Advertisement

Bank Mandiri Siapkan Rp4,18 Triliun Uang Tunai di Wilayah Semarang

Jum'at, 13 Maret 2026 - 13:40 WIB
Advertisement
Aktivitas perbankan di Bank Mandiri Semarang Pemuda, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (13/3/2025). Bank Mandiri Region VII/ Jawa 2 Wilayah Semarang menyiapkan uang tunai senilai Rp 4,18 triliun dimana Rp 2,797 triliun disiapkan untuk pengisian ATM/CRM pada periode 6 hingga 25 Maret 2026. Alokasi tersebut meningkat 17,92% secara year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 3,54 triliun, seiring dengan proyeksi kenaikan kebutuhan transaksi masyarakat selama Ramadan hingga puncak arus mudik dan Idul Fitri 2026.

Adapun secara nasional pada periode tersebut, Bank Mandiri menyiapkan uang tunai sebesar Rp44 triliun, meningkat 5% yoy dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 41,9 triliun. Kesiapan likuiditas ini menjadi bagian dari strategi akselerasi yang bertumbuh guna menjaga momentum konsumsi domestik sekaligus memperkuat perputaran ekonomi kerakyatan di berbagai daerah.

Regional CEO Region VII/ Jawa 2 Wilayah Semarang Iwan Tri Imawan mengatakan, langkah ini dirancang melalui perencanaan likuiditas yang prudent dan berbasis proyeksi transaksi nasional, serta diperkuat optimalisasi infrastruktur distribusi dan teknologi. Menurutnya, pendekatan berbasis ekosistem tersebut memastikan kecukupan likuiditas dan stabilitas layanan sekaligus menghadirkan keunggulan berkelanjutan dalam memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat, sejalan dengan semangat Bank Mandiri Melayani Sepenuh Hati.

“Penyediaan uang tunai ini merupakan wujud komitmen Bank Mandiri dalam menghadirkan sinergi yang terintegrasi di seluruh jaringan layanan kami, sehingga kebutuhan transaksi masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri dapat terpenuhi secara optimal,” kata Iwan.

Ia menjelaskan, secara nasional rata-rata kebutuhan pengisian uang tunai diperkirakan mencapai Rp1 triliun hingga Rp1,4 triliun per hari, seiring dengan meningkatnya aktivitas konsumsi, pembayaran gaji dan Tunjangan Hari Raya (THR) aparatur sipil negara (ASN), serta mobilitas masyarakat menjelang Idul Fitri 1447 H. Proyeksi tersebut disusun berdasarkan pola historis transaksi dan tren pertumbuhan ekonomi domestik yang menunjukkan peningkatan signifikan selama periode Ramadan dan Lebaran.

Sementara untuk memastikan kelancaran transaksi non-tunai selama periode puncak Lebaran, Bank Mandiri menyiapkan likuiditas sebesar Rp18 triliun pada Rekening Settlement Dana (RSD) BI-Fast guna mengantisipasi lonjakan transaksi pada 18 hingga 25 Maret 2026, atau sekitar Rp2,5 triliun per hari. Selain kesiapan uang tunai dan likuiditas transaksi antarbank, Bank Mandiri memastikan seluruh channel layanan elektronik beroperasi optimal selama periode libur Lebaran. Bank berkode emiten BMRI ini mengoperasikan 12.900 unit ATM/CRM serta 322.000 mesin EDC yang tersebar di seluruh Indonesia. Bank Mandiri Region VII/ Jawa 2 Wilayah Semarang sendiri mengoperasikan 1.202 unit ATM/CRM dan 32.164 mesin EDC guna mendukung kelancaran transaksi nasabah sekaligus memperkuat ekosistem pembayaran nasional.

FOTO: Ahmad Antoni
(sra)
Advertisement
Tim Editor :
Isra Triansyah
Isra Triansyah
Editor
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Advertisement