Askrindo Percepat Proses Kredit Lewat Inovasi Digital
Senin, 06 April 2026 - 21:27 WIB
Advertisement
Direktur Utama Askrindo M. Fankar Umran memberikan sambutan dalam peluncuran FINTRACS dan ASK SCORING sekaligus perayaan HUT ke-55 Askrindo di Jakarta, Senin (6/4/2026).
PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) menandai usia ke-55 dengan fokus pada penguatan kinerja dan percepatan transformasi digital untuk mendukung pembiayaan produktif, khususnya UMKM.
Sepanjang 2025, Askrindo mencatat kinerja positif dengan underwriting netto Rp1,28 triliun dan premi bruto Rp4,44 triliun (unaudited), mencerminkan fundamental bisnis yang solid.
Sejalan dengan itu, Askrindo meluncurkan dua sistem digital utama. FINTRACS (Financial Transaction System) berfungsi mengintegrasikan seluruh transaksi keuangan dalam satu platform dengan pencatatan otomatis dan monitoring real-time, sehingga meningkatkan efisiensi dan transparansi.
Sementara ASK-SCORING (Askrindo Underwriting Scoring System) mempercepat proses underwriting berbasis data melalui sistem scoring yang lebih objektif dan terstandarisasi, sekaligus mengurangi duplikasi proses.
Melalui penguatan digital ini, Askrindo menargetkan peningkatan kualitas layanan, efisiensi operasional, serta percepatan penyaluran pembiayaan ke sektor produktif, terutama UMKM.
PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) menandai usia ke-55 dengan fokus pada penguatan kinerja dan percepatan transformasi digital untuk mendukung pembiayaan produktif, khususnya UMKM.
Sepanjang 2025, Askrindo mencatat kinerja positif dengan underwriting netto Rp1,28 triliun dan premi bruto Rp4,44 triliun (unaudited), mencerminkan fundamental bisnis yang solid.
Sejalan dengan itu, Askrindo meluncurkan dua sistem digital utama. FINTRACS (Financial Transaction System) berfungsi mengintegrasikan seluruh transaksi keuangan dalam satu platform dengan pencatatan otomatis dan monitoring real-time, sehingga meningkatkan efisiensi dan transparansi.
Sementara ASK-SCORING (Askrindo Underwriting Scoring System) mempercepat proses underwriting berbasis data melalui sistem scoring yang lebih objektif dan terstandarisasi, sekaligus mengurangi duplikasi proses.
Melalui penguatan digital ini, Askrindo menargetkan peningkatan kualitas layanan, efisiensi operasional, serta percepatan penyaluran pembiayaan ke sektor produktif, terutama UMKM.
(sra)