Abhiseka Manggala Majapahit, Pelepasan Siswa KB-TK Labschool Jakarta Penuh Pesona Budaya
Jum'at, 19 Juni 2026 - 15:26 WIB
A
A
A
Suasana megah dan sarat nuansa budaya Nusantara menyelimuti Jakarta Concert Hall, iNews Tower, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, saat KB-TK Labschool Jakarta menggelar acara akhir tahun dan pelepasan siswa bertajuk Abhiseka Manggala Majapahit, Selasa (16/6/2026). Acara tersebut menjadi penanda berakhirnya perjalanan pendidikan anak-anak di jenjang pendidikan usia dini sekaligus perayaan atas berbagai proses tumbuh kembang yang telah mereka lalui.
Tema Manggala Majapahit dipilih untuk mengajak anak-anak mengenal salah satu peradaban besar Nusantara melalui pendekatan yang dekat dengan dunia mereka. Panggung megah yang dipenuhi ornamen kerajaan menjadi latar bagi ratusan siswa untuk menampilkan berbagai pertunjukan seni.
Kepala Sekolah KB-TK Labschool Jakarta, Khumaidi Tohar, M.Pd, mengatakan momen ini merupakan upacara pelepasan bagi siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Menurutnya, para siswa telah menyelesaikan capaian fondasi selama menempuh pendidikan di KB-TK Labschool Jakarta.
"Hari ini dilakukan upacara pelepasan untuk para siswa melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya. Mereka telah mencapai capaian fondasi yang telah diselesaikan selama menempuh perjalanan pendidikan di KB-TK Lab School Jakarta," ujar Khumaidi.
"Semoga pendidikan selanjutnya kelak yang akan dilalui oleh anak-anak itu menjadi lebih baik, menjadi lebih tenang, menjadi lebih adaptasi sehingga anak-anak itu menjadi generasi yang baik dan mampu mengembangkan kemampuan akademik yang cukup," harapnya.
Di balik kemeriahan acara tersebut, Persatuan Orang Tua Murid dan Guru (POMG) KB-TK Labschool Jakarta turut memegang peran penting. POMG berkolaborasi dengan pihak sekolah untuk mendukung berbagai kebutuhan penyelenggaraan kegiatan.
"POMG sama LabSchool itu adalah mitra sekolah, jadi kami mendukung semua kegiatan sekolah, dimana di setiap kegiatannya, nanti kami yang mencari sponsor, mengelola iuran yang telah kita kumpulkan untuk menjadi kegiatan seperti ini," papar Ketua POMG KB-TK Labschool Jakarta 2025-2026, Nadia Dwi Ristika.
Ia juga menegaskan bahwa POMG berfungsi sebagai jembatan komunikasi antara orang tua dan guru. Menurut Nadia, pihaknya turut membantu mencari sponsor dan vendor yang dibutuhkan untuk menyukseskan acara.
Terkait pemilihan tema, Nadia mengungkapkan bahwa setiap tahun KB-TK Labschool Jakarta selalu mengangkat konsep yang berbeda. Tahun lalu, pagelaran mengusung tema perfilman, sedangkan tahun ini mengangkat kejayaan Kerajaan Majapahit.
"Harapannya anak-anak menjadi lebih percaya diri, mengembangkan bakat-bakat mereka, karena ternyata dari awal mereka itu kurang percaya diri, tapi anak-anak terkata tumbuh bakat-bakat mereka di sini. Jadi panggung ini kita siapkan untuk anak-anak, semoga anak-anak bisa happy," tuturnya.
Koordinator Utama Pagelaran Seni Manggala Majapahit 2026 dari POMG, Yana Septilia, mengatakan konsep tersebut lahir dari keinginan menghadirkan karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat nilai pendidikan. Baginya, Majapahit merupakan simbol kepemimpinan, persatuan, keberanian, dan kebijaksanaan yang relevan dikenalkan kepada anak sejak dini.
