Presiden Prabowo Hadiri Perayaan Natal Nasional 2025
Selasa, 06 Januari 2026 - 06:22 WIB
Advertisement
Jemaat Kristiani menyalakan lilin pada acara Perayaan Natal Nasional 2025 di Jakarta, Senin (5/1/2026).
Perayaan Natal Nasional 2025 menjadi momentum iman yang menegaskan pesan utama bahwa Allah hadir menyelamatkan keluarga. Tema ini menekankan bahwa Natal tidak semata dimaknai sebagai perayaan liturgis, melainkan sebagai peristiwa kasih Allah yang nyata dan bekerja dalam kehidupan sehari-hari—melalui penguatan keluarga, solidaritas sosial, serta kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana dan keterbatasan.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa keberagaman adalah kekuatan bangsa. Perbedaan agama dan latar belakang menjadi fondasi persatuan untuk meraih kehidupan yang baik bersama sebagai satu bangsa Indonesia.
Puncak perayaan dihadiri 3.000 tamu kehormatan secara luring, terdiri dari anak dan guru Sekolah Minggu, koster gereja, guru agama, paduan suara, anak yatim piatu, serta penyandang disabilitas Kristen–Katolik. Kehadiran mereka menjadi simbol kasih, pelayanan, dan keragaman dalam terang Natal.
Ketua Umum Panitia Natal Nasional 2025, Maruarar Sirait, menyampaikan bahwa kehadiran para tamu kehormatan merupakan bentuk penghargaan dan kepedulian nyata. Seluruh tamu menerima bantuan kasih sebesar Rp1.500.000 per orang dengan total dukungan Rp4,5 miliar sebagai wujud semangat Natal yang merangkul dan menguatkan.
Perayaan Natal Nasional 2025 menjadi momentum iman yang menegaskan pesan utama bahwa Allah hadir menyelamatkan keluarga. Tema ini menekankan bahwa Natal tidak semata dimaknai sebagai perayaan liturgis, melainkan sebagai peristiwa kasih Allah yang nyata dan bekerja dalam kehidupan sehari-hari—melalui penguatan keluarga, solidaritas sosial, serta kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana dan keterbatasan.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa keberagaman adalah kekuatan bangsa. Perbedaan agama dan latar belakang menjadi fondasi persatuan untuk meraih kehidupan yang baik bersama sebagai satu bangsa Indonesia.
Puncak perayaan dihadiri 3.000 tamu kehormatan secara luring, terdiri dari anak dan guru Sekolah Minggu, koster gereja, guru agama, paduan suara, anak yatim piatu, serta penyandang disabilitas Kristen–Katolik. Kehadiran mereka menjadi simbol kasih, pelayanan, dan keragaman dalam terang Natal.
Ketua Umum Panitia Natal Nasional 2025, Maruarar Sirait, menyampaikan bahwa kehadiran para tamu kehormatan merupakan bentuk penghargaan dan kepedulian nyata. Seluruh tamu menerima bantuan kasih sebesar Rp1.500.000 per orang dengan total dukungan Rp4,5 miliar sebagai wujud semangat Natal yang merangkul dan menguatkan.
(sra)