Advertisement

Majoris Asset Management dan Istiqlal Global Fund Luncurkan Wakaf Saham Istiqlal

Sabtu, 13 Desember 2025 - 10:39 WIB
Advertisement
Jakarta - PT Majoris Asset Management (Majoris) dan

Istiqlal Global Fund – Badan Pengelola Masjid Istiqlal (IGF-BPMI) secara resmi meluncurkan Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal. Acara peresmian ini dibuka oleh Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., Menteri Agama Republik Indonesia dan Imam Besar Masjid Istiqlal.

Peluncuran ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman yang ditandatangani oleh Majoris dan IGF-BPMI bulan Oktober lalu. Melalui kampanye “Yuk Wakaf Saham”, masyarakat dapat berwakaf melalui instrumen pasar modal syariah.

Dalam kerjasama ini, IGF-BPMI bertindak sebagai nazhir atau pengelola wakaf yang menghimpun dan menyalurkan manfaat, sementara Majoris berperan sebagai manajer investasi dan mengelola portofolio sesuai prinsip syariah.

Manfaat wakaf akan dialokasikan pada tujuh pilar pembinaan sosial Masjid Istiqlal seperti pendidikan, kesehatan, pengelolaan sampah (waste management), penyediaan air bersih, energi berbasis solar panel, kewirausahaan dan pemberdayaan ekonomi melalui Istiqlal Mart. Zulfa Hendri, Direktur Utama Majoris, menyampaikan : "Peluncuran menandai dimulainya fase sosialisasi Program Wakaf Saham kepada masyarakat. Kami telah menyiapkan rangkaian kampanye sosialisasi komprehensif untuk tahun 2026 dan membuka platform untuk mendengarkan masukan dari berbagai stakeholder guna menyempurnakan implementasi program."

Ahsanul Haq, Direktur IGF-BPMI, menambahkan : "Sebagai Nazhir, IGF-BPMI bertanggungjawab mengelola aset wakaf saham dengan amanah dan profesional. Melalui acara ini, proses penerimaan wakaf dari wakif juga dibuka perdana hari ini menandai dimulainya implementasi program sesuai prinsip syariah dan regulasi yang berlaku."

Program ini melibatkan PT Mandiri Sekuritas sebagai perusahaan efek yang akan berperan sebagai wakil nazhir (wakil pengelola wakaf) sekaligus pengelola rekening efek serta Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai Self-Regulatory Organization (SRO) yang memberikan dukungan dan masukan atas pelaksanaan program.

*Momentum Pasar Modal dan Wakaf Syariah*

Program ini diluncurkan ditengah momentum kuat potensi wakaf dan perluasan pasar modal syariah di Indonesia. Badan Wakaf Indonesia mencatat akumulasi wakaf uang sekitar Rp 3,5 triliun, namun potensi wakaf uang diperkirakan mencapai

Rp 181 triliun pertahun dimana hal ini menunjukkan ruang besar yang bisa dimobilisasi.

Di pasar modal, KSEI melaporkan 19,2 juta Single Investor Identification (SID) per Oktober 2025, menandakan basis investor ritel yang kian meluas dan memberi fondasi bagi pengembangan instrumen wakaf berbasis saham. Secara makro, Bank Indonesia mencatat pangsa aset keuangan syariah telah mencapai 51,42% per Agustus 2025, mempertegas peran ekonomi syariah sebagai pilar penting dalam perekonomian

nasional.

Inisiatif Wakaf Saham Istiqlal menjadi langkah konkret mendukung implementasi

Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2025-2029 dan RPJMN 2025-2029 serta

menegaskan peran sektor swasta dalam mengembangkan inovasi wakaf berbasis pasar modal yang inklusif dan berkelanjutan. Program sosialisasi akan berlanjut sepanjang tahun 2026 dengan berbagai kegiatan edukasi dan kampanye publik, dimulai dari penerimaan wakaf perdana pada acara peluncuran hari ini.
(sra)
Advertisement
Tim Editor :
Isra Triansyah
Isra Triansyah
Editor
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Advertisement