"Manggala Majapahit 2026 lahir dari keinginan untuk menghadirkan sebuah karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menanamkan nilai-nilai luhur kepada anak-anak melalui seni pertunjukan. Majapahit dipilih sebagai inspirasi karena mewakili semangat kepemimpinan, persatuan, keberanian, dan kebijaksanaan yang relevan untuk dikenalkan sejak dini," kata Yana.
Ia menambahkan, seluruh elemen pertunjukan dirancang secara terpadu agar menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna. Menurut Yana, pagelaran ini juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk bertumbuh dalam kepercayaan diri, kreativitas, kerja sama, dan keberanian mengekspresikan diri.
Sementara itu, koordinator persiapan penampilan siswa dari pihak guru, Rosalinasy, menjelaskan bahwa anak-anak terlebih dahulu diperkenalkan dengan tema Majapahit melalui berbagai kegiatan pembelajaran. Mulai dari membaca buku digital bertema Majapahit hingga mengikuti wisata edukasi ke Keraton Majapahit Jakarta di Jakarta Timur.
"Pemahaman yang dimiliki lalu dikembangkan menjadi sebuah penampilan pagelaran seni mulai dari mini drama, seni, gerak, dan lagu. Anak-anak berkolaborasi untuk dapat bergerak sesuai dengan pola lantai mengikuti irama lagu," ujarnya.
Rosalinasy menilai proses latihan tidak hanya mengembangkan kemampuan seni, tetapi juga membentuk karakter positif pada anak. Melalui perjalanan latihan hingga tampil di panggung megah, anak-anak belajar menjadi pribadi yang berani berekspresi, kreatif, percaya diri, serta mampu bekerja sama dengan teman-temannya.
Di sela-sela rangkaian acara, para pengunjung juga disuguhi berbagai tenant edukatif, salah satunya stan buku anak Kareem dan Khaleel karya penulis Junissa Bianda. Kehadiran tenant tersebut memberikan alternatif aktivitas literasi bagi anak-anak dan orang tua yang hadir dalam acara pelepasan.
"Kareem dan Khaleel itu berawal dari buku cerita anak, yang kita ingin sampaikan itu secara islami yang lembut. Jadi kayak lebih ke storytelling," ujar Junissa.
"Aku pengen ngenalin ke anak-anak tentang Allah dulu. Yang aku lihat tuh untuk buku Muslim, kebanyakan diajarin anaknya berdasarkan rasa takut, bukan dari rasa cinta dari Allah duluan," pungkasnya.
Tema Manggala Majapahit dipilih untuk mengajak anak-anak mengenal salah satu peradaban besar Nusantara melalui pendekatan yang dekat dengan dunia mereka. Panggung megah yang dipenuhi ornamen kerajaan menjadi latar bagi ratusan siswa untuk menampilkan berbagai pertunjukan seni.
Kepala Sekolah KB-TK Labschool Jakarta, Khumaidi Tohar, M.Pd, mengatakan momen ini merupakan upacara pelepasan bagi siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Menurutnya, para siswa telah menyelesaikan capaian fondasi selama menempuh pendidikan di KB-TK Labschool Jakarta.
"Hari ini dilakukan upacara pelepasan untuk para siswa melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya. Mereka telah mencapai capaian fondasi yang telah diselesaikan selama menempuh perjalanan pendidikan di KB-TK Lab School Jakarta," ujar Khumaidi.
"Semoga pendidikan selanjutnya kelak yang akan dilalui oleh anak-anak itu menjadi lebih baik, menjadi lebih tenang, menjadi lebih adaptasi sehingga anak-anak itu menjadi generasi yang baik dan mampu mengembangkan kemampuan akademik yang cukup," harapnya.
Di balik kemeriahan acara tersebut, Persatuan Orang Tua Murid dan Guru (POMG) KB-TK Labschool Jakarta turut memegang peran penting. POMG berkolaborasi dengan pihak sekolah untuk mendukung berbagai kebutuhan penyelenggaraan kegiatan.
"POMG sama LabSchool itu adalah mitra sekolah, jadi kami mendukung semua kegiatan sekolah, dimana di setiap kegiatannya, nanti kami yang mencari sponsor, mengelola iuran yang telah kita kumpulkan untuk menjadi kegiatan seperti ini," papar Ketua POMG KB-TK Labschool Jakarta 2025-2026, Nadia Dwi Ristika.
Ia juga menegaskan bahwa POMG berfungsi sebagai jembatan komunikasi antara orang tua dan guru. Menurut Nadia, pihaknya turut membantu mencari sponsor dan vendor yang dibutuhkan untuk menyukseskan acara.
Terkait pemilihan tema, Nadia mengungkapkan bahwa setiap tahun KB-TK Labschool Jakarta selalu mengangkat konsep yang berbeda. Tahun lalu, pagelaran mengusung tema perfilman, sedangkan tahun ini mengangkat kejayaan Kerajaan Majapahit.
"Harapannya anak-anak menjadi lebih percaya diri, mengembangkan bakat-bakat mereka, karena ternyata dari awal mereka itu kurang percaya diri, tapi anak-anak terkata tumbuh bakat-bakat mereka di sini. Jadi panggung ini kita siapkan untuk anak-anak, semoga anak-anak bisa happy," tuturnya.
Koordinator Utama Pagelaran Seni Manggala Majapahit 2026 dari POMG, Yana Septilia, mengatakan konsep tersebut lahir dari keinginan menghadirkan karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat nilai pendidikan. Baginya, Majapahit merupakan simbol kepemimpinan, persatuan, keberanian, dan kebijaksanaan yang relevan dikenalkan kepada anak sejak dini.
"Manggala Majapahit 2026 lahir dari keinginan untuk menghadirkan sebuah karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menanamkan nilai-nilai luhur kepada anak-anak melalui seni pertunjukan. Majapahit dipilih sebagai inspirasi karena mewakili semangat kepemimpinan, persatuan, keberanian, dan kebijaksanaan yang relevan untuk dikenalkan sejak dini," kata Yana.
Ia menambahkan, seluruh elemen pertunjukan dirancang secara terpadu agar menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna. Menurut Yana, pagelaran ini juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk bertumbuh dalam kepercayaan diri, kreativitas, kerja sama, dan keberanian mengekspresikan diri.
Sementara itu, koordinator persiapan penampilan siswa dari pihak guru, Rosalinasy, menjelaskan bahwa anak-anak terlebih dahulu diperkenalkan dengan tema Majapahit melalui berbagai kegiatan pembelajaran. Mulai dari membaca buku digital bertema Majapahit hingga mengikuti wisata edukasi ke Keraton Majapahit Jakarta di Jakarta Timur.
"Pemahaman yang dimiliki lalu dikembangkan menjadi sebuah penampilan pagelaran seni mulai dari mini drama, seni, gerak, dan lagu. Anak-anak berkolaborasi untuk dapat bergerak sesuai dengan pola lantai mengikuti irama lagu," ujarnya.
Rosalinasy menilai proses latihan tidak hanya mengembangkan kemampuan seni, tetapi juga membentuk karakter positif pada anak. Melalui perjalanan latihan hingga tampil di panggung megah, anak-anak belajar menjadi pribadi yang berani berekspresi, kreatif, percaya diri, serta mampu bekerja sama dengan teman-temannya.
Di sela-sela rangkaian acara, para pengunjung juga disuguhi berbagai tenant edukatif, salah satunya stan buku anak Kareem dan Khaleel karya penulis Junissa Bianda. Kehadiran tenant tersebut memberikan alternatif aktivitas literasi bagi anak-anak dan orang tua yang hadir dalam acara pelepasan.
"Kareem dan Khaleel itu berawal dari buku cerita anak, yang kita ingin sampaikan itu secara islami yang lembut. Jadi kayak lebih ke storytelling," ujar Junissa.
"Aku pengen ngenalin ke anak-anak tentang Allah dulu. Yang aku lihat tuh untuk buku Muslim, kebanyakan diajarin anaknya berdasarkan rasa takut, bukan dari rasa cinta dari Allah duluan," pungkasnya.
(sra)