di Jakarta, Kamis (13/11/2025).
Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) bersama Kementerian Kesehatan dan Badan POM menegaskan komitmen memperkuat ketahanan kesehatan nasional melalui prinsip 4K: ketersediaan, keterjangkauan, kualitas, dan kemandirian obat.
Selama lima dekade, industri farmasi nasional berkontribusi menghadirkan obat bermutu dengan harga terjangkau. Sinergi pemerintah dan industri berhasil menekan harga obat hingga separuhnya tanpa mengurangi mutu, sementara 85 persen kebutuhan obat nasional kini dipenuhi produksi dalam negeri.
Industri farmasi juga menyumbang lebih dari Rp140 triliun bagi perekonomian dan menjadikan Indonesia memiliki tingkat kemandirian produksi tertinggi di ASEAN.
Ke depan, GPFI mendorong kebijakan yang menjaga keseimbangan antara keterjangkauan harga dan keberlanjutan industri, melalui percepatan izin edar, penguatan sistem informasi kesehatan, dan perluasan akses obat.
Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) bersama Kementerian Kesehatan dan Badan POM menegaskan komitmen memperkuat ketahanan kesehatan nasional melalui prinsip 4K: ketersediaan, keterjangkauan, kualitas, dan kemandirian obat.
Selama lima dekade, industri farmasi nasional berkontribusi menghadirkan obat bermutu dengan harga terjangkau. Sinergi pemerintah dan industri berhasil menekan harga obat hingga separuhnya tanpa mengurangi mutu, sementara 85 persen kebutuhan obat nasional kini dipenuhi produksi dalam negeri.
Industri farmasi juga menyumbang lebih dari Rp140 triliun bagi perekonomian dan menjadikan Indonesia memiliki tingkat kemandirian produksi tertinggi di ASEAN.
Ke depan, GPFI mendorong kebijakan yang menjaga keseimbangan antara keterjangkauan harga dan keberlanjutan industri, melalui percepatan izin edar, penguatan sistem informasi kesehatan, dan perluasan akses obat.
(sra)