PGN SAKA Optimalkan Kinerja Operasi 2025, Seimbangkan Target Bisnis dan Keberlanjutan Usaha
Selasa, 30 Desember 2025 - 15:06 WIB
Advertisement
Jakarta, 30 Desember 2025 – PT Saka Energi Indonesia (PGN SAKA) menunjukkan kinerja operasional yang solid sepanjang 2025 melalui optimalisasi pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Program (RKAP) 2025. Capaian ini mencerminkan konsistensi PGN SAKA sebagai bagian dari Subholding Gas Pertamina dalam menjaga keandalan operasi hulu migas, sekaligus memperkuat komitmen terhadap pengelolaan lingkungan dan pelaksanaan Program Pengembangan Masyarakat (PPM) di sekitar wilayah operasi.
Secara kumulatif, realisasi produksi setara (equivalent) PGN SAKA mencapai 113 persen dari target. Pencapaian tersebut menegaskan efektivitas pengelolaan operasi hulu migas yang disiplin, adaptif, dan berbasis inovasi. Kinerja positif ini didorong oleh kontribusi signifikan sejumlah wilayah kerja, khususnya Blok Pangkah. Melalui pemboran sumur pengembangan SID-5 di Lapangan Sidayu, PGN SAKA berhasil meningkatkan produksi dengan initial rate hingga sekitar 2.000 BOEPD.
Keberhasilan ini mendapat apresiasi dari PT Pertamina (Persero) sebagai langkah strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional.
Selain peningkatan produksi, pemboran SID-5 juga menjadi tonggak penerapan inovasi teknologi melalui metode casing while drilling. Metode ini terbukti meningkatkan efisiensi biaya dan waktu pemboran tanpa mengesampingkan aspek keselamatan serta keandalan operasi.
Kinerja operasional PGN SAKA semakin diperkuat oleh keberhasilan program well intervention, dengan realisasi produksi minyak di Blok Pangkah mencapai 113 persen di atas target, serta realisasi penjualan gas di Blok Muriah sebesar 135 persen di atas target. Pada aspek pemboran, perusahaan merealisasikan tiga sumur pengembangan dan dua kegiatan workover, melampaui rencana awal.
“Dengan disiplin operasional, capaian lebih dari 2,47 juta jam kerja aman, serta penerapan teknologi casing while drilling, PGN SAKA berkontribusi dalam peningkatan produksi minyak nasional. Upaya ini sejalan dengan kebijakan kemandirian energi serta komitmen terhadap lingkungan dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Direktur Utama PGN SAKA, Intan Fauzi.
Sejalan dengan capaian operasional tersebut, PGN SAKA juga meraih berbagai penghargaan atas komitmennya terhadap keberlanjutan. Pengakuan ini antara lain datang dari Pemerintah Kabupaten Gresik, UNNES Innovation Award, penghargaan Bina Industri Ramah Lingkungan (BRILIAN) kategori Gold, serta penetapan sebagai Pilot Project Low Carbon Initiative kategori penanaman mangrove dari SKK Migas.
Kontribusi positif juga berasal dari blok-blok di mana PGN SAKA berperan sebagai mitra strategis. Di Blok Muara Bakau, penemuan cadangan migas baru melalui sumur eksplorasi Konta-1 membuka potensi pengembangan lanjutan. Sementara itu, di Blok Ketapang, sumur T-8 dan T-6 berhasil on-stream pada tahun ini. Adapun Blok Fasken di Amerika Serikat mencatatkan penjualan gas sebesar 39 persen di atas target hingga akhir tahun.
Ke depan, PGN SAKA akan terus memfokuskan langkah pada penguatan keberlanjutan operasi yang aman dan andal, optimalisasi biaya, serta pengembangan potensi hulu migas. Dengan mengedepankan prinsip living in harmony bersama masyarakat dan kepedulian terhadap lingkungan, PGN SAKA berkomitmen menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional dalam menyalurkan energi baik bagi negeri.
Secara kumulatif, realisasi produksi setara (equivalent) PGN SAKA mencapai 113 persen dari target. Pencapaian tersebut menegaskan efektivitas pengelolaan operasi hulu migas yang disiplin, adaptif, dan berbasis inovasi. Kinerja positif ini didorong oleh kontribusi signifikan sejumlah wilayah kerja, khususnya Blok Pangkah. Melalui pemboran sumur pengembangan SID-5 di Lapangan Sidayu, PGN SAKA berhasil meningkatkan produksi dengan initial rate hingga sekitar 2.000 BOEPD.
Keberhasilan ini mendapat apresiasi dari PT Pertamina (Persero) sebagai langkah strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional.
Selain peningkatan produksi, pemboran SID-5 juga menjadi tonggak penerapan inovasi teknologi melalui metode casing while drilling. Metode ini terbukti meningkatkan efisiensi biaya dan waktu pemboran tanpa mengesampingkan aspek keselamatan serta keandalan operasi.
Kinerja operasional PGN SAKA semakin diperkuat oleh keberhasilan program well intervention, dengan realisasi produksi minyak di Blok Pangkah mencapai 113 persen di atas target, serta realisasi penjualan gas di Blok Muriah sebesar 135 persen di atas target. Pada aspek pemboran, perusahaan merealisasikan tiga sumur pengembangan dan dua kegiatan workover, melampaui rencana awal.
“Dengan disiplin operasional, capaian lebih dari 2,47 juta jam kerja aman, serta penerapan teknologi casing while drilling, PGN SAKA berkontribusi dalam peningkatan produksi minyak nasional. Upaya ini sejalan dengan kebijakan kemandirian energi serta komitmen terhadap lingkungan dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Direktur Utama PGN SAKA, Intan Fauzi.
Sejalan dengan capaian operasional tersebut, PGN SAKA juga meraih berbagai penghargaan atas komitmennya terhadap keberlanjutan. Pengakuan ini antara lain datang dari Pemerintah Kabupaten Gresik, UNNES Innovation Award, penghargaan Bina Industri Ramah Lingkungan (BRILIAN) kategori Gold, serta penetapan sebagai Pilot Project Low Carbon Initiative kategori penanaman mangrove dari SKK Migas.
Kontribusi positif juga berasal dari blok-blok di mana PGN SAKA berperan sebagai mitra strategis. Di Blok Muara Bakau, penemuan cadangan migas baru melalui sumur eksplorasi Konta-1 membuka potensi pengembangan lanjutan. Sementara itu, di Blok Ketapang, sumur T-8 dan T-6 berhasil on-stream pada tahun ini. Adapun Blok Fasken di Amerika Serikat mencatatkan penjualan gas sebesar 39 persen di atas target hingga akhir tahun.
Ke depan, PGN SAKA akan terus memfokuskan langkah pada penguatan keberlanjutan operasi yang aman dan andal, optimalisasi biaya, serta pengembangan potensi hulu migas. Dengan mengedepankan prinsip living in harmony bersama masyarakat dan kepedulian terhadap lingkungan, PGN SAKA berkomitmen menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional dalam menyalurkan energi baik bagi negeri.
(sra)