Tari Gerabah Borobudur Bikin Penonton Larut Bermain Irama saat Perayaan Hari Tari Sedunia
Selasa, 26 Mei 2026 - 06:50 WIB
Advertisement
JAKARTA - Denting gerabah menggema dari panggung Galeri Indonesia Kaya sepanjang pertunjukan Tari Obah Gerabah berlangsung. Karya tersebut menjadi bagian perayaan Hari Tari Sedunia sepanjang Mei 2026 bersama Bakti Budaya Djarum Foundation. Pertunjukan garapan Sanggar Seni Lemah Urip itu memadukan tari, musik, dan eksplorasi artistik berbasis budaya lokal Borobudur. Program Director Galeri Indonesia Kaya, Renitasari Adrian, mengatakan perayaan tahun ini menghadirkan ruang apresiasi bagi komunitas seni tradisional. “Kami ingin menghadirkan ruang apresiasi bagi komunitas seni penjaga tradisi,” ujarnya.
Melalui Tari Obah Gerabah, penonton diajak menyelami kehidupan sederhana para pengrajin gerabah Borobudur. Gerabah ditampilkan bukan sekadar kerajinan, melainkan sumber penghidupan masyarakat yang diwariskan lintas generasi. Pertunjukan berdurasi sekitar 60 menit tersebut melibatkan 13 penampil, termasuk penari dan pemusik. Dentik bunyi gerabah menciptakan ritme unik yang membuat pertunjukan terasa hidup dan emosional. Menariknya, penonton juga diajak memainkan alat musik berbahan gerabah selama pertunjukan berlangsung. Perpaduan tari, musik, dan properti tradisional membuat panggung terasa dinamis sepanjang pertunjukan.
Karya ini dikoreografikan oleh Derra Kartika dengan pendekatan teatrikal berbasis budaya lokal masyarakat Borobudur. Kostum para penari terinspirasi dari keseharian pengrajin gerabah di desa. Tata musik pertunjukan juga memanfaatkan bunyi gerabah sebagai elemen utama karya tari tersebut. Menurut Derra, gerabah menyimpan cerita kehidupan masyarakat yang jarang diketahui publik luas. “Gerabah bukan sekadar kerajinan, tetapi sumber penghidupan keluarga,” katanya. Karena itu, pertunjukan ini diharapkan membuat tradisi gerabah tetap relevan bagi generasi muda.
Sanggar Seni Lemah Urip berbasis di Desa Karanganyar, Kecamatan Borobudur, Magelang, dengan fokus pendidikan nonformal gratis bagi masyarakat. Programnya meliputi Sekolah Gerabah, Kelas Tari Gerabah, dan Kelas Musik Gamelan tradisional. Pendiri Sanggar Seni Lemah Urip, Muhammad Jafar, mengatakan gerabah dan gamelan menjadi identitas warga setempat. “Gerabah, tari, dan gamelan bagian identitas warga,” ujar pria yang akrab disapa Jepe itu. Sanggar tersebut juga terlibat dalam program UNESCO Borobudur Youth Engage serta Festival Gerabah 2019 hingga 2025. Sementara itu, Galeri Indonesia Kaya telah dikunjungi lebih dari satu juta pengunjung sejak diresmikan pada 2013.
Melalui Tari Obah Gerabah, penonton diajak menyelami kehidupan sederhana para pengrajin gerabah Borobudur. Gerabah ditampilkan bukan sekadar kerajinan, melainkan sumber penghidupan masyarakat yang diwariskan lintas generasi. Pertunjukan berdurasi sekitar 60 menit tersebut melibatkan 13 penampil, termasuk penari dan pemusik. Dentik bunyi gerabah menciptakan ritme unik yang membuat pertunjukan terasa hidup dan emosional. Menariknya, penonton juga diajak memainkan alat musik berbahan gerabah selama pertunjukan berlangsung. Perpaduan tari, musik, dan properti tradisional membuat panggung terasa dinamis sepanjang pertunjukan.
Karya ini dikoreografikan oleh Derra Kartika dengan pendekatan teatrikal berbasis budaya lokal masyarakat Borobudur. Kostum para penari terinspirasi dari keseharian pengrajin gerabah di desa. Tata musik pertunjukan juga memanfaatkan bunyi gerabah sebagai elemen utama karya tari tersebut. Menurut Derra, gerabah menyimpan cerita kehidupan masyarakat yang jarang diketahui publik luas. “Gerabah bukan sekadar kerajinan, tetapi sumber penghidupan keluarga,” katanya. Karena itu, pertunjukan ini diharapkan membuat tradisi gerabah tetap relevan bagi generasi muda.
Sanggar Seni Lemah Urip berbasis di Desa Karanganyar, Kecamatan Borobudur, Magelang, dengan fokus pendidikan nonformal gratis bagi masyarakat. Programnya meliputi Sekolah Gerabah, Kelas Tari Gerabah, dan Kelas Musik Gamelan tradisional. Pendiri Sanggar Seni Lemah Urip, Muhammad Jafar, mengatakan gerabah dan gamelan menjadi identitas warga setempat. “Gerabah, tari, dan gamelan bagian identitas warga,” ujar pria yang akrab disapa Jepe itu. Sanggar tersebut juga terlibat dalam program UNESCO Borobudur Youth Engage serta Festival Gerabah 2019 hingga 2025. Sementara itu, Galeri Indonesia Kaya telah dikunjungi lebih dari satu juta pengunjung sejak diresmikan pada 2013.
(sra